• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Saturday, October 3, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Republik dalam Sorotan: Mencari Arah di Tengah Kabut Kekuasaan

Republik dalam Sorotan: Mencari Arah di Tengah Kabut Kekuasaan

admin by admin
October 16, 2025
in Kolom
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Mjp. Hutagaol ’86 –

1. Demokrasi dan Keresahan Publik Pasca Pemilu 2024, masyarakat menghadapi kenyataan politik yang kompleks: terbentuknya koalisi besar yang mendominasi kekuasaan, melemahnya fungsi oposisi, serta meningkatnya ketidakpercayaan terhadap lembaga negara. Demokrasi kita secara prosedural tetap berjalan, namun secara substansial mengalami krisis kepercayaan.

Data: Survei Indikator Politik Indonesia (April 2024) menunjukkan hanya 43% responden yang percaya bahwa DPR mewakili kepentingan rakyat.

2. Ketimpangan Narasi dan Polarisasi Publik Rakyat dihadapkan pada narasi tunggal dari penguasa yang begitu kuat secara digital, namun tidak mewakili seluruh suara masyarakat. Polarisasi pun bergeser: bukan lagi antara ideologi, tetapi antara kekuasaan dan nurani.

> “Bangsa yang sehat bukan yang bebas dari kritik, tetapi yang berani merespons kritik dengan kebijaksanaan.”

3. Gejala Oligarki dan Komersialisasi Politik Maraknya keputusan politik yang berpihak pada kepentingan ekonomi elite memperparah krisis keadilan. Undang-undang direvisi sesuai pesanan, proyek strategis lebih menguntungkan pemodal, bukan rakyat kecil. Rakyat dipaksa percaya bahwa pembangunan infrastruktur identik dengan kesejahteraan, padahal ketimpangan tetap tinggi.

Data: Gini Ratio Indonesia (2024): 0,388 — menunjukkan kesenjangan masih signifikan.

4. Lemahnya Lembaga Pengawas KPK, DPR, MK, dan media mainstream mengalami penurunan kepercayaan publik karena dianggap tidak independen. Fungsi kontrol kekuasaan justru datang dari kelompok masyarakat sipil, akademisi independen, dan suara rakyat biasa di ruang digital.

> “Ketika pengawasan dilemahkan, maka penguasa hanya dikelilingi oleh gema, bukan oleh kebenaran.”

5. Jalan Solusi: Gerakan Kebangsaan yang Netral, Tegas, dan Berbasis Nilai

Reformasi Sistem Hukum: Penataan kembali MK, UU KUHP, dan RUU strategis melalui partisipasi rakyat.

Penguatan Demokrasi Substansial: Bukan hanya lewat pemilu, tapi lewat keterlibatan publik dalam pengambilan kebijakan.

Pendidikan Politik Publik: Membangkitkan kesadaran kritis rakyat lewat literasi digital, ruang dialog budaya, dan pendidikan nilai.

Koalisi Etik Lintas Golongan: Melibatkan purnawirawan, ulama, akademisi, tokoh adat, dan generasi muda untuk mengawal arah bangsa tanpa atribut partai.

6. Penutup: Republik di Titik Kritis, Namun Masih Bisa Diselamatkan

Bangsa ini tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang berani berkata cukup pada keserakahan, dan masyarakat yang tidak lagi silau oleh pencitraan.

> “Negara besar tidak runtuh karena perang, tapi karena membiarkan nilai-nilainya direduksi menjadi alat kekuasaan.”

Mari bangkit bukan sebagai pendukung atau penentang, tapi sebagai penjaga ruh bangsa. Dan biarlah suara kita tidak hanya terdengar, tapi menggugah dan menuntun arah.

*) Mjp. Hutagaol ’86 (Purnawirawan TNI AD)

Tags: mencari arah di tengah kabut kekuasaanrepublik dalam sorotan
Previous Post

Berkenalan dengan Hantu

Next Post

Antara Chaos Domestik dan Ambisi Global: Dilema Kepemimpinan Trump di Tengah Krisis Ganda

admin

admin

Next Post
Antara Chaos Domestik dan Ambisi Global: Dilema Kepemimpinan Trump di Tengah Krisis Ganda

Antara Chaos Domestik dan Ambisi Global: Dilema Kepemimpinan Trump di Tengah Krisis Ganda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version