Industri Perhotelan, Tidak Ada Matinya

 Industri Perhotelan, Tidak Ada Matinya
GM Hotel The Singhasari Resort dan Convention Batu Malang, Rusmaidi Fetra nomor tiga dari kiri bersama dosen dan teman-teman alumni BPLP-Akpar-Poltekpar Medan.

Seiring pertumbuhan penduduk, dan tingkat stress manusia, maka kehadiran hotel sebagai akomodasi saat berlibur menjadi hal yang sangat penting. Di hotel itulah, manusia berinteraksi. Selain sebagai tempat menginap, hotel juga tempat menghabiskan waktu bersama keluarga saat berlibur. Atau, menjadi tempat istirahat ketika melakukan perjalanan bisnis.

Untuk alasan itulah, bisnis industry perhotelan tidak ada matinya. Bagi para mahasiswa perhotelan, khususnya yang tengah menimba ilmu di Poltekpar Medan, disarankan lebih membuka wawasan. Camkan, bahwa bisnis perhotelan dan pariwisata itu best on trend.

“Kita harus open minded, harus tahu fokus dan tujuan, karena kita tidak boleh memungkiri bahwa di Indonesia itu pendapatan paling tinggi dalam segi pajak yaitu salah satunya industri pariwisata. Untuk adik-adik yang belajar dan akan bekerja di industry pariwisata, khususnya perhotelan, merupakan kesempatan besar untuk menggambil opportunity tersebut,” ujar Rusmaidi Fetra yang alumni pertama (1994) BPLP Medan, saat berbicara di Masjid Kampus Poltekpar Medan, beberapa waktu lalu.

Fetra mengatakan kepada Jayakarta News, sudah 25 tahun berkecimpung di dunia pariwisata khususnya perhotelan. Ia berharap pengalamannya bisa bermanfaat buat para mahasiswa yang sedang belajar di Poltekpar Medan. “Karena untuk menjadi seseorang, salah satunya harus punya sample atau orang yang kita idolakan, untuk dijadikan motivasi,” jelas Fetra.

Jadi para mahasiswaw Poltekpar Medan harus memiliki mimpi yang besar. Harus punya mimpi menjadi wiraswastawan, atau jadi GM, CEO atau menjadi managing perhotelan suatu perusahaan, terutama di bisnis perhotelan,” jelas Fetra.

Lanjutnya, untuk mencapai jenjang impian besar itu bukan seperti membalikkan telapak tangan, melainkan ada proses yang harus dilalui, antara lain harus disiplin, open minded, penampilan dan banyak berdoa, supaya menenangkan emosi.

“Jadi pengalaman yang 25 tahun itu, saya sampaikan kepada mahasiswa-mahasiswi Poltekpar Medan yang lagi tahap pembelajaran pada acara Dies Natalis Poltekpar Medan ke-27, untuk memotivasi dan bekal buat mereka ketika sudah memasuki dunia industry,” tambahnya. Kehadiran General Manager (GM) Hotel The Singhasari Resort dan Convention Batu Malang, Rusmaidi Fetra itu, adalah dalam rangka memenuhi undangan dari  pihak kampus.

Fetra juga mengingatkan para mahasiswa ihwal perkembangan zaman yang telah memasuki era digital. Semua manajemen perhotelan modern mulai memakai sistem online. “Jangan sampai, ketika tamat kuliah, gagap teknologi,” tandasnya.

Rusmaidi Fetra berdiri dari kanan bersama dosen dan para alumni. Foto Monang Sitohang

Para mahasiswa yang notabene adalah generasi milenial, harus menggunakan teknologi digital jika ingin maju. Ia mencontohkan, tamatan Prodi Pati Seri memiliki kompetensi dalam mensupervisi usaha operasional pada bagian pastry dan bakery. Produknya nanti bisa dijual online, jika pintar mengemas dengan gambar-gambar yang menarik serta memainkan promo-promo menarik, kemungkinan usahanya nanti akan dikenal dan di saat itu sudah berjalan bukan penjual lagi yang pergi ke tempat jasa pengantar, tapi jasa pengantar yang datang menjemput untuk mengantar ke pemesan.

Kemudian Fetra menjelaskan, “Orang hotel itu pada dasarnya adalah jasa, jadi harus memiliki sense of hospitality.  Harus mampu memberi pelayanan kepada tamu yang datang dari hati, dan hotel harus ready dengan kualitas pelayanan, kebersihan, informasi yang jelas serta manajemen penetapan harga,” tutup Fetra. (monang sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *