Geliat Bisnis Kopi Pinggiran “Bergas”

 Geliat Bisnis Kopi Pinggiran “Bergas”

MINUM kopi di warung, bagi orang Jawa Timur, sudah menjadi kebiasaan yang mengasyikkan. Tak heran bila belakangan berkembangan fenomena munculnya warkop bak jamur di musim hujan. Satu di antara sekian banyak warkop pinggiran yang sukses adalah Warkop “Bergas”.

Kedai kopi itu terletak tak jauh dari pertigaan Jl Demak – Jl Kalibutuh, Surabaya. Tiap malam, warkop sederhana seluas sekitar 3 x 7 meter itu, penuh sesak pengunjung yang memanjakan diri minum kopi rasa kafe dan hotel, dengan harga yang tidak merobek dompet.

Uniknya, di warung ini, selain menyajikan kopi saji, juga menyediakan bahan kopi bubuk fussion coffee. Pria asal Banyuwangi itu hijrah ke surabaya enam tahun lalu. Di Surabaya, ia merintis dari warkop kebanyakan. Bertemu penulis setahun lalu, ia sudah mencanangkan bidikan usaha ke arah fusion coffee, agar penikmat kopi lebih termanjakan. Prinsip fusion coffee, kopi arabika maupun robusta berasa buah-buahan asli, bukan esen kimia, melainkan kopi difussikan dengan fusi buah-buahan.

Kopi fusi memiliki keunggulan tersendiri, karena terjadi pengikatan oksigen dan nitrogen yang cukup atau nutrisi pangan padat cair NP2C, kopi menjadi sehat dikonsumsi dengan aneka rasa buah. “Sudah lama saya mencari metode di luar penggunaan esen, Fussi buah kemudian difussikan ke kopi,” ujar ayah dua putra itu.

Penyajiannya pun tak kalah gengsi dengan blend coffee di mall-mall atau hotel, untuk pemula penikmat kopi, disajikan Bergas Standard. Adapun menu Bergas Special, perpaduan kopi robusta dan arabika dengan rasa berbagai buah. Espresso blend, tersaji setingkat international premium coffee, katanya. Begitu juga Luwak wine coffe, benar-benar kopi luwak yang difussikannya dengan buah anggur asli.

Kalau penikmat kopi ingin bawa pulang kopi bubuk, menurut Adam, tersedia kemasan yang dirancang elegan, siap dibawa pulang. Per plastik hanya Rp. 25.000  kata Adam. Di warungnya ini, Adam jelaskan, bisa dipesan rosella madu, katanya, rosella yang difussikannya, jauh lebih sempurna dibandingkan produk rosella kemasan yang sudah ada.

Tak ayal, hasil usaha warkopnya, bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dan yang penting, kata dia, bisa menutup utang-utang. Di warung kopinya ini, Adam mempekerjakan sekitar 6 orang, karena buka 24 jam, per pekerjanya bekerja sekitar 8 jam. Per hari, kata Adam, penghasilan bersih, ya, tak kurang Rp. 400.000,-, katanya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *