Dubes Lutfi Rauf Bangga Atas Inisitatif Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Mesir

 Dubes Lutfi Rauf Bangga Atas Inisitatif Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Mesir

JAYAKARTA NEWS – Sebagai bentuk apresiasi dan upaya melestarikan peran dan kontribusi para ulama Nusantara dalam penyebaran ajaran Islam serta untuk menghidupkan tradisi kajian keilmuan di bidang filologi, Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Cairo (PMIK) menyelenggarakan Seminar dan Pameran Jejak Ulama Jawi di Cairo.

Acara ini terselenggara atas kerja sama PMIK dengan Pojok Peradaban dan didukung oleh Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo. Berlangsung dari tanggal 28 Maret sampai dengan 4 April 2021, di Wisma Nusantara, Nasr City Mesir. Seyogianya pameran akan ditutup tanggal 1 April 2021, tetapi melihat animo dan permintaan pengunjung pameran sebelumnya, akhirnya perhelatan diperpanjang sampai 4 April 2021

Ketua PMIK Dede Rohmatul Farid mengungkapkan rasa syukurnya selama 6 hari pameran, pengunjung yang hadir mencapai 700 orang lebih. Mereka datang silih berganti. Dari pagi hingga sore hari. Mahasiswa negara serumpun ASEAN pun tidak kalah antusias.

“Alhamdulillah, antusiasme mahasiswa untuk mengikuti pameran sangatg tinggi. Pameran ini merupakan manifestasi awal dari usaha pengarsipan dan penelitian sarjana dan mahasiswa Indonesia di Cairo atas naskah lama karya Ulama Jawi di Cairo, upaya ini  sudah berjalan mulai 10 tahun lalu. Fase selanjutnya, kodikologi dan digitalisasi atas karya-karya tersebut akan terus kami lanjutkan. Kami memohon dukungan dari seluruh pihak untuk misi mulia ini,” ungkapnya

Dalam pameran ini, tambah Ketua PMIK, terdapat 63 naskah karya ulama Jawi (baca: nusantara) cetakan Cairo berbahasa Arab dan Pegon pada kurun waktu 1900-1960 M yang berhasil dihimpun oleh panitia pameran. Pada hari terakhir pameran, panitia mendapatkan 30 naskah lama karya ulama Jawi, koleksi Nurhadi, mahasiswa asal Perak Malaysia.

Selain itu, panitia juga mendapatkan tambahan koleksi sebuah naskah asal Mojokerto, koleksi Ima Maghfirah, mahasiswi Indonesia. Fragmen naskah ini belum  diketahui penulisnya, namun berdasarkan cap kertas Pro Satria asal Inggris, diperkirakan ditulis tahun 1800-an.

Sementara diantara deretan nama ulama Jawi tersebut adalah Ismail bin Abdul Muthalib Al-Atsi, Abdurrauf bn Ali Al-Fanshuri, Muhammad Daud Al-Fathoni, Muhammad Idris Al- Marbawi, Hasan Jambi bin Haji Yahya, Abdus Shamad Al-Palimbani, Muhammad Nawawi Al-Bantani, Muhammad Mukhtar Atharid Al-Buquri, Mustafa bin Usman Sastramanggala Garut, Muhammad Arsyad bin Abdullah Banjar, Abdul Qadir Sambas, Muhammad Shaleh bin Umar As-Samarani Darat, Muhammad Mahfudz bin Abdullah bin Abd. Manan, Hasyim Asyari, Ahmad bin Shadiq Lasem, Ihsan Muhammad Dahlan, Jampes, Abdul Gani BIma, dan Yusuf Makassar.

Mayoritas naskah-naskah karya ulama Jawi terserbut diperoleh dari Perpustakaan Musthafa el-Baby el-Halaby, Mesir. Perpustakaan ini didirikan pada 1859 oleh Ahmad al-Halabi, imigran asal Syria dan menerbitkan karya-karya ulama nusantara dalam berbagai bidang ilmu agama dan ilmu terapan. Diantaranya adalah Turjuman Mustafid karya tafsir melayu Syekh Abdurrauf bn Ali Al-Fanshuri, I’tiqad Ahlu Sunnah karya Muhammad Mukhtar Atharid Al Buquri dalam bidang Akidah, Bahr Madzi Syarh Mukhtasar Sahih Tirmidzi karya Syekh Muhammad Idris Al- Marbawi, beberapa karya syeikh Nawawi Al-Bantany dalam ilmu kalam dan fikih, serta sejumlah kitab berbahasa melayu dengan tulisan arab pegon. Selain ilmu agama, terdapat naskah ilmu astronomi, Tajul al-Malik A-Murassha, karya Haji Ismail Aceh.

Menurut kurator galeri Miftah Wibowo, peran ulama nusantara sangat signifikan dalam meningkatkan kekayaan intelektual di Timur Tengah, termasuk Mesir khususnya Al-Azhar. Saat itu telah terjadi gerakan intelektual yang cukup massif ditandai dengan munculnya sebuah komunitas yang disebut dengan Ashhab Al-Jawiyyin pada abad ke-14. Bukti otentiknya adalah adanya Ruwaq Jawi di Masjid Al-Azhar, yang menghasilkan ulama sekaliber Abdul Mannan Dipomenggolo asal Termas Pacitan. Selain itu, adalah puluhan bahkan ratusan naskah karya ulama Jawi tersebar di percetakan-percetakan Cairo.

Bambang Suryadi Atdikbud KBRI Cairo dalam sambutan pembukaan galeri menekankan pentingnya mengapresiasi dan melestarikan tradisi keilmuan yang telah dibangun oleh para ulama-ulama terdahulu, khususnya para ulama Jawi.

“Dengan keterbatasan teknologi informasi dan komunikasi, para ulama Jawi telah berhasil membangun tradisi keilmuan yang diakui dunia. Mereka sangat produktif dalam berkarya di berbagai bidang keilmuan, seperti tafsir, fikih, bahasa, tasawuf, dan akidah. Jejak ulama Jawi ini mesti menjadi motivasi bagi para mahasiswa Indonesia di Mesir untuk terus berprestasi dan berkarya meskipun terjadi pandemi COVID-19”, ucapnya.

Pada hari terakhir pameran, Ahad, 4 April 2021, Duta Besar RI di Cairo Lutfi Rauf berkenan hadir untuk melihat langsung karya-karya ulama Jawi. Beliau mengungkapkan rasa bangga atas inisiatif para pengurus Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) dan PMIK Mesir menyelenggarakan event penting ini. 

Menurut Dubes RI Lutfi Rauf naskah-naskah yang dipamerken ini merupakan bukti autentik bahwa bangsa Indonesia sangat kaya akan khazanah intelektual para ulama yang sangat maju dan berkiprah  dalam menghasilkan karya-karya penting di Universitas Al-Azhar. 

“Kiprah dan kontribusi ulama Jawi dalam pengembangan suatu peradaban dan bangsa juga telah diakui oleh berbagai negara di Timur Tengah. Banyak sekali ilmu pengetahuan serta informasi dari naskah ini yang digunakan sebagai rujukan dalam menambah pemahaman tentang pemikiran-pemikiran ulama nusantara yang telah berkiprah di Universitas Al-Azhar, universitas Islam yang tertua di dunia,” ucap Dubes Lutfi Rauf.

Tantangan kita saat ini, tambahnya, adalah bagaimana supaya naskah ini dapat dilestarikan dan dapat diakses oleh masyarakat luas, termasuk generasi milenial, sehingga dapat menimbulkan kebanggaan bahwa Indonesia sudah memiliki ulama-ulamat hebat sejak berabad-abad lalu.

Lebih lanjut, Dubes RI Lutfi Rauf menyampaikan harapan agar kiranya mahasiswa Indonesia di Mesir juga dapat mempelajari kembali kekayaan intelektual dan naskah-naskah klasik karya para ulama nusantara tersebut. Dengan demikian para mahasiswa dapat mengembangkan diri dan memperkaya pemahaman mereka tentang pemikiran-pemikiran para ulama Jawi Indonesia di Mesir yang hidup berabad-abad yang lalu.

Selama kegiatan ini berlangsung penyelenggara pameran tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-10 kepada setiap pengunjung. Panitia juga menyediakan hand sanitizer dan mewajibkan setiap penunjung menggunakan masker serta menjaga jarak. (*/rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *