KBRI Cairo Gelar Webinar Kiat Pernikahan Sehat Bahagia bagi Masisir

 KBRI Cairo Gelar Webinar Kiat Pernikahan Sehat Bahagia bagi Masisir

Webinar yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan KBRI Cairo bersama Wihdah PPMI dan PPMI Mesir pada hari Senin, 16 November 2020. (Foto: KBRI Cairo)

JAYAKARTA NEWS – Rumah tangga bahagia tidak bisa disiapkan secara instan. Sangat mudah untuk membangun rumah megah dan indah, tetapi tidak mudah membangun rumah tangga bahagia, sakinah mawaddah wa rahmah.

Siapa saja bisa membangun rumah asal ada uang atau materi. Tetapi tidak semua orang mampu membangun rumah tangga bahagia. Mengapa? Karena rumah tangga tidak hanya cukup dibangun dengan materi dan rumah tangga lebih bersifat psikologis dan nonmateri. Oleh karena itu rumah tangga bahagia harus dibangun di atas pilar spiritual, intelektual, sosial, emosional, dan fisik/materi.

Demikian catatan penting dari acara Webinar yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan KBRI Cairo bersama Wihdah PPMI dan PPMI Mesir pada hari Senin, 16 November 2020. Tema Webiner kali ini adalah ‘Kiat Menjalani Pernikahan yang Sehat dan Bahagia’ dengan nara sumber Bambang Suryadi Atdikbud KBRI Cairo. Acara ini diikuti oleh pengurus dan anggota DWP KBRI Cairo, masyarakat Indonesia di Cairo dan para mahasiswa di Mesir.

Eva Surya, Ketua DWP KBRI Cairo. (foto: KBRI Cairo)

Menurut Eva Aji Surya Ketua DWP KBRI Cairo acara ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan pengurus DWP Bidang Pendidikan dengan tujuan untuk membekali para para Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) dalam mempersiapkan rumah tangga bahagia, yaitu keluaga sakinah mawaddah wa rahmah. 

Keluarga, tambah Eva Aji Surya, memiliki peran sentral dalam meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. Langkah strategis yang perlu dilakukan dari awal adalah membekali para Masisir dengan kiat membangun keluarga yang bahagia. Sebab keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak-anak kita.

“Keluarga ibu ibarat mesin cuci yang terdiri dari beberapa komponen, seperti unsur listrik, sabun dan air. Semua komponen ini merupakan satu kesatuan, tidak ada yang paling dominan. Sabun tidak berperan kalau tidak ada air. Demikian juga air dan sabun tidak bisa berperan tanpa ada daya listrik. Jadi semua unsur perlu saling bersinergis dan bekerja sama”, ucap Eva Aji Surya seraya menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak.  

Membangun keluarga bahagia, tambahnya, tidak bisa dilakukan secara instant. Harus dipersiapan dan direncanakan dengan matang sejak memilih pasangan hidup. Dari keluarga yang baik, akan muncul generasi yang tangguh, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Sementara itu, Bambang Suryadi sebagai nara sumber mengatakan terdapat lima rahasia membangun rumah tangga bahagia, yaitu saling percaya (mutual trust), komitmen (commitment), cara komunikasi (communication), saling mengerti dan memberi perhatian (caring and understanding), serta kemampuan mengelola konflik keluarga (conflick management). Jika lima hal ini diterapkan dengan baik, impian untuk mewujudkan keluarga bahagia insya Allah akan terwujud.

Selain itu, Bambang Suryadi juga menjelaskan pola asuh (parenting styles) dan beberapa kesalahan yang perlu dihindari oleh orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak. Menurut dosen Fakultas Psikologi UIN Jakarta tersebut diantara kesalahan tersebut adalah  bertengkar di depan anak-anak, memberi label/panggilan negatif, tidak segera merespon panggilan anak, tidak menepati janji, memanjakan, terlalu protektif, kekerasan di dalam rumah tangga dan menaruh harapan yang terlalu tinggi terhadap anak-anak.

“Membangun keluarga bahagia sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Bagaimana orang tua mengasuh anak, akan memengaruhi perilaku dan kepribadian anak. Salah satu peran kunci dalam mendidik anak adalah orang tua harus menjadi role model dalam kelurga”, ucap penulis buku Family Counseling tersebut mengakhiri paparannya serta menyarankan supaya kegiatan parenting bisa dilakukan secara intensif bagi para Masisir. 

Berdasarkan data dari Kantor Atdikbud KBRI Cairo saat ini jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir mencapai 8.387 orang dengan rincian 5.848 (70 %) laki-laki dan 2.539 (30%) perempuan. Mereka terbagi ke dalam 16 kekeluargaan mulai dari wilayah Aceh sampai wilayah Sulawesi. (*/rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *