Kabar
Alang-alang Mengajarkan Kehidupan
Gde Mahesa
Di Indonesia, ilalang dikenal dengan berbagai nama seperti lalang, kusu-usu, dan lain sebagainya.
Tumbuhan alang-alang gampang dikenali lewat daunnya yang hijau memanjang dengan ujung yang runcing dan sisi-sisinya yang tajam, sehingga bisa melukai jika tergores.
Alang-alang sangat mudah tumbuh dan menyebar begitu cepat hingga menutupi tanah. Seringkali alang-alang dianggap sebagai gulma, pengganggu, sampah atau tidak berguna.
Banyak tanaman di areal alang-alang, sering mengalami kematian, karena tidak bisa bersaing dengan kecepatan tumbuh alang-alang, sebab akar alang-alang yang mengandung zat kimia bernama allelophaty.
Allelophaty merupakan senjata bagi tumbuhan untuk bersaing dengan tumbuhan lain. Allelophaty bisa membuat tanah tidak cocok bagi tanaman lain sehingga lama kelamaan mati.
Kehebatan alang-alang lebih pada akarnya. Coba Anda bakar areal alang-alang. Maka sehari setelah terbakar akan muncul tuna-tuna baru yang lebih segar dari sebelum dibakar. Karena yang terbakar hanyalah daun dan batang alang-alang. Akar alang-alang tetap eksis dan kembali menumbuhkan tunas segar.
Namun, di balik reputasinya sebagai gulma, para leluhur kita dulu sering memanfaatkan ilalang ini sebagai media pagar gaib?
Sebuah keajaiban daun ilalang dalam dunia spiritual telah menjadi rahasia leluhur yang luar biasa tanpa menggunakan doa, mantra, atau ayat-ayat tertentu.
- Para Leluhur sering menggunakan daun ilalang saat memasuki hutan. Mereka percaya bahwa daun ini memiliki kekuatan gaib yang memberikan perlindungan. Dengan menyimpan tiga lembar daun ilalang di saku baju atau celana, akan terlindungi dari binatang buas dan berbisa.
- Bagi yang ingin memiliki insting spiritual yang tajam, daun ilalang bisa menjadi solusi. Caranya, ambil tiga lembar daun ilalang, tumbuk hingga halus, campur dengan air, lalu peras dan minum airnya. Proses ini diyakini dapat membuka dan meningkatkan kepekaan batin.
- Jika akan berhadapan dengan seseorang yang berniat jahat, daun ilalang bisa menjadi pelindung yang ampuh. Caranya, ambil tiga lembar daun ilalang dan simpan di saku baju atau celana sebelum berpergian. Pastikan daun-daun tersebut sudah ada di saku. Daun ilalang ini diyakini memiliki kekuatan gaib yang, mampu membuat orang berniat jahat menjadi lumpuh atau tunduk. Cara ini juga mampu memancarkan aura kewibawaan tanpa perlu usaha ekstra.
- Ketika menghadapi ancaman, baik dari binatang buas maupun manusia yang berniat jahat, Ambil satu lembar daun ilalang, letakkan di atas bibir dengan arah melintang, tempelkan daun tersebut di atas bibir, kemudian patahkan menjadi dua bagian. Buang bagian kanan ke kanan dan bagian kiri ke kiri. Dengan cara ini, ancaman akan kalang kabut dan tidak mampu mendekat.
- Tumbuk daun ilalang hingga halus, peras sarinya, dan basuhkan ke seluruh tubuh. Ini akan mengaktifkan energi spiritual secara instan. Membasuh sari ilalang ke tubuh dapat menguatkan kemampuan spiritual dan membuka potensi yang ada dalam diri.
Di Bali, Alang-alang merupakan rumput yang dianggap suci dan digunakan dalam sarana upakara Hindu.
Misalnya Sasirat (alat memercikkan tirtha), Sirawista (ikat kepala suci), hingga atap palinggih dan rumah.
Kesucian Alang-alang terkait dengan cerita Sang Garuda dalam Adi Parwa.
Tumbuhan ini dianggap rumput sakral yang erat kaitannya dengan Dewa Wisnu dan mitologi penciptaan. Dipercaya sebagai tempat menetesnya Tirtha Amrita (air suci keabadian), alang-alang disucikan dan digunakan dalam berbagai ritual, seperti sasirat (pemercik air suci) dan atap tempat ibadah.
Manfaat lain adalah akar alang-alang kerap digunakan sebagai bahan obat tradisional, untuk meluruhkan kencing (diuretika), mengobati demam dan lain-lain. Di daerah lain juga sama. Daratan Melayu memakai akar ilalang untuk obat pasca melahirkan. Dayak memakai buat netralisir luka beracun. Jawa memasukan ke jamu untuk panas dalam dan kencing batu.
Kenapa manfaatnya mirip di seluruh Indonesia?
Karena kandungan aktifnya sama: flavonoid, saponin, tanin, potassium. Semua senyawa ini punya efek diuretik, anti-inflamasi, hemostatik. Jadi mau di Bali disebut Usadha, di Jawa disebut Jamu, di Dayak disebut Betawar, prinsipnya ketemu di titik yang sama.
Yang membedakan cuma pasangan ramuannya dan cara ritualnya.
Akar alang-alang memberi pelajaran bagi kita tentang pentingnya memiliki senjata bertahan hidup yang ampuh. Meski dipandang remeh karena terkesan “sampah”, namun alang-alang sulit ditaklukkan karena “senjata rahasia”nya. Banyak orang yang diremehkan bahkan dianggap sebagai sampah masyarakat yang sulit diberantas, ternyata memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan orang lain.
Akar alang-alang telah mengajarkan manusia bagaimana bertahan hidup dan tetap memberi manfaat diantara “celaan-celaan” yang ditujukan padanya.
Bullllll….. bullllll…. klepussss……
