‘Jahanam’ Menembus Oscar

JAYAKARTA NEWS—– Komite Seleksi Oscar Indonesia telah memutuskan film ‘Perempuan Tanah Jahanam’ (PTJ) alias ‘Impetigore’ sebagai utusan resmi Indonesia untuk berlaga di ajang Oscar ke 93 tahun 2021 untuk kategori The International Feature Film Awards.

Film PTJ yang disutradarai Joko Anwar produksi Base Entertainment, Ivanhoe Pictures, C J F&M Division dan Rapi Films. Komite Seleksi Oscar Indonesia dibentuk oleh Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) terdiri atas 13 anggota dengan Ketuanya Garin Nugroho. Ke 13 anggota Komite Seleksi tersebut adalah Alim Sudio, Tya Subiakto, Benny Setiawan, Widyawati, Chand Parwez Servia, Yudi Datau, Deddy Mizwar, Zairin Zain, Garin Nugroho, Hanung Bramantyo, Ilham Bintang, Sentot Sahid dan Titien Wattimena.

Komite Seleksi bekerja mulai 10 September 2020. Sejak 1987, Indonesia ikut Oscar untuk kategori International Feature Film (dulu istilahnya ‘foreign language’) berupa film panjang di luar Amerika nonbahasa Inggris. Sampai tahun 2019, sudah mengirimkan 21 film cerita panjang dan tak satu pun belum berhasil masuk di nominasi. Tahun ini, proses seleksi ditandai dengan situasi krisis pandemi Covid 19. Film yang diseleksi cuma 59 judul, padahal di tahun 2019 ada 140 judul film yang diseleksi. Ditambah lagi bioskop belum dibuka untuk umum. Padahal, syarat utama film yang diseleksi harus beredar di bioskop.

“Namun, Komite Seleksi tetap menjalankan fungsinya dan menilai semua film,” ujar Ketua Komite Seleksi, Garin Nugroho. “Rapat Komite Seleksi dilalui dengan diskusi dan berjalan sangat alot. Penuh beragam pandangan. Namun, semangat kebersamaan ditambah tukar pikiran dan cara pandang sekaligus aklamasi menjadi gabungan dalam cara memutuskan film PTJ yang dikirim ke Oscar,” pungkas Garin Nugroho. (pik)

Film ‘PTJ’ Gaet 17 Nominasi FFI 2020, Tak ada Kasta Terendah

JAYAKARTA NEWS—– Sepanjang sejarah FFI, baru pertama terjadi sebuah film horor dan thriller mendominasi festival. ‘Perempuan Tanah Jahanam’ (PTJ) karya sutradara Joko Anwar, 44 tahun, mencatatkan rekor nominasi terbanyak yaitu 17 nominasi. “Saya menyatakan rasa senang. Artinya film saya dapat pengakuan. Ini yang memilih pekerja film dan tim juri nominasi FFI sebanyak 66 orang yang berasal dari asosiasi perfilman resmi,” ujar Joko Anwar dalam jumpa pers daring (virtual), baru-baru ini.

Dikatakannya, Joko Anwar ingin mengangkat pamor film bergenre horor. “Dulu kala film itu ada kastanya. Film horor kastanya dibawah. Padahal, di film enggak ada kastanya,” kelit Joko yang pernah meraih piala Citra di FFI 2015 untuk kategori Sutradara Terbaik. “Semua genre film kalau dibuat sungguh-sungguh dan serius hasilnya pasti baik,” terang Joko Anwar yang menambahkan bahwa film PTJ berhasil mengumpulkan 1, 8 juta penonton.

Bahkan, film yang dirilis resmi bulan September 2019 ini juga masuk peringkat ke 5 dalam penghitungan film horor di Thailand. “Ini membuktikan ‘hororwave’ itu ada. Baik di Asia, Eropa maupun Amerika,” ungkap Joko lagi. Dari 21 kategori, beberapa kategori unggulan dimasuki PTJ, yaitu film cerita panjang (film bioskop), sutradara, skenario cerita asli, penata musik, pemeran utama pria dan wanita, pemeran pendukung pria dan wanita dll.

Untuk kategori Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik, PTJ merebut 2 nominasi yaitu Christine Hakim dan Marissa Anita. Hanya ada 4 kategori yang tidak sesuai dengan jenis PTJ, dimana PTJ tidak diunggulkan, yaitu dokumenter, film cerita pendek, animasi dan skenario cerita adaptasi terbaik.

Dari banyak film yang dibuat Joko Anwar, selalu mencuat ciri karakternya yaitu feminis dan penandanya perempuan hamil. Lihat saja : ‘Janji Joni’ (perempuan bukan makhluk lemah), ‘Kala’ (perempuan berpedang besar yang membunuh semua lawannya), ‘Pintu Terlarang’ (isteri dan ibu mertua dominan), ‘Modus Anomali’ (tokoh perempuan dominan dan tokoh pria hancur) dan ‘Copy of My Mind’ (perempuan bukan makhluk lemah dan tak patuh pada laki-laki). Sedang di film ‘Pengabdi Setan’, Joko Anwar yang mantan wartawan Jakarta Post ini
menampilkan sosok Ibu bernama Mawarni dari sekte Kesuburan yang memuja Setan demi mendapatkan keturunan.

Juga, film pendeknya yang belum rilis berjudul ‘Waiting Room’ berkisah ihwal keperkasaan perempuan. PTJ dilihat dari judulnya saja, dominan pada perempuan. Christine Hakim sebagai ibu digambarkan biang kerok anak laki-lakinya (Ario Bayu) yang jadi dukun dan pembunuh. Mungkin hanya di film ‘Gundala’ yang tayang 2019 yang tak bicara tentang perempuan, meski tokoh perempuan banyak ditampilkan dalam film ini. (pik)

Joko Anwar: Minat Menonton Film di Bioskop Makin Meningkat

Sutradara terkenal Joko Anwar yang akrab disapa Jokan mengungkapkan bahwa kenikmatan sebuah film benar-benar terpenuhi jika menonton film di bioskop.  “Belakangan saya mengamati secara gamblang terdapat pertumbuhan minat menonton film di bioskop. Dengan kemudahan yang ditawarkan kepada masyarakat dalam membeli tiket, saya berharap penonton film akan meningkat,” kata Joko Anwar dalam acara peluncuran digital Bank (digibank) yang merupakan kerjasama antara Bank DBS Indonesia dengan M-Tix dalam aplikasi digital untuk membeli tiket nonton di bioskop di Jakarta, baru baru ini.

Sutradara ‘Pengabdi Setan’ yang mencapai box office ini mengakui perkembangan industri teknologi digital bisa lebih cepat balik modal. “Hal ini harus didukung ekosistem teknologi yang modern yang memudahkan masyarakat menonton film pilihannya di bioskop,” imbuh Jokan yang sedang mempersiapkan film ‘Gundala’ Agustus tahun ini.

Masyarakat belakangan sudah sangat mudah mengakses teknologi dan internet. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, lebih dari 50 persen atau sekitar 143 juta orang dari total populasi 262 juta penduduk Indonesia telah terhubungan jaringan internet sepanjang tahun 2017. Mayoritas dari mereka menghabiskan 4-7 jam sehari untuk mengakses media jejaring sosial dan situs hiburan.

Sedangkan Senior Vice President digibank partnership PT Bank DBS Indonesia, Neni Veronica mengemukakan, kerjasama antara digibank dan M-Tix adalah salah satu dukungan terhadap pelaku industri perfilman dan pemerintah dalam mengurangi pembajakan film di tanah air.

“Dengan kemudahan yang kami hadirkan, masyarakat dapat membeli tiket nonton di bioskop secara cepat. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan pembayaran non-tunai, khususnya dalam melakukan transaksi keungannya,” ujar Neni Veronica.

Melalui layanan terbaru ini, pengguna dapat membeli tiket nonton film di bioskop melalui tiga cara mudah dan cepat tanpa harus antre. Pertama, pengguna hanya perlu klik icon digistore di halaman utama dan pilih ikon sinema. Setelah itu, pengguna diminta melengkapi data akun M-Tix yang dimiliki dan pilih jumlah yang ingin di top-up.

Untuk pengisian saldo minimum Rp 200.000 akan mendapatkan saldo M-Tix tambahan sejumlah Rp 50.000. Setelah terisi, pengguna dapat langsung membeli tiket nonton film terbaru di aplikasi M-Tix tanpa perlu antre dan takut kehabisan tiket. Kemudahan layanan ini tentunya sejalan dengan misi Bank DBS yaitu ‘Live More, Bank Less’.***

Pro-Kontra Kicauan Joko Anwar

Joko Anwar

TAK semua film Indonesia yang tayang Lebaran ternyata menarik untuk ditonton. Setidaknya menurut sutradara Pengabdi Setan, Joko Anwar. Sebagai pecinta film sekaligus sutradara film Indonesia, Sabtu (15/6), Joko Anwar berkicau soal kekecewaannya menonton dua film Indonesia yang baru tayang di bioskop.

“Nonton film baru di bioskop. Nggak kuat. Jelek banget huhuhu… Pindah nonton film satu lagi. Sama aja. Kepala jadi pening. Entah karena nonton dua film ini atau kolesterol naik. Kolesterol kayaknya ya,” tulisnya lewat akun twitter @jokoanwar.

Kecewa dengan dua film ini, sutradara ini menyayangkan banyak sutradara yang bikin film dengan serius, namun hasilnya mengecewakan.

“Kadang orang bikin film dengan sungguh-sungguh, tapi hasilnya tetap bisa gagal. Tapi ini, bahkan nggak mencoba supaya bikin film dengan baik. Asal banget. Asal dapat fee. Penonton film Indonesia udah mulai percaya sama kualitas film lokal. Janganlah dirusak,” ujarnya.

Dua kicauan Joko Anwar yang menurut warganet kontroversial ini pun lantas menuai pro-kontra. Banyak warganet yang tersinggung terhadap komentar negatif mas Joko Anwar yang juga ramai beredar di akun instagram gosip tersebut.

“Semakin orang ngerti film, semakin orang gak bisa menikmati film. Ini anugerah sekaligus kutukan lo om jok.. hehehe,” tulis @papa4ndre.

“Seharusnya mas gak boleh ngomong film jelek, bagaimana klo ada yg tersinggung. Dan bagaimana klo film mas @jokoanwar yg dibilang jelek, gak bermutu,” tulis @siagian_kahen.

“Mas, klo lu bikin suatu karya, terus dibilang jelek. Apa respon lu?” tulis @siagian_kahen. ***

Kaum Muda Dilibatkan dalam Asian Games 2018

BADAN pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018 melibatkan mahasiswa untuk ikut mensukseskan Asian Games ke-18 Jakarta-Palembang melalui karya film pendek. Tercatat sekitar 10 universitas terpilih ambil bagian dalam pembuatan film berdurasi waktu pendek itu.

Menurut Sutradara, Joko Anwar bahwa kompetisi short film selalu berguna untuk mencari bakat baru di dunia perfilman. Pekerja-pekerja film baru yang memiliki skill sangat dibutuhkan di industri karena saat ini industri film Indonesia sedang defisit kru.

“Yang penting selain inisiatif juga adalah bagaimana bisa membuat lebih banyak pembuat film yang ikut kompetisi ini. Sehingga benar-benar bisa jadi ajang showcase talenta baru” kata Joko.

Dalam kompetisi ini, Panitia Pelaksana telah menyediakan empat tema yakni Unity in Diversity, Energy of Asia, The World is Watching, dan Preparing for Triumph. Masing – masing tema dapat dipilih oleh para peserta lomba sebagai tema dasar film pendek yang akan mereka buat. Tentunya tema – tema ini memiliki ciri tersendiri.

Unity in Diversity, misalnya lebih memaparkan mengenai perbedaan dan keindahan Indonesia serta memperlihatkan lokasi terbaik Indonesia seperti flora dan fauna, laut, sejarah, tradisi, musik, dan hutan. Tema kedua, Energy of Triumph, lebih menceritakan mengenai pesta olahraga spesial yang diadakan untuk masyarakat lokal.

The World is Watching yang menjadi tema ketiga, merupakan tema mengenai suatu multi-event olahraga yang akan disaksikan oleh seluruh dunia. Preparing for Triumph yang merupakan tema keempat menceritakan tentang acara olahraga yang dapat menyatukan kebersamaan manusia.

“Film ini tidak harus dibebani dengan misi untuk menggugah, tapi cukup dibuat dengan storytelling yang baik dengan bantuan teknis maupun estetika. Storytelling yang baik akan membantu mencapai pembuatan film pendek tersebut,” tambah Joko Anwar ketika dihubungi.

Selanjutnya, para peserta akan terlibat dalam Asian Games 18 untuk membantu tim broadcast selama perhelatan berlangsung. Pemenang Grand Prize Kompetisi “Vignette” film pendek ini adalah kelompok Iseng-iseng dari Universitas BINUS. Iseng – iseng beranggotakan Obelia Simone, Diandra Pramestisari Pololessy, dan Sufyan Tsaurie. Kelompok ini terinspirasi dengan semangat Asian Games pada tahun 1962 yang ingin dibawa pada Asian Games 2018.

Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 menjelaskan bahwa dengan interaksi dan kolaborasi bersama seluruh pelaku broadcaster yang telah mendunia dan akan bekerja di Asian Games ke-18 ini, kami berharap banyak generasi muda Indonesiayabg dapat mengembangkan karir di industri siaran olahraga Asia dan dunia serta Asian Games 18 meninggalkan legacy kepada generasi muda Indonesia.

“Yang lebih membanggakan lagi, pemenang dari kompetisi akan diberangkakan ke London untuk belajar di National Film and Television School dan akan diajak meninjau lokasi produksi dari mitra pelaksana broadcaster Asian Games” tegasnya. ***

Joko Anwar Umumkan Proyek  Terbaru ‘Gundala’

JOKO Anwar mengumumkan proyek film terbarunya berjudul Gundala pada Rabu (4/4) ini. Film yang menjadi proyek ketujuhnya usai Pengabdi Setan itu diumumkannya melalui media sosial Twitter.

“Petualangan baru. Film ketujuh saya. Mohon doa restu, teman-teman. Gundala,” cuit Joko seraya menyertakan poster film. Tentang pemeran-pemerannya, Jokan belum bisa menyebutkan nama-namanya. “Lagi digodog oleh kami,” kata Joko.

Dalam posternya, film itu digarap Joko di bawah naungan rumah produksi Screenplay Films, Bumilangit Studios, dan Legacy Pictures.

Gundala merupakan karakter ikonis ciptaan Hasmi yang muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada 1969.

Komik bergenre fantasi ini sangat dipengaruhi oleh cerita pahlawan super Amerika Serikat untuk desain dan jenis kekuatan, yakni The Flash ciptaan Gardner Fox dari DC Comics.

Joko Anwar

Pada 2005 silam, dalam sebuah wawancara, Hasmi pernah menyebut bahwa ide kekuatan Gundala yang berupa petir didapatnya dari tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Sela, yang diceritakan bisa menangkap petir.

Hasmi mengambil latar tempat di Yogyakarta dan kearifan Indonesia di alur ceritanya untuk komik Gundala. Namun, film Gundala Putra Petir (1982) yang disutradarai Lilik Sudjio berlatar di Jakarta. Film ini dibintangi oleh Teddy Purba, Ami Prijono dan W.D. Mochtar.

Sebelumnya, Joko sukses menggarap film Pengabdi Setan yang diadaptasi dari karya berjudul sama garapan Sisworo Gautama Putra pada 1980.

Film tersebut berhasil menjadi film terlaris 2017 dengan mendapat lebih dari 4,2 juta penonton. Kini, film tersebut tengah melanglangbuana dan tayang di sejumlah negara di dunia.

Selain Pengabdi Setan, Joko pun telah dikenal melahirkan sejumlah karya seperti Janji Joni(2005), Kala (2007), Pintu Terlarang (2009), Modus Anomali (2012), dan A Copy of My Mind(2015). ***

Pengabdi Setan Raih 3 Juta Penonton

Film Pengabdi Setan yang sukses meraup 3 juta penonton.

BERAWAL dari angka 90.000 penonton di hari pertama 28 September 2017 lalu, film Pengabdi Setan besutan sutradara Joko Anwar mengantongi angka 3 juta penonton setelah hampir 20 hari tayang di bioskop. Dilansir akun Instagram @pengabdisetanofficial, Selasa (17/10/2017) sekitar pukul 19.00 WIB, film yang berhasil menyabet 13 naominasi Piala Citra 2017 ini telah resmi mengantongi angka 3 juta penonton. “Terima kasih untuk 3 juta penonton yang telah menyaksikan ‘Pengabdi Setan’,” tulis akun @pengabdisetanofficial.

Keluarga pengabdi setan dalam film “Pengabdi Setan”.

Perolehan penonton tersebut menambah deret prestasi Pengabdi Setelah. Sebelumnya, film remake ini mencetak rekor sebagai film horor pertama yang masuk nominasi film terbaik FFI.

Seperti dilaporkan filmindonesia.or.id, Pengabdi Setan kini menempati peringkat kedua film Indonesia terlaris tahun ini. Sejak beberapa waktu lalu, Pengabdi Setan resmi menggeser posisi film horor lainnya, Danur yang mengantongi 2,7 juta penonton. Sementara posisi pertama masih ditempati Warkop DKI Reborn Part 2 dengan 4 juta penonton. ***

Sepekan Tayang, Pengabdi Setan Ditonton Sejuta Orang

GELIAT film nasional kembali mempesona penonton. Sepekan sejak rilis di bioskop, film remake karya Joko Anwar, Pengabdi Setan, berhasil mengundang banyak penonton. Film yang dikampanyekan sebagai tontonan terhoror di Indonesia ini, merupakan daur ulang film era 1980-an.

Tak hanya publik awam, para sineas pun tak luput memberikan pujian kepada Joko atas pencapaian film horornya yang tayang perdana pada 28 September lalu.

Apresiasi penonton terus mengalir hingga hari ini. Seperti dilansir akun Instagram @pengabdisetanofficial pada Kamis (5/10/2017), film yang melakukan pengambilan gambar di Bandung ini telah ditonton hampir satu juta orang. Tepatnya telah ditonton 958.740 orang.

Menurut laman www.filmindonesia.or.id, Pengabdi Setan berada pada posisi ke-7 tepat di bawah Sweet 20 yang ditonton 1 juta lebih orang. Jumlah saat ini diperkirakan terus bertambah ke angka 1 juta, mengingat film ini masih tayang di 165 bioskop seluruh Indonesia.

Bagi Anda yang belum menyaksikannya, bisa mengunjungi jaringan bioskop XXI, CGV, Cinemaxx dan Platinum Cineplex di seluruh Indonesia.
Film remake yang dibintangi Tara Basro, Dimas Aditya, Endy Erfian, Nazar Anus, Ayu Laksmi ini bercerita tentang Rini beserta bapak, ibu, dan ketiga adik laki-lakinya. Mereka terpaksa tinggal di rumah neneknya di luar kota setelah rumah mereka dijual untuk pengobatan ibunya.

Ibunya sakit selama tiga setengah tahun tanpa diketahui penyebabnya, sehingga keluarga mengalami krisis finansial. Setelah ibunya meninggal, ayah Rini pergi untuk sebuah pekerjaan. Teror mulai muncul. Sosok perempuan menyerupai ibu mereka menghantui Rini dan adik-adiknya.

Rini menemukan fakta bahwa di masa lalu keluarganya terlibat suatu perjanjian hitam yang mengancam keselamatan keluarga mereka. Rini dan adik-adiknya harus membuka misteri masa lalu untuk tetap hidup.***

Pengabdi Setan, Kartini, Raih Nominasi FFI Terbanyak

FILM  Pengabdi Setan arahan sutradara Joko Anwar mendapatkan nominasi terbanyak dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Dalam pengumuman nominasi FFI tahun ini di Raffles Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017) malam lalu, layar lebar versi reboot dari film berjudul sama produksi 1980 ini menjadi nomine untuk 13 kategori. Di antaranya, nominasi untuk Penata Musik Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Pencipta Lagu Tema Terbaik, Sinematografi Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Film Terbaik.

Selain Pengabdi Setan, film Kartini arahan sutradara Hanung Bramantyo juga mendapatkan 13 nominasi.
Malam puncak penghargaan FFI tahun ini, akan dihelat di Manado pada 11 November 2017.

Berikut daftar 13 nominasi untuk film Pengabdi Setan dan Kartini:
1. Penata Busana Terbaik
Anggia Kharisma ( Filosofi Kopi 2: Ben & Jody)
Dara Asvia (Sweet 20)
Gemailla Gea Geriantiana (Night Bus)
Isabelle Patrice (Pengabdi Setan)
Retno Ratih Damayanto (Kartini)
2. Penata Rias Terbaik
Cherry Wirawan (Night Bus)
Cherry Wirawan, Dian Angraini (Gerbang Neraka)
Cika Rianda (Posesif)
Darwyn Tse (Pengabdi Setan)
Darto Unge (Kartini)
3. Penata Artistik Terbaik
Allan Sebastian (Kartini)
Allan Sebastian (Pengabdi Setan)
Benny Lauda (Filosofi Kopi 2: Ben & Jody)
Vida Sylvia (Sweet 20)
4. Penata Efek Visual Terbaik
Amrin Nugraha (Night Bus)
Epix Studio, Postima, MAG – (Rafathar)
Finalize Studios (Pengabdi Setan)
Fixit Works (Pasukan Garuda)
Fixit Works (The Doll 2)
Orangeroom CS – Gerbang Neraka
5. Penata Musik Terbaik
Aghi Narottama, Tony Merle, dan Bemy Gusti (Pengabdi Setan)
Ivam Gojaya (Galih dan Ratna)
McAnderson (Ben & Jody)
Thoersi Argeswara (Pasukan Garuda)
Tya Subiakto – Mooncake Story
6. Pencipta Lagu Tema Terbaik
Isyana Sarasvati “Sekali Lagi” (Critical Eleven)
Melly Goeslaw “Dalam Kenangan” (Surga yang Tak Dirindukan 2)
Mada The Overtunes “Senyuman dan Harapan” (Cek Toko Sebelah)
The Spouse “Kelam Malam” (Pengabdi Setan)
7. Penata Suara Terbaik
Dwi Budi Priyanto, Khikmawan Santosa (Pasukan Garuda)
Khikmawan Santosa, Anhar Moha (Pengabdi Setan)
Khikmawan Santosa, Sutrisno (Kartini)
Wahyu Tri Purnomo, Jantra Suryaman (Night Bus)
Khikmawan Santosa, Mohamad Ihsan Sungkar, Madunazka (Cek Toko Sebelah)
Khikmawan Santosa, Mohamad Ihsan Sungkar, Suhadi (Critical Eleven)
8. Penyunting Gambar Terbaik
Aline Jusria (Sweet 20)
Arifin Cuunk (Pengabdi Setan)
Cesa David Luckmansyah (Cek Toko Sebelah)
Kelvin Nugroho, Sentot Sahid (Night Bus)
Ryan Purwoko (Critical Eleven)
Wawan I Wibowo (Kartini)
W Ichwandiardono (Posesif)
9. Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
Bagus Pramanti, Hanung Bramantyo (Kartini)
Fathan Todjon, Lucky Kuswandi (Galih dan Ratna)
Joko Anwar (Pengabdi Setan)
Rahabi Mandra, Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)
Upi (Sweet 20)
10. Pengarah Sinematografi Terbaik
Amalia TS (Galih dan Ratna)
Anggi Frisca (Night Bus)
Batara Goempar (Posesif)
Faozan Rozal (Kartini)
Ical Tanjung (Pengabdi Setan)
11. Pemeran Anak Terbaik
Aisha Nurra Datau (Iqro)
Bima Azriel (Surat Kecil untuk Tuhan)
Muhammad Iqbal (Stip dan Pensil)
Muhammad Adhiyat (Pengabdi Setan)
Muhammad Razi (Surau dan Silek)
Neysa Chandra Melisenda (Kartini)
12. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Adinia Wirasti (Cek Toko sebelah)
Christine Hakim (Kartini)
Cut mini (Posesif)
Djenar Maesa Ayu (Kartini)
Marissa Anita (Galih dan Ratna)
Niniek L Karim (Sweet 20)
Widyawati Sophiaam (Sweet 20)
13. Pemeran Utama Wanita Terbaik
Adinia Wirasti (Critical Eleven)
Dian Sastrowardoyo (Kartini)
Putri Marino (Posesif)
Sheryl Sheinafia (Galih dan Ratna)
Tatjana Saphira (Sweet 20)
14. Pemeran Utama Pria Terbaik
Adipati Dolken (Posesif)
Deddy Sutomo (Kartini)
Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah)
Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)
15. Sutradara Terbaik
Edwin (Posesif)
Emil Heradi (Night Bus)
Ernesr Prakasa (Cek Toko Sebelah)
Hanung Bramantyo (Kartini)
Joko Anwar (Pengabdi Setan)
Ody C Harahap (Sweet 20)
16. Film Terbaik
Cek Toko Sebelah
Kartini
Night Bus
Pengabdi Setan
Posesif