Aksesibilitas dan Integrasi LRT Jabodebek

 Aksesibilitas dan Integrasi LRT Jabodebek

310 Kawasan permukiman dan komersial akan terlayani LRT Jabodebek (Ist)

Oleh: Djoko Setijowarno

JAYAKARTA NEWS – Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi  (Jabodebek) sepanjang 44,43 km dengan  18 stasiun akan melayani naik turun penumpang. Aksesibilitas ke 310 kawasan permukiman dankomersial harus ada untuk memberikan kemudahan bagi pengguna LRT Jabodebek.

Sebagai sebuah angkutan publik massal, pelayanan LRT Jabodebek tidak  bersifat tunggal, tapi terintegrasi, dari hulu hingga hilir, pra perjalanan (first mile),  selama perjalanan,  dan pascaperjalanan (last mile).

Mendasari Studi Potensi Jaringan Angkutan Umum dan Integrasi Moda Kawasan di Sekitar Koridor LRT Jabodebek (2020) yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia, mengakses potensi kawasan permukiman dan komersial sekitar Stasiun LRT Jabodebek dengan radius kurang dari 5 kilometer sebanyak 310 kawasan permukiman dan komersial.

Di lintas Cawang – Harjamukti (14,89 km) terdiri 4 stasiun. Stasiun Harjamukti 38 pemukiman dan komersial, Stasiun Ciracas 20kawasan permukiman dan industri, Stasiun Kampung Rambutan 18 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun TMII 11 kawasan permukiman dan komersial.

Di lintas Cawang – Jatimulya (11,05 km) terdiri 7 stasiun. Stasiun Ciliwung14 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Cikoko 14 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Pancoran 6 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Kuningan 6kawasan pemukiman dan komersial, Stasiun Rasuna Said 14 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Setiabudi 15 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Dukuh Atas 13 kawasan permukiman dan komersial,

Di lintas Cawang – Dukuh Atas (18,49 km) terdiri 7 stasiun. Stasiun Cawang15 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Halim 10kawasan permukiman dan Pendidikan, Stasiun Jatibening 19 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun LRT Cikunir 1 sebanyak 39kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Cikunir 2- 19  kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Bekasi Barat16 kawasan perumahan dan komersial, dan Stasiun Jatimulya  23  kawasan perumahan dan komersial.

Angkutan umum yang melayani saat ini sekitar 203 trayek  yang tersebar 11 trayek di Stasiun Harjamukti, 5 trayek di Stasiun Ciracas, 25 trayek di Stasiun Kampung Rambutan, 15 trayek di Stasiun TMII, 18 trayek di Stasiun Cawang, 10 trayek Stasiun Ciliwung, 9 trayek Stasiun Cikoko, 12 di Stasiun Pancoran, 9 di Stasiun Kuningan, 9 di Stasiun Rasuna Said, 9 di Stasiun Setiabudi, 8 di Stasiun Dukuh Atas, 19 trayek di Stasiun Halim, 6 trayek di Stasiun Jatibening, 5 trayek di Stasiun Cikunir 1, sebanyak 4 trayek di Stasiun Cikunir 2, sebanyak15 trayek di Stasiun Bekasi Baru, dan 14 trayek di Stasiun Jatimulya.

Terdapat pula area depot di Bekasi timur. Depot terdiri dari stabling dengan kapasitas 20 train set, light maintenance – heavy maintenance kapasitas  5 train set dan pusat kendali operasi atau operating controlcentre (OCC). Fasilitas pelatihan berupa railway system maintenance training dan train simulator, serta kantor LRT Jabodebek.

Tahap berikutnya akan dibangun hingga Kota Bogor sejauh 30,7 km dengan 6 stasiun, yaitu StasiunGunung Putri, Stasiun Cibinong, Stasiun Sentul, Stasiun Sentul City, Stasiun Bogor Raya dan Stasiun Baranangsiang.

Manfaat LRT Jabodebek bagi masyarakat (PT KAI, 2022), seperti tersedianya alternatif moda transportasi masal yang lebih efisien dan modern; tersedianya lapangan pekerjaan, baik pada saat pembangunan proyek maupun saat pengoperasian; berkurangnya kemacetan, emisi, penggunaan BBM dan penghematan waktu perjalanan; potensi pengembangan kawasan baru/pertumbuhan ekonomi di sekitar stasiun; menumbuhkan peluang usaha khususnya UMKM yang dapat menimbulkan multiplier effect.

Sementara manfaat yang akan didapat oleh pemerintah, seperti percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional berbasis perkeretaapian; menambah image positif Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang mengoperasikan LRT berbasis teknologi grade of automation (GOA) level 3; leverage knowledge yang didapat oleh PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, PT INKA dan pihak domestik lain yang terlibat dalam pengembangan proyek LRT dan proyek kereta cepat berikutnya; pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar DKI Jakarta dan Jawa Barat; dan potensi penerimaan negara, baik langsung maupun tidak langsung.

Waktu operasi mulai pukul 05.00 hingga 23.00. jam puncak (peak hour) diperkirakan jam 05,30 – 10,00 dan jam 16.00 – 20.00. Masa pemeliharaan pukul 23.00 hingga 04.00.

Tidak kalah penting adalah dalam hal pengamanan, diperlukan personil Satpam 447 orang, pengamanan stasiun 226 orang dan pengamanan perkantoran dan aset vital 43 orang, dan pengamanan KA sebanyak 108 orang.

Sebagian warga Bogor dan sekitarnya dapat menikmati layanan LRT Jabodebek dengan menyambungkan layanan bus (sementara waktu) dari Terminal Baranangsiang ke Stasiun Harjamukti sejauh 30,7 km melewati jalan tol. Untuk memperlancar mobilitas dapat disediakan jalur khusus di jalan tol, supaya tidak terganggu lalulintas kendaraan yang lain. Warga Bogor dan sekitarnya ada pilihan menggunakan kereta, selain KRL ada juga LRT.

Kawasan perumahan itu merupakan potensi pengguna LRT Jabodebek. Oleh sebab itu, semua kawasan tsb dilengkapi akses ke stasiun LRT terdekat, baik dengan fasilitas transportasi umum, fasilitas jalur pejalan kaki, jembatan penyeberangan orang (JPO), sky bridge, fasilitas jalur sepeda, fasilitas parkir kendaraan pribadi. Integrasi fisik, waktu dan pembayaran sangat membantu memperlancar pengguna LRT.

Pemda di Kawasan Bodebek dapat melakukan re routing angkutan umum yang ada atau membenahi pelayanan angkutan umum, seperti Trans Pakuan Bogor dan Trans Patriot di Bekasi.***

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua BidangAdvokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.