Bisnis Kinclong Kue Pancong

 Bisnis Kinclong Kue Pancong

LELAKI kelahiran 1974 itu bernama Taryadi Rukma, akrab disapa Mang Deden. Ia terlahir sebagai anak penjual kue pancong. Sebagai putra kelahiran Sumedang, kadang kala ia tak habis pikir, mengapa justru kue khas Betawi ini yang kemudian menjadi jalan hidup menuju sukses.

Asal-usul kue pancong sendiri tidak segamblang kerak-telor, misalnya. Sebab, penganan yang mirip kue pukis ini, ternyata juga bisa kita jumpai di daerah lain, dengan nama yang berbeda. Kue pancong bisa kita jumpai di Surabaya dengan nama kue rangin.  Urang Bandung menyebut kue ini bandros. Geser ke Jawa Tengah, disebut gandos.

Bukan hanya di Bandung, Surabaya, dan Jawa Tengah. Di kota Jawa Timur lain, Bojonegoro, kue pancong dinamakan tratak jaran. Sedangkan di Pulau Dewata, kue ini dinamakan daluman.

Mang Deden dan istri.

Nah, lupakan soal nama. Yang pasti, Mang Deden sudah menggeluti usaha kue pancong sejak 21 tahun  lalu, persisnya tahun 1996. Ia memulai dengan modal seadanya. Dasarnya Deden kecil memang gemar makan kue pancaong, sehingga ia tahu benar, pancong lezat dan yang kurang lezat.

Berkat ketekunan dan kepiawaiannya meracik adonan, kue pancong bikinan Mang Deden dikenal lezat. Pelanggannya mulai banyak.  Pundi-pundi perekonomian keluarga pun membaik. Mulailah ia membuka tempat usaha yang lebih permanen. Seperti lazimnya bisnis kuliner, ketika rasa sudah melekat, maka siapa pun akan mendekat.

Kini, Mang Deden sudah mengembangkan usahnya ke berbagai daerah lain di Jakarta. Ia punya cabang usaha yang sama di Pasar Rumput, Rawa Belong, Klender, dan lain-lain. “Yaaa… lumayanlah. Jumlah pegawai di tiap cabang sekitar 20 orang. Jadi seluruh pegawai saya lebih 100 orang,” ujar Mang Deden mantap.

Kedai kue pancong Mang Deden di Rawa Belong.

Bicara resep sukses, Mang Deden berpikir sejenak. Menurutnya, menjaga kualitas adalah yang utama. Berikutnya adalah kreasi, atau inovasi. Karenanya, kue panconga Mang Deden kini tersedia dalam aneka rasa, ada rasa keju, cokelat, strawberry, dan kombinasi. Ia bahkan melahirkan resep pancong setengah matang, yang ternyata digemari kalangan muda.

Bicara penghasilan, Deden mengatakan, kadang naik, kadang turun. Pernah dapat Rp 70.000, pernah dapat Rp 300.000, ada kalanya lebih. “Yang penting mah kudu bersyukur, supaya berkah,” ujar Mang Deden sambil tersenyum. ***

Digiqole ad

Related post

1 Comment

  • jadi laparrrrr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *