Entertainment
Jembatan Shiratal Mustaqim: Hukuman buat Koruptor
JAYAKARTA NEWS— Mengangkat isu koruptor pasca-tsunami di suatu daerah, film ‘Jembatan Shiratal Mustaqim’ berkisah tentang kengerian hukuman di akhirat dan suasana di Padang Mahsyar.
Shiratal Mustaqim adalah jembatan paling ditakuti yang terbentang di atas neraka dan bisa dilalui dengan amal dan doa keluarga.
“Ini bukan horor biasa. Jembatan ini sulit dilalui karena dipercaya bentuknya setipis rambut,” kata sutradara Bounty Umbara.
Produser Dee Company, Dheeraj Kalwani menuturkan ide pembuatan film ini lahir dari keresahan melihat maraknya praktik korupsi di Indonesia.
“Korupsi merampas doa anak dan keluarga. Sehingga seseorang berjalan sendiri di jembatan Shiratal Mustaqim. Film ini mengajak refleksi agar kita bertobat,” papar Deeraj Kalwani.
“Amal saleh dan doa jauh lebih berharga daripada harta hasil korupsi,” imbuhnya.
Model, politisi dan Puteri Indonesia 2001, Angelina Sondakh yang khusus diundang Dee Company mengungkapkan kengeriannya.
“Saya merinding melihat trailer filmnya. Ini sebagai pengingat agar kita merenung mendalami hukuman di akhirat. Dan memperbaiki diri. Tiap dosa akan ditagih di sana. Tanggung jawab di akhirat lebih besar daripada di dunia,” tegas Angelina Sondakh yang terjerat kasus korupsi Wisma Atlet di Palembang dan dijatuhi hukuman penjara selama sepuluh tahun.
Dengan proses CGI yang canggih, film ini menampilkan sinematik modern yang belum pernah ada di negara kita.
Film yang akan beredar di bioskop mulai 9 Oktober 2025 ini diramaikan sederet artis yaitu Raihan Khan, Imelda Therinne, Agus Kuncoro, Mike Lucock dan banyak lagi yang lain. (*)
