Kabar
Tesla Tarik Hampir 3 Juta Kendaraan di China karena Risiko Gagang Pintu
- /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://jayakartanews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot-2026-08-25-215505.png&description=Tesla Tarik Hampir 3 Juta Kendaraan di China karena Risiko Gagang Pintu', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://jayakartanews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot-2026-08-25-215505.png&description=Tesla Tarik Hampir 3 Juta Kendaraan di China karena Risiko Gagang Pintu', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
JAYAKARTA NEWS— Tesla menarik kembali hampir 3 juta kendaraan di China menyusul kekhawatiran keselamatan yang berkaitan dengan desain gagang pintu tersembunyi atau rata dengan bodi kendaraan.
Mengutip Daily Mail, penarikan tersebut merupakan bagian dari aksi recall terhadap lebih dari empat juta kendaraan di China dan menjadi salah satu penarikan kendaraan terbesar di negara tersebut sepanjang tahun ini. Sejumlah produsen mobil besar China juga terdampak dalam kebijakan tersebut.
Dari jumlah keseluruhan itu, sekitar 2,98 juta unit Tesla, baik kendaraan yang diproduksi di China maupun kendaraan impor, masuk dalam program penarikan kembali.
Desain gagang pintu yang rata dengan panel bodi menjadi salah satu ciri khas kendaraan Tesla. Mekanisme tersebut digunakan pada seluruh lini kendaraan utama perusahaan, termasuk Model 3, Model Y, Model X, dan Model S.
Penarikan ini dilakukan menjelang pemberlakuan regulasi baru di China yang akan memperketat persyaratan terkait mekanisme pembukaan pintu kendaraan.
Pada Februari, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) mengumumkan bahwa penggunaan gagang pintu minimalis yang dapat muncul keluar (pop-out) akan dilarang mulai 1 Januari 2027. Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai keselamatan penumpang dan akses terhadap kendaraan setelah kecelakaan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi ketika kendaraan kehilangan daya listrik setelah mengalami kecelakaan. Dalam situasi tersebut, gagang pintu yang bergantung pada sistem elektronik berpotensi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga menyulitkan petugas darurat untuk membuka kendaraan dan menjangkau penumpang di dalamnya.
Sebagai bagian dari penarikan, kendaraan Tesla yang terdampak akan mendapatkan label peringatan di bagian dalam pintu serta pembaruan perangkat lunak. Pembaruan tersebut dirancang agar kaca jendela dapat turun secara otomatis setelah terjadi tabrakan.
Daftar Produsen yang Tarik Kendaraannya
Tesla bukan satu-satunya produsen yang melakukan penarikan kendaraan. Xiaomi, perusahaan teknologi asal Beijing yang juga mengembangkan teknologi pengemudian cerdas, menarik kembali lebih dari 390.900 kendaraan. Sementara itu, Leapmotor, yang berbasis di Hangzhou, menarik kembali lebih dari 370.000 kendaraan.
Produsen China lainnya, termasuk Geely dan XPeng, juga melakukan penarikan kendaraan mereka.
Regulasi baru tersebut mengharuskan kendaraan yang dijual di China memiliki mekanisme pembukaan pintu manual atau mekanis, baik dari sisi dalam maupun luar pintu. Dengan demikian, penghuni kendaraan maupun orang dari luar tetap memiliki cara untuk membuka pintu ketika sistem kelistrikan kendaraan tidak berfungsi.
MIIT menyatakan bahwa model kendaraan China yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan untuk diluncurkan akan diberikan tambahan waktu dua tahun untuk melakukan perancangan ulang agar memenuhi persyaratan baru tersebut.
Aturan Standar Keselamatan
Aturan ini akan berlaku untuk seluruh kendaraan. Namun, dampaknya diperkirakan paling terasa pada kendaraan listrik (EV), yang lebih sering menggunakan gagang pintu tersembunyi sebagai bagian dari desain eksteriornya.
Menurut kementerian tersebut, regulasi baru itu bertujuan untuk “meningkatkan standar desain keselamatan otomotif.”
Desain gagang pintu minimalis sendiri semakin mendapat sorotan setelah terjadi dua kecelakaan fatal di China yang melibatkan kendaraan listrik Xiaomi. Dalam insiden tersebut, kegagalan sistem kelistrikan diduga membuat pintu kendaraan sulit dibuka.
Gagang pintu tersembunyi, khususnya tipe pop-out yang keluar dari panel pintu ketika kendaraan dibuka atau diaktifkan, telah menjadi semakin umum sejak Tesla meluncurkan Model S pada 2012. Model tersebut merupakan salah satu kendaraan listrik pasar massal yang membantu mempopulerkan desain tersebut.
Dari sisi desain, gagang pintu yang dapat masuk ke dalam panel bodi memberikan tampilan yang lebih ramping sekaligus membantu meningkatkan aerodinamika kendaraan. Posisi gagang yang rata dengan bodi juga dapat mengurangi hambatan angin dan memberikan kesan lebih modern.
Namun, teknologi tersebut bukan tanpa masalah. Sejumlah pemilik kendaraan sebelumnya melaporkan gangguan seperti gagang pintu yang membeku atau macet dalam kondisi cuaca dingin. Selain itu, terdapat pula kekhawatiran mengenai cara membuka pintu ketika baterai kendaraan habis atau ketika kendaraan mengalami kecelakaan.
Pemberlakuan aturan baru di China berpotensi tidak hanya memengaruhi produsen domestik, tetapi juga mendorong produsen kendaraan global untuk mengevaluasi kembali desain gagang pintu pada kendaraan mereka.
Sejumlah merek internasional yang populer di pasar China juga menggunakan gagang pintu jenis pop-out pada beberapa modelnya. Di antaranya adalah Audi, Jaguar Land Rover, dan Renault.
Model Range Rover dan Range Rover Velar menggunakan gagang pintu bergaya minimalis. Sementara itu, beberapa kendaraan listrik Renault, termasuk Megane dan Scenic E-Tech, juga menggunakan desain gagang pintu serupa.
Dengan adanya aturan baru tersebut, produsen kendaraan harus memastikan bahwa desain eksterior yang mengutamakan estetika dan aerodinamika tidak mengorbankan kemampuan membuka pintu secara manual dalam situasi darurat. (Sumber: Daily Mail)
