Agribisnis
GAPKI Catat Ekspor Sawit Mei Naik 49,7 Persen
JAYAKARTA NEWS – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat total ekspor produk sawit pada bulan Mei naik menjadi 2.664 ribu ton atau naik sebesar 49,75 persen dari ekspor bulan sebelumnya sebesar 1.779 ribu ton.
“Kenaikan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang naik menjadi 1.967 ribu ton dari 1.241 ribu ton pada bulan Mei sebesar 58,50 persen,” ungkap Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono dalam keterangan resminya, Rabu (23/7/2025).
Mukti juga menyebutkan, ekspor CPO ikut naik menjadi 164 ribu ton dari 54 ribu ton pada bulan Mei atau 23,70 persen. Demikian juga ekspor oleokimia juga mengalami kenaikan menjadi 437 ribu ton dari 368 ribu ton pada bulan Mei (18,75 persen).
Dengan demikian, kata Mukti, nilai ekspor produk sawit bulan Mei mengalami kenaikan dari US$ 2,069 miliar di bulan April menjadi US$ 2,822 miliar atau naik sebesar 36,40 persen.
Sedangkan nilai ekspor Januari-Mei mencatat kenaikan dari US$ 10,035 miliar pada 2024 naik menjadi US$ 13,641 miliar pada tahun 2025 atau naik sekitar 35,93 persen.
“Kenaikan nilai ekspor tresebut antara lain karena harga rata-rata produk Januari-Mei tahun 2025 sebesar US$ 1.186/ton Cif Rotterdam lebih tinggi dari rata-rata Januari-Mei tahun 2024 sebesar US$ 997/ton Cif Rotterdam,” jelas Mukti.
Mukti menyebutkan, negara tujuan ekspornya naik pada bulan Mei dari bulan sebelumnya antara lain; India (230 ribu ton), China (88 ribu ton), USA (32 ribu ton), Pakistan (50 ribu ton), Bangladesh (54 ribu ton), Afrika (197 ribu ton) dan EU (117 ribu ton).
Sementara negara tujuan yang mengalami penurunan ekspor di bulan Mei dibandingkan dengan bulan April terjadi untuk tujuan Russia (-27 ribu ton).
Dari sisi produksi, GAPKI mencatat, untuk minyak sawit mentah (Crude palm oil/CPO) pada Mei 2025 terjadi penurunan 7,01 persen menjadi 4.165 ribu ton dari 4.479 ribu ton di bulan sebelumnya. Demikian juga PKO bulan Mei juga turun menjadi 396 ribu ton dari 425 ribu ton.
“Secara year on year (YoY) sampai dengan bulan Mei, produksi CPO dan PKO tahun 2025 mencapai 22.600 ribu ton atau sekitar 2,08 persen lebih tinggi dari produksi tahun 2024 sebesar 22.140 ribu ton,” jelas Mukti.
Mukti menyebutkan, untuk konsumsi dalam negeri juga mengalami penurunan dari 2.100 ribu ton pada April menjadi 2.029 ribu ton pada Mei.
Lebih lanjut Mukti merinci, konsumsi untuk pangan Mei turun menjadi 803 ribu ton atau turun sebesar 7,81 persen dari bulan sebelumnya sebesar 871 ribu ton.
“Penurunan juga pada biodiesel menjadi 1.039 ribu ton atau sebesar 0,67 persen dari bulan sebelumnya sebesar 1.046 ribu ton,” ujar Mukti.
Sedangkan untuk oleokimia naik menjadi 187 ribu ton atau sebesar 2,19 persen dari bulan sebelumnya sebesar 183 ribu ton. (yog)
