• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Indonesia – Pakistan Perkuat Kerjasama Melalui Komoditas Minyak Sawit

Indonesia – Pakistan Perkuat Kerjasama Melalui Komoditas Minyak Sawit

Redaksi by Redaksi
January 13, 2026
in Agribisnis
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Indonesia – Pakistan perkuat kerjasama melalui komoditas minyak sawit. Ekspor minyak sawit ke Pakistan tumbuh rata-rata delapan persen per tahun.

Pakistan merupakan negara tujuan strategis ekspor minyak sawit Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari posisi Pakistan yang menempati peringkat ketiga terbesar, setelah Tiongkok dan India, sebagai negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri dalam kegiatan Indonesian Palm Oil Networking Reception yang diselenggarakan di Karachi, Pakistan, Jumat (9/1/2026). 

“Selama lima tahun terakhir, ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan tumbuh rata-rata delapan persen per tahun. Untuk itu, pemerintah terus menggenjot peningkatan kerja sama perdagangan kedua pihak agar manfaatnya makin dirasakan masyarakat luas di kedua negara,” jelas Wamendag Roro.

Dalam kegiatan ini, Indonesia memperkuat posisinya di pasar Pakistan melalui sektor minyak sawit dan kerja sama dagang jangka panjang dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Pembentukan Joint Trade Commission (JTC) Indonesia-Pakistan oleh Wamendag RI dan Menteri Perdagangan Pakistan.

Pembentukan JTC menandai babak baru hubungan dagang Indonesia-Pakistan yang lebih terstruktur dan terarah, sekaligus menjadi forum reguler untuk membahas promosi perdagangan, fasilitasi pelaku usaha, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyelesaian isu teknis perdagangan secara cepat dan terarah. 

“Langkah ini juga merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden RI ke Pakistan pada Desember 2025, yang menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (I-P PTA) menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada 2027,” jelas Wamendag Roro.

Wamendag Roro menerangkan, kedua negara juga memiliki kerja sama dalam kerangka Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (I-P PTA) yang secara signifikan meningkatkan perdagangan bilateral, khususnya minyak sawit. Tren kenaikan ekspor Indonesia sangat dipengaruhi pertumbuhan ekspor minyak sawit.

“Selama beberapa dekade, minyak sawit telah menjadi landasan hubungan perdagangan kedua negara. Pakistan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di sektor minyak nabati,” ungkap Roro.

Wamendag mengatakan, para penyuling, pengolah, dan pelaku usaha Pakistan telah membangun hubungan jangka panjang dengan produsen Indonesia berdasarkan keandalan, efisiensi, dan kepercayaan.

Menurut Wamendag Roro, minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di Pakistan.

Wamendag menyebutkan, selama 15 tahun terakhir, impor minyak sawit secara konsisten mendominasi campuran minyak nabati Pakistan, melampaui kedelai, lobak, dan bunga matahari. Hal tersebut menunjukkan permintaan yang kuat dan berkelanjutan untuk minyak sawit di Pakistan.

“Bagi Indonesia, Pakistan merupakan negara yang penting. Di saat ketidakpastian global, baik itu gangguan pengiriman, volatilitas harga komoditas, atau tantangan rantai pasokan, Indonesia terus menjadi pemasok minyak sawit yang stabil,” ujar Wamendag.

Wamendag juga menyebutkan, Indonesia konsisten memasok 85–89 persen dari total impor minyak sawit Pakistan. Hal ini menjadi bukti keandalan Indonesia dan bentuk kepercayaan importir Pakistan.

Oleh karena itu, Indonesia menyambut baik kerja sama asosiasi kedua negara yang tertuang dalam Nota Kesepahaman antara GAPKI dengan Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA) dan Pakistan Vanaspati Manufacturers Association (PVMA), yang juga ditandatangani dalam kesempatan ini.

Kemitraan yang berfokus pada pendidikan publik dan kesadaran positif tentang minyak sawit di Pakistan ini, mewakili komitmen bersama untuk mempromosikan narasi berbasis fakta, seimbang, dan berwawasan ke depan tentang minyak sawit Indonesia.

Menurut Wamendag, minyak sawit lebih dari sekadar komoditas. Minyak sawit merupakan jembatan yang menghubungkan perekonomian, memperkuat industri, dan memperdalam hubungan antarmasyarakat.

“Saat kita menatap masa depan, Indonesia siap memastikan pasokan minyak sawit yang stabil, andal, dan berkelanjutan bagi Pakistan, sebagaimana Pakistan secara konsisten mendukung Indonesia selama beberapa dekade,” kata Wamendag Roro.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Pakistan, Jam Kamal Khan menyatakan, Indonesia merupakan mitra strategis Pakistan.

“Ke depan, kami menginginkan kerja sama yang makin kuat dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Kami berharap, kemudahan dalam berbisnis dengan Indonesia makin terbuka,” tambah Jam Kamal.

Sementara itu, Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono mengatakan, GAPKI berperan sebagai mitra strategis pemerintah khususnya KJRI Karachi dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral.

“Salah satu tugas GAPKI adalah menyediakan informasi yang akurat mengenai praktik industri kelapa sawit Indonesia,” ujar Eddy.

GAPKI memastikan Indonesia tetap menjadi pemasok minyak sawit yang stabil, bertanggung jawab, dan andal bagi pasar Pakistan, yang merupakan salah satu importir minyak sawit terbesar di dunia.

Bersama para mitra di Pakistan, kata Eddy, GAPKI akan memfasilitasi kontrak dagang langsung antara produsen Indonesia dan pembeli Pakistan guna menjamin ketersediaan pasokan minyak sawit bagi kebutuhan pangan dan industri di Pakistan, sekaligus mendorong kolaborasi teknis di bidang refinery dan pengolahan minyak sawit.

Selain itu, tambah Eddy, GAPKI juga berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku usaha kelapa sawit untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Indonesia khususnya Kemendag dalam perumusan kebijakan ekspor yang mendukung daya saing produk Indonesia di pasar global, termasuk Pakistan.

Terkait The Indonesia Palm Oil Networking Reception, Eddy mengatakan, GAPKI menjadi penggerak utama sektor swasta yang memastikan komitmen politik pemerintah dapat diterjemahkan ke dalam transaksi nyata serta kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. (yog)

Tags: Komoditas Sawit
Previous Post

Penunggu Rumah Buto Ijo: Simbol Keserakahan dan Konsekuensi Pilihan Manusia

Next Post

Gubernur DKI Pramono Sebut Waduk Perkuat Pengendalian Banjir

Redaksi

Redaksi

Next Post
Gubernur DKI Pramono Sebut Waduk Perkuat Pengendalian Banjir

Gubernur DKI Pramono Sebut Waduk Perkuat Pengendalian Banjir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version