Connect with us

Feature

Ini Alasan Wisatawan Kunjungi Tebing Breksi

Published

on

Rombongan IKAJUA foto bersama di Tebing Breksi. (foto: istimewa)

Jayakarta News – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini memperlihatkan dirinya sebagai salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata. Pemerintah setempat dalam beberapa tahun ini sudah membangun tempat-tempat wisata dan kini sebagian sudah bisa dinikmati oleh para wisatawan lokal ataupun manca negara.

Salah satu obyek wisata yang baru saja dibuka adalah taman “Tebing Breksi”. Taman bekas tambang batu, yang berlokasi di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini, memang menarik untuk dikunjungi.

Setiap hari bahkan kalau pas hari libur di sini tumplek blek para wisatawan. Salah sartunya adalah rombongan Ikatan Alumni Tujuh Dua (IKAJUA) SMPN 2 Jember yang belum lama ini datang dan melihat sendiri keistimewaan taman tersebut.

Menurut salah seorang diantaranya, drg. Nurhasa, kedatangan rombongan SMPN 2 Jember ini diberi title Acara Dolan Bareng (Dolbar) dan selama 3 hari menikmati berbagai tempat wisata di DIY. “Tebing Breksi mirip dengan Garuda Whisnu Kencana (GWK) yang ada di Bali,” katanya.

Bedanya, jika GWK sudah jadi. Sedangkan Breksi, masih dilakukan pembenahan-pembenahan. Dalam kondisi seperti itu, Breksi, saat ini, memiliki daya tarik tersendiri.

Beberapa ukiran batu menjadi objek buruan untuk foto kenangan, baik sendiri maupun berkelompok. Bahkan cocok sebagai lokasi pemotretan wedding.

Di antaranya ukiran dalam bentuk wayang dan bagian dari naga. Kemudian juga ada enam burung hantu menarik perhatian pengunjung.

Wisatawan bergantian foto dengan satwa pemangsa tikus ini. Foto dengan burung hantu, bayar seiklasnya.

Mantan-mantan IKAJUA SMPN 2 Jember foto bersama. (foto:istimewa)

Waktu yang tepat mengunjungi Breksi, menikmati panorama sunrise (matahari terbit) pagi hari dan sunset (matahari terbenam) petang hari.

Meskipun demikian siang hari pun lokasi ini bagus untuk berfoto. Bahkan dipuncak tebing, banyak yang foto dengan burung-burung buatan.

“Banyak daya tarik untuk foto. Bagus sekali objek wisata ini,” kata dr Rusmijati.

Sebagai bekas tambang, tentu Breksi, amat panas pada siang hari. Karena itu, wisatawan idealnya menyiapkan topi, payung, kacamata, untuk menghidari sengatan matahari.

Rombongan IKAJUA, puas mengunjungi Breksi. Peserta dolbar, nampak sibuk foto baik sendiri maupun berkelompok, karena latar belakang untuk foto, memang yahud.

Kreativitas warga Kelurahan Sambirejo, patut diacungi jempol, karena bisa menyulap areal tambang, menjadi objek wisata menarik bagi para wisatawan.

Untuk menyaksikan sunrise dan sunset, areal tambang itu dipapras, dibuat anak-anak tangga. Foto dengan latar belakang anak tangga itu pun juga ciamik.

Dalam Dolbar IKAJUA, diikuti 45 peserta. Sebanyak 37 orang beradal dari Jember. Sedangkan delapan lainnya dari Jakarta, Surabaya, Bekasi, Gresik, Tuban dan Tulungagung. (poedji)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *