Connect with us

Kolom

Berkenalan dengan Hantu

Published

on

Gde Mahesa

Hantu memiliki perbedaan wujud di setiap negara karena hasil kombinasi dari cerita rakyat, kepercayaan, dan faktor psikologis yang membentuk persepsi dan pengalaman manusia tentang dunia gaib. 

Hantu atau dedemit bisa merujuk kepada roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, atau kepercayaan. Dalam kebudayaan hantu dipercaya ada yang baik dan jahat dengan nama yang berbeda-beda.

Dalam salah satu artikel, hantu di ibaratkan sebagai energi, dan digolongkan ada 3 jenis yaitu :

– ORBS (Lingkaran)

– ECTOPLASMA (Asap, Sinar, dan lain lain)

– ORTEX (Meniru bentuk fisik Manusia)

Masing masing bentuk memiliki energi yang berbeda. Orbs memiliki energi terendah, yang Ectoplasma mempunyai energi sedang, Ortex memiliki energi paling kuat.

Menurut seorang kenalan saya yang berasal dari Jerman, hantu itu tidak ada. Baginya, yang kita lihat itu bisa aja ilusi yang  dibayangkan karena telah melihat film horor atau cerita-cerita perhantuan hingga sangat terekam dalam pikiran.

Hal-hal seram seperti hantu itu sebenarnya dibuat oleh pikiran manusia itu sendiri. Terkadang manusia itu rumit. Hal seram yang dilihat sebenarnya bisa tidak seseram yang dibayangkan, hanya saja belum terbiasa akan perbedaan bentuk dengan makhluk yang lainya.

Sekarang coba bayangkan kenapa saat kita berada di tempat sepi/angker kita merasa seperti diikuti atau diperhatikan. Ini karena aktivitas di area lobus temporal di otak kita terjadi yang menciptakan kita jadi berkhayal tentang sesuatu hal menyeramkan.

Bentuk hantu juga dipengaruhi dari pemikiran. Kita cendrung berpikir cerita-cerita seram yang sering didengar juga gambaran bentuknya, sehingga mengakibatkan di dalam otak menciptakan pemikiran jadi nyata yang sebenarnya itu tidak ada.

Hal ini sering terjadi saat kita sedang sendirian di tempat gelap atau tempat yang sepi.

Berdasarkan ilmu pengetahuan, hantu itu bukan konsep yang sah secara ilmiah. Walaupun sudah diselidiki selama berabad-abad, tidak ada satu pun bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa suatu tempat dihuni oleh roh orang mati.

Hantu tetaplah hantu, yang penuh mister dan penuh kejutan. Di Eropa mereka sangat perlente, berjas rapi, bergaun sutera walaupun wajahnya dingin. Di negeri kita para hantu berpakaian compang camping lusuh, malah si kecil Tuyul cuma memakai cawet.

Beruntunglah kita bisa ngrasani para HANTU yang artinya secara tidak langsung akan mengenal TUHAN. Namun jangan lupa sruputtt kopi pahitnya, bullll bullll klepussss….

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *