Agribisnis
Mentan Sebut tak Ada Alasan Harga Pangan Naik Jelang Ramadhan
JAYAKARTA NEWS – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) selaku Kepala Badan Pangan Nasional menyebut tidak ada alasan untuk menaikkan harga pangan menjelang bulan Ramadhan 2026.
“Tolong kita jaga bersama. Jangan kita ganggu saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” tegas Mentan Amran, dikutip Jumat (23/01/2026).
Menurut Amran, kebijakan pemerintah sangat jelas, yakni menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) secara berimbang hingga Ramadhan selesai.
Pemerintah, lanjut Mentan, memberikan perhatian penuh terhadap komoditas pangan strategis dan vital, yakni beras, gula, daging sapi, bawang merah, telur ayam, ayam ras, dan minyak goreng.
Seluruh komoditas tersebut dipastikan berada dalam kondisi aman, baik dari sisi pasokan maupun stok nasional.
Mentan Amran menegaskan, stabilitas pangan bukan semata persoalan ekonomi, melainkan menyangkut ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Mentan menyebutkan, kondisi stok pangan nasional sangat kuat. Untuk komoditas beras, stok nasional saat ini mencapai 3,3 juta ton, tertinggi pada posisi akhir Januari sepanjang sejarah Indonesia.
“Alhamdulillah stok kita, pangan strategis beras stok kita hari ini 3,3 juta ton. Ini yang tertinggi untuk stok akhir tahun sepanjang sejarah,” ungkap Amran.
Dengan kondisi tersebut, Mentan Amran menegaskan tidak ada satu pun alasan harga beras berada di atas HET. Bahkan, dengan percepatan panen dan peningkatan produksi, stok beras nasional diperkirakan terus menguat pada bulan-bulan mendatang.
Mentan Amran juga memastikan ketersediaan minyak goreng nasional dalam kondisi sangat aman. Saat ini, stok minyak goreng yang dikelola Bulog mencapai sekitar 700 ribu ton.
“Minyak goreng juga tersedia 700 ribu ton di Bulog. Jadi ini juga tidak ada alasan untuk naik,” tegasnya.
Sedangkan untuk komoditas ayam ras, Mentan Amran justru menilai harga di tingkat peternak berada di bawah HPP. Saat ini harga ayam hidup berada di kisaran Rp23 ribu per kilogram, sementara HPP ditetapkan Rp25 ribu per kilogram.
“Yang ketiga ayam, justru di bawah HPP tadi. Itu hanya 23 ribu per kilogram padahal HPP-nya 25 ribu. Nah ini harus naik. Insya Allah di Ramadhan naik,” jelasnya.
Sementara itu, komoditas telur ayam, bawang merah, dan pangan strategis lainnya dipastikan aman dari sisi stok dan pasokan.
Mentan Amran menyampaikan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha pangan di Indonesia agar tidak menjual pangan strategis di atas HET.
“Kalau ada menjual di atas HET, Satgas Pangan akan bekerja bila perlu menindak,” tegas Mentan.
Mentan Amran menegaskan bahwa seluruh unsur telah sepakat untuk menjaga stabilitas harga pangan, mulai dari produsen, pedagang, distributor, hingga konsumen.
Pemerintah pun menegaskan komitmen penuh untuk menindak tegas praktik penimbunan, spekulasi, repacking ilegal, maupun penyelundupan pangan. (yog)
