• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Candrageni Menjadi Merapi, Penanda Perubahan Peradaban

Candrageni Menjadi Merapi, Penanda Perubahan Peradaban

admin by admin
April 24, 2026
in Kolom
1
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pada zaman kerajaan Medang atau Mataram Kuno tersebutlah nama Candrageni yang sekarang kita kenal dengan nama Gunung Merapi yang sangat kuat membangun sistem budaya masyarakat. Gunung ini menjadi ujung dari garis imajiner yang menghubungkan Pantai Parangkusuma di Bantul, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Tugu, dan Merapi. Sebenarnya ini adalah garif filosofi perjalanan hidup manusia dari awal hingga akhir.

Gunung ini juga menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah budaya dan kekuasaan di Jawa. Sejumlah kerajaan besar dibangun di sekitar gunung tersebut. Hal ini menjadikan Merapi juga mendapat tempat di sejumlah kitab kuno.

Salah satunya terkait apa nama asli gunung api teraktif di dunia tersebut. Dengan kata lain, Merapi bukan nama asli gunung tersebut. Candrageni merupakan nama purba dari Merapi, keduanya tercantum dalam Serat Pustaka Raja Purwa karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. 
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, gunung tidak sekadar bagian dari sistem geografi alam. Gunung akan sangat terkait dengan sistem budaya, bahkan kepercayaan masyarakat. Kerap gunung dikaitkan dengan berbagai kisah dan mitos.

Dalam naskah-naskah lama, Gunung Merapi disebut Mandrageni yang berarti ‘gunung api’. Dalam tradisi lisan masyarakat lereng Merapi, nama ini hidup menjadi Condrogeni atau Candrageni yang diyakini sebagai pusat spiritual gaib penjaga gunung.

Mandrageni adalah nama lama Merapi saat masih jadi pusat mandala spiritual sebelum Mataram Islam. Keraton menganggap Merapi sebagai “cakra mahkota” dan “sumbu langit”, tempat para resi bertapa.

Ada keyakinan bahwa di lereng Merapi terdapat “padepokan gaib” bernama Candrageni atau Condrogeni. Ini bukan padepokan fisik yang bisa didatangi, tapi dipercaya sebagai tempat “lelembut” atau para empu gaib yang menjaga gunung.

Lokasinya sering disebut di sekitar Pasar Bubrah atau di wilayah Kaliurang–Turgo oleh pelaku spiritual. Tempat ini memang tidak ada di peta administratif, yang merupakan folklor spiritual.

Konon sebagian masyarakat meyakini bahwa letusan Candrageni atau Merapi ini menjadikan kerajaan Medang atau Mataram Kuno berpindah ke Jawa Timur. Namun ada teori paling populer dari van Bemmelen tahun 1949, yang menyatakan bahwa pada 928–929 M terjadi eksodus besar-besaran Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur di era Mpu Sindok, dimana letusan dahsyatnya menghancurkan pusat kerajaan di sekitar Prambanan–Yogyakarta.

Bukti pendukung: Prasasti Turyan 929 M di Jatim menyatakan, lapisan abu vulkanik tebal di situs-situs Mataram, dan hilangnya prasasti di Jateng setelah 928 M.

Jika Candrageni merupakan nama kuno berarti gunung yang bikin Medang bubar adalah gunung tersebut, yang kemudian memakai nama Merapi.

Namun dalam update penelitian teori Van Bemmelen pada 2006 telah terbantahkan
Penelitian arkeologi-vulkanologi terbaru menyatakan bahwa tidak ada bukti letusan super colossal Merapi pada 928-929M yang cukup kuat menghancurkan peradaban. Candi-candi Medang seperti Borobudur, Prambanan, Ratu Boko tidak terkubur abu Merapi pada lapisan th 929M.

Sedangkan perpindahan Medang ke Jawa Timur lebih karena faktor politik, ekonomi dan ancaman dari Sriwijaya, bukan bencana tunggal Merapi. Jadi kalau ada yang bilang “Medang pindah karena Merapi meletus”, hal tersebut merupakan campuran teori van Bemmelen dan cerita tutur. Di naskah Ranggawarsita sendiri, tidak disebut eksplisit letusan sebagai penyebab, dan 19 th setelah Medang pindah nama Gunung Candrageni baru berubah menjadi Merapi 947M.

Ada catatan bahwa Ranggawarsita menyebut yang mengganti nama Candrageni menjadi Merapi adalah Prabu Kusumawicitra alias Ajipamasa, raja Pengging Mamenang yang menguasai tanah Jawa. Hal ini menjadikan pertanyaan bahwa Ajipamasa ini siapa? Ada yang menyamakan dengan Mpu Sindok pendiri Medang di Jatim, namun ada juga yang bilang sosok tokoh lain.

Secara ringkas, Condrogeni adalah Merapi dalam konteks mitologis kuno (penyeimbang Jawa), sementara Merapi adalah Candrageni nama yang dikenal saat ini, yang juga melekat dengan berbagai kisah angker, kerajaan makhluk halus, dan “janji” untuk menepati waktu letusan. 

Bullll…. bullll… klepussss…..

( Dirangkum dari berbagai sumber tertulis dan lisan )

Tags: candragenigunung merapimataram kuno
Previous Post

Pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia ke Malaysia Digagalkan, 63 PMI dan 7 WN Myanmar Diamankan

Next Post

‘Kupeluk Kamu Selamanya’, Sean Gelael Jadi Produser Eksekutif

admin

admin

Next Post
‘Kupeluk Kamu Selamanya’, Sean Gelael Jadi Produser Eksekutif

‘Kupeluk Kamu Selamanya’, Sean Gelael Jadi Produser Eksekutif

Comments 1

  1. Budi Rahardjo says:
    5 months ago

    Tapi ada beberapa candi memang terkubur dengan abu diantara Kalasan dan Prambanan. Ada beberapa candi tergali dibawah permukaan tanah.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version