Jubir Kemenkes Nadia: Kemungkinan Kenaikan Kasus Covid Tinggi Dalam 2-3 Minggu ke Depan

 Jubir Kemenkes Nadia: Kemungkinan Kenaikan Kasus Covid Tinggi Dalam 2-3 Minggu ke Depan

dr Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Kemenkes /foto tangkap layar youtube kemenkes

JAYAKARTA NEWS—-Kasus Covid-19 di Jakarta meningkat dengan cepat. Hari ini saja pertambahan kasus baru di Jakarta mencapai 15.825 kasus dengan kematian 32 kasus. Jawa Barat, Banten, Jawa Timur dan Bali juga meningkat, namun belum setinggi Jakarta. Total pertambahan kasus baru secara nasional hari ini 36.057 kasus dan 57 kasus kematian.

Dikutip dari keterangan pers Kemenkes, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit hingga pukul 13.00 berjumlah 18.966. Dengan kata lain, tingkat keterisian BOR nasional saat ini masih 23,35% dari 81.235 kapasitas tempat tidur Covid-19 yang tersedia.

Sejauh ini data yang dimiliki Kementerian Kesehatan menunjukkan, meski angka kasus konfirmasi harian bertambah, namun jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit relatif lebih sedikit. Pasien yang masuk ke rumah sakit juga cenderung menunjukan gejala ringan, atau tanpa gejala sama sekali.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi membenarkan bahwa saat ini jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit masih rendah.

“Penambahan angka konfirmasi harian memang cenderung tinggi. Namun masyarakat tidak perlu terpaku pada jumlah tersebut dan jangan panik karena sebagian besar gejala yang ditunjukkan oleh pasien adalah gejala ringan atau tidak bergejala sama sekali dan lama masa perawatan juga lebih sebentar jika dibandingkan dengan kasus varian lainnya,” ujar dr. Nadia seraya menyebut, kemungkinan akan ada kenaikan kasus tinggi dalam 2 hingga 3 minggu ke depan.

“Kami berharap masyarakat dapat benar-benar waspada dan mengetahui kondisi ini dengan baik, bahwa penularan dari varian Omicron ini lebih cepat daripada varian of concern Covid-19 yang lain, namun kasus kesakitan maupun kematian akibat varian ini rendah. Sehingga rumah sakit sebaiknya digunakan oleh pasien yang benar-benar membutuhkan, yaitu mereka yang memiliki gejala sedang hingga kritis,” tambahnya.

Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat yang terpapar namun tidak bergejala atau hanya gejala ringan, cukup melakukan isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpadu dengan memanfaatkan layanan telemedisin jika tersedia atau dapat melapor ke Puskesmas terdekat.

“Bagi masyarakat yang terpapar namun gejalanya ringan, seperti batuk, pilek, atau demam, saturasi oksigen masih diatas 95%, sebaiknya isoman di rumah atau isoter saja. Apalagi jika tidak ada komorbid berat atau bukan lansia. Jika masyarakat yang terpapar menjalankan himbauan ini, sesuai dengan aturan Kemenkes, angka keterisian rumah sakit kita bisa berkurang hingga 60-70%,” ucapnya.

Masyarakat terus diimbau dan diingatkan agar sadar akan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Meskipun varian Omicron tingkat kesakitan lebih rendah, namun kita tetap harus waspada. Upaya yang perlu dilakukan saat ini adalah kembali menekan jumlah kasus dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan membatasi mobilitas masyarakat. Cakupan vaksinasi dosis lengkap, terutama untuk lansia dan anak-anak, juga harus terus dikejar berbarengan dengan dosis vaksin booster untuk memperkuat imunitas kelompok,” tegas Nadia. ***/dian

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.