Connect with us

Entertainment

Dowajuseyo: Horor Psikologis Dibalut Cinta Segitiga yang Emosional

Published

on

Kim Geba (nomor 2 dari kiri) bersama artis-artis RI (foto heart)

JAYAKARTA NEWS— Produksi perdana Heart Pictures berjudul ‘Dowajuseyo’ (bahasa Korea, artinya ‘Tolong Saya’) adalah horor psikologis dari sudut pandang orang Indonesia di Korsel. Tania (Saskia Chadwick) yang sedang studi di Korsel diteror kalimat ‘Tolong Saya’ dari hantu wanita misterius.

Syuting di Busan dan Seoul, Tania diganggu arwah Min Yong yaitu wanita korban pelecehan seksual yang mencari keadilan.

Tania yang memiliki indra ke enam lalu menghadapi masa lalu yang mistis.

Ia dibantu Dokter Park Min Jae (Kim Geba) yang ternyata jatuh hati dan membantu Tania.

Namun, di sisi lain ada Dion (Cinta Bryan), cowok misterius yang diam-diam juga menyintai Tania.

Diselidiki, Dion adalah pria bejat yang menyebabkan Min Yong tewas mengenaskan dan jatuh dari gedung tinggi.

Bagaimana ending selanjutnya, Dowajuseyo  akan hadir di bioskop 29 Januari 2026.

“Peran saya kesurupan di film ini. Suasana yang ditampilkan gelap gulita dan menyeramkan,” kenang Saskia Chadwick.

Senada Kim Geba atau akrab disapa Bung Korea  alias Oppa di film ini yang menyukai musik K Pop.

Saskia Chadwick sebagai Tania (foto heart)

“Dowajuseyo debut saya di film. Dan saya getol dan suka makanan Indonesia. Saya belajar bahasa Indonesia di sini cukup lama,” ujar Kim Geba yang lancar berbahasa Indonesia.

“Orang Korea percaya arwah, kesurupan (trance) dan roh gentayangan. Biasanya roh jahat membawa sial dan keburukan,” urai Kim Deba.

“Untuk mengusir roh jahat diadakan upacara ritual tertentu dengan mendatangj fortune teller alias paranormal. Cerita tentang arwah dan roh sangat dekat dengan masyarakat Korea dan kerap dibuat serial di televisi dan film,” imbuh Kim.

Produser eksekutif Herty Purba menambahkan Dowajuseyo bukan horor biasa tapi diangkat dari pengalaman nyata.

“Kisahnya dari pelajar Indonesia yang studi di Korsel yang mengalami pengalaman mistis,” cerita Herty Purba.

Kenapa debut Heart Pictures membuat film horor karena didasari pertimbangan pasar dan tantangan terberat menyangkut biaya produksi.

Gayung bersambut diiyakan produser Ricky Mulyono. “Kami sudah lama memikirkan hal ini. Bisnis film adalah gambling. Dan semoga kolaborasi dua negara ini menghasilkan hal yang positif menyangkut budaya dan kesamaan folklore di Indonesia dan Korea,” timpal Ricky Mulyono yang lama membuat ftv dan sinetron lokal. Cerita Dowajuseyo ditulisnya berdasar pengalaman nyata.

Sutradara Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca memaparkan hal-hal mistis dan diluar nalar selama syuting di kota Busan.

“Banyak kesamaan budaya dan peristiwa di alam gaib yang digemari orang Indonesia dan Korea. Ini aneh tapi nyata. Cerita-cerita hantu, arwah balas dendam dan kereta api berdarah dari Korsel juga terjadi di sini,” ungkap Nur Muhammad Taufik.

Film ini juga dimeriahkan sederet artis yaitu Husein Alatas, Yatty Surahman, Aruma Khatijah, Dito Darmawan, Debby, Yun Jian (artis musik) dan masih banyak lagi.

Dowajuseyo yang dikurasi LSF untuk 13 tahun ke atas juga menyelipkan pesan edukatif agar pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri harus tetap berhati-hati dan membawa nilai-nilai positif. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement