Bambang Harymurti Ketua Tim Rekonsiliasi Organisasi Penulis Satupena

 Bambang Harymurti Ketua Tim Rekonsiliasi Organisasi Penulis Satupena

Bambang Harymurti, Ketua Tim Rekonsiliasi Organisasi Penulis Satupena.

JAYAKARTA NEWS –  Perubahan mendasar terjadi dalam struktur kepengurusan Persatuan Penulis Indonesia Satupena. Dalam Rapat Luar Biasa Anggota (RLBA) yang digelar Minggu (8/8/2021) terpilih melalui voting, 5 orang ketua yakni: Mardiyah Chamim, S Margana, Putu Fajar Arcana, Imelda Akmal, dan Geger Riyanto.

Pada saat yang sama terpilih pula Sekar Chamdi sebagai sekretaris umum. Lima orang ketua terpilih merupakan representasi dari kepemimpinan kolektif kolegial sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Dasar Satupena Pasal 11 ayat 3, yang disahkan pada RLBA.

Pasal 11 ayat 3 AD perubahan selengkapnya berbunyi: Badan Pengurus Nasional bersifat kolektif kolegial terdiri dari 5 (lima) orang Ketua Bidang yang membawahi divisi-divisi, Sekretaris Umum dan para sekretaris, Bendahara Umum dan para bendahara. Sedangkan pada AD Natoris Ny Henny Hendarti Sasongko, disebutkan Badan Pengurus terdiri dari Ketua Umum dan sejumlah anggota yang memiliki komitmen tinggi terhadap organisasi.

Dalam RLBA yang dihadiri, 75 orang lewat Zoom dan 24 memberi surat kuasa itu, ditetapkan juga Dewan Pengawas yang terdiri dari Debra Yatim, Mudji Sutrisno, Magdalena Sitorus, dan Dhia Prekasha Yoedha. Selain itu, RLBA juga memilih wartawan senior Bambang Harimurti sebagai Ketua Tim Rekonsiliasi.

RLBA juga dihadiri oleh Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga Bekraf 2015-2019 Endah Sulistianti. Dalam sambutan Endah menekankan, Satupena harus menolak melawan lupa. “Ada cita-cita yang harus diwujudkan Satupena yang memperjuangkan hak-hak penulis secara profesional,” ujar Endah. Sejak awal digagas,” kata Endah, Satupena merupakah wadah yang dipimpin secara kolektif kolegial.

Perubahan kepemimpinan yang terpusat di tangan ketua umum menjadi kolektif kolegial dianggap perlu untuk menjalankan roda perkumpulan secara lebih dinamis dan demokratis. Masing-masing ketua akan bertanggung jawab terhadap bidang-bidang seperti: 1) Bidang Organisasi dan Keanggotaan; 2) Bidang Advokasi dan Hukum; 3) Bidang Komunikasi Publik; 4) Bidang Program Kerja dan Kerjasama; dan 5) Bidang Pengembangan Sumber Daya.

Tim Caretaker yang menggelar RLBA menyerahkan kepada para pimpinan baru Satupena untuk segera berembug menempatkan para ketua bidang.

“Selanjutnya nanti akan dipilih seorang koordinator ketua yang memegang kendali organisasi selama setahun, tentu dibantu oleh para ketua bidang lainnya. Selanjutnya, pada tahun kedua koordinator ketua akan dialihkan kepada ketua bidang lainnya. Begitu terus berjalan selama 5 tahun masa kepengurusan,” kata anggota Tim Caretaker Hikmat Darmawan, yang juga memimpin jalannya RLBA.

RLBA Demokratis

RLBA yang berlangsung melalui jaringan Zoom, tidak kurang diikuti ratusan anggota Satupena yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Sebelum agenda utama berupa pemilihan 5 (lima) calon ketua Satupena yang baru, Tim Caretaker telah menggelar penjaringan nama-nama bakal calon secara daring.

Hasil penjaringan itu mendapatkan nama-nama seperti: 1) Mardiyah Chamim (66), 2) Mikke Susanto (62), 3) S Margana (50), 4) Hikmat Darmawan (41), 5) Imelda Akmal (39), 6) Kanti W Janis (37), 7) Putu Fajar Arcana (36), 8) Kristin Samah (25), 9) Candra Malik (23), dan 10) Sekar Chamdi (23).    

Ketika Tim Verifikasi yang dipimpin Danny Yatim bekerja, beberapa bakal calon seperti Mikke Susanto, Hikmat Darmawan, Kanti W Janis, Kristin Samah, dan Candra Malik, dengan alasan beragam menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan sebagai ketua. Tim Caretaker akhirnya menetapkan nama-nama seperti Mardiyah Chamim, S Margana, Imelda Akmal, Putu Fajar Arcana, Sekar Chamdi, Geger Riyanto dalam bursa pencalonan ketua.

Pada saat pemilihan calon ketua berlangsung, para anggota memilih 5 orang ketua dengan cara voting. Tim Caretaker, Hikmat Darmawan mengatakan metode voting dipergunakan sebagai cara menjalankan persyaratan pemungutan suara “one man one vote”, satu orang anggota berhak atas satu suara. “Mereka yang tidak hadir tetap memberi suara dengan mempercayakan hak suaranya untuk memilih kepada yang diberi kuasa,” kata Hikmat.

RLBA yang diinisiasi oleh Tim Caretaker sebagai langkah korektif terhadap kepemimpinan sebelumnya, berjalan dengan penuh rasa persaudaraan dan suasana riang. “Kita semua sedang merayakan kebersamaan, walau tidak melupakan agenda utamanya melakukan koreksi terhadap kepengurusan sebelumya yang terpusat pada satu orang,” ujar Mardiyah Chamim anggota Tim Caretaker yang kemudian terpilih sebagai salah satu ketua Satupena periode 2021-2026.

Keriangan dan kehidmatan itu antara lain ditandai dengan pembacaan puisi oleh penyair Kurnia Effendi, Isbedy Stiawan, Sihar Ramses Simatupang, Magdalena Sitorus, serta Purnama Sari. Penyair Warih Wisatsana didaulat memberi pengantar RLBA untuk memberikan penekanan pada semangat rapat sebagai upaya meluruskan jalan organisasi, yang selama ini dia gambarkan terseok-seok. “Setidaknya ada semangat pembaruan, agar lebih tegas berbenah dan melangkah,” kata Warih.

Turut pula memberi suasana kemeriahan penembang puisi Reda Gaudiamo. Meski pun tidak menjadi anggota Satupena, sebagai penulis Reda merasa sudah seharusnya memberikan support kepada para penulis yang sedang menggelar RLBA.

Saat tampil, Reda menembangkan salah satu puisi karya Amir Hamzah berjudul “Padamu Jua”. “Ini puisi yang paling saya sukai. Suatu hari saya akan jadi anggota Satupena,” kata Reda.

Suasana Rapat Luar Biasa Anggota Persatuan Penulis Indonesia Satupena melalui aplikasi zoom.

Program Kerja

Salah seorang ketua terpilih S Margana mengatakan Satupena akan segera melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk Tim Rekonsiliasi. Tim ini, katanya, akan bekerja untuk melakukan pendekatan kepada para anggota yang selama ini barangkali tidak mengetahui duduk soal penyelenggaraan RLBA. “Semoga tim ini bisa kembali mengutuhkan Satupena sebagai organisasi profesional dari para penulis,” kata Margana.

Selain itu, dalam tempo secepatnya, pengurus akan mengesahkan anggaran dasar organisasi yang telah mengalami perubahan. “Sebenarnya perubahan paling signifikan itu ada pada struktur pengurus yang kolektif kolegial, kepemimpinan tidak lagi terpusat kepada satu orang, tetapi di bawah 5 orang yang sama kedudukannya,” kata Margana.

Perubahan-perubahan dalam AD yang baru, menurut Mardiyah, telah melalui penggodokan TIM AD yang bekerja secara maraton merumuskan kehendak dan aspirasi dari para anggota sesuai dengan yang terjadi pada RLBA, Minggu (1/8/2021) yang lalu. “Jadi secepatnya akan kita sahkan AD yang baru di notaris dan kemudian nanti didaftarkan ke Kemenhumkam,” ujar Mardiyah.

Menurut Mardiyah, para ketua Satupena akan segera pula bertemu untuk membentuk pengurus baru periode 2021-2026. “Kita akan bentuk pengurus baru sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam AD perubahan,” kata Mardiyah.

Dalam RLBA yang telah menghasilkan beberapa keputusan strategis ini, Tim Caretaker dibubarkan sacara resmi. Mereka telah bekerja menyiapkan RLBA dimulai dengan melakukan verifikasi anggota, menyiapkan dukungan, menggodok berbagai perubahan, mobilisasi anggota agar hadir dalam rapat, serta melaksanakan rapat-rapat untuk mengoreksi segala kekeliruan yang terjadi dalam pengurus sebelumnya.

Penulis biografi Alberthiene Endah mengusulkan agar Satupena ke depan membentuk apa yang ia sebut sebagai Biro Rumah Kreatif. “Ini akan jadi usaha profesional di Satupena dan saya sanggup mengurusinya,” kata Alberthiene. Menurutnya, perkumpulan profesional seperti Satupena yang notebene dihuni oleh para penulis hebat, sudah selayaknya memiliki bagian usaha untuk menggulirkan  roda organisasi. (ont)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *