Histori
Ini Sejarah dan Latar Belakang Tahun Baru Dimulai Setiap Tanggal 1 Januari
JAYAKARTA NEWS – Secara internasional, dunia menetapkan tanggal 1 Januari sebagai hari pertama di tahun yang baru.
Pergantian tahun ini pun dirayakan dengan beragam cara, paling banyak dengan pesta kembang api.
Faktanya terdapat sejarah panjang di balik penetapan bulan Januari sebagai awal tahun.
1. Menggunakan kalender gregorian
Penanggalan secara internasional yang disepakati semua negara adalah kalender gregorian.
Kalender ini berdasarkan perhitungan matahari di mana dalam satu tahun perputaran ada 365 hari.
Iniasitif pertama untuk menggunakan kalender gregorian muncul dari Paus Gregory.
Ia memerintahkan negara Katolik menggunakannya, lalu diikuti negara lain dan akhirnya seluruh dunia.
Meskipun begitu, tidak sedikit yang mempertahankan kalender tradisionalnya.
Seperti, Tiongkok yang menggunakan kalender bulan atau negara-negara Timur Tengah dengan kalender Islam.
2. Kalender julian
Sebelum kalender gregorian digunakan, gereja katolik dan negara Eropa menggunakan kalender julian.
Kalender julian merupakan warisan kekaisaran Roma. Pertama kali digunakan tahun 46 SM.
Diberi nama julian untuk menghormati Janus, Dewa Awal Tahun. Istilah Januari pun diambil dari namanya.
Perhitungan kalender Julian awalnya berdasarkan bulan tapi setiap tahun sering tidak sinkron dan menyulitkan.
Di masa Kaisar Julius, ia meminta ahli astronomi dan matematika membuat kalender berdasarkan perputaran matahari.
Dari situlah, perhitungan kalender julian mulai menggunakan perhitungan matahari.
Dalam penggunaan kalender julian, pergantian tahun berlangsung 4 tahun sekali.
Pada awal penggunaan kalender Julian, tanggal tahun baru sering berganti-ganti.
Sempat diputuskan 29 Agustus. Sempat pula 23 Agustus bersamaan dengan ulang tahun kaisar.
Kemudian diganti lagi dengan tanggal 1 September.
3. Setiap 4 tahun sekali
Kalender julian yang tahun barunya setiap 4 tahun sekali menyebabkan banyak salah perhitungan putaran matahari.
Perbedaan ini pertama kali diamati Paus Gregory.
Pemimpin gereja katolik di Roma ini kemudian memperbaikinya.
Sejak saat itu kalender julian tidak lagi digunakan dan berubah menjadi kalender gregorian.
4. Proses 300 tahun
Perubahan dari kalender Julian ke kalender gregorian membutuhkan waktu sekitar 300 tahun.
Negara pertama yang menggunakan kalender gregorian adalah yang mayoritas penduduknya beragama Katolik.
Yaitu Italia, Prancis, Polandia, Portugal dan Spanyol, tahun 1582. Disusul Austria dan Jerman pada 1583.
Hungaria menyusul tahun 1587. Amerika baru menggunakan kalender gregorian pada 1752.
Jepang tahun 1872, Yunani tahun 1933, dan Turki tahun 1926.
Sementara negara Asia dan Afrika, disesuaikan dengan pemerintah kolonial di daerah tersebut.***/mel
