Connect with us

Kolom

Telur, dari Kolesterol sampai Spiritual

Published

on

Gde Mahesa

Mitologi telur ayam kampung di Indonesia kental dengan unsur magis dan kepercayaan tradisional. Mitos lainnya, telur ini dianggap sebagai penolak bala (menghindari bahaya saat melewati tempat angker di malam hari).

Penting untuk membedakan antara kepercayaan tradisional (mitos) dan fakta kesehatan mengenai kandungan gizi telur ayam kampung. Seperti mitos di masyarakat bahwa jika makan telur ayam, bisa menambah kolesterol, hingga mengakibatkan jantung koroner.

Namun ternyata mitos itu salah. Karena telur ayam tidak mengandung kolesterol, melainkan mengandung protein dan lecithin yang tinggi. Asal cara makannya dilakukan dengan benar.

Disarankan makan telur yang baik dengan cara direbus setengah matang atau dimakan mentah. Kuning telur mengandung satu zat yang disebut lecithin sejenis vitamin suplemen yang kalau dimakan justru bisa menurunkan kolesterol.

Konon makan telur dua butir sehari dengan cara masak yang betul akan baik untuk kesehatan, termasuk bisa menunda pikun sampai enam tahun.

Di kancah dunia persilatan paranormal dan pengobatan alternatif, telur ayam kampung menduduki tempat cukup penting dan signifikan. Telur dipakai sebagai obat, alat pendeteksi penyakit, dan juga media penampung “benda kiriman” dalam penyembuhan santet, serta menjadi simbol penyatuan unsur-unsur alam. Namun perlu diingat, seajaib apa pun penyembuhan lewat media telur, tetap diperlukan obat, atau ramuan herbal sebagai usada penyembuhan.

Secara spiritual telur melambangkan pemurnian, perlindungan, dan awal kehidupan yang baru. Sejak abad keempat, telur juga berfungsi sebagai persembahan pemakaman, yang ditempatkan di makam Romawi-Jermanik untuk mendoakan agar orang yang meninggal dibangkitkan.

Kekristenan mengadopsi telur sebagai simbol kesuburan, kebangkitan, dan kehidupan abadi. Seni pembersihan diri dari energi negatif dengan telur, juga dikenal sebagai ‘La Limpia’ dalam bahasa Spanyol.

Sedangkan bentuk penyembuhan Shamanik termasuk unik dengan menggunakan telur dan asap untuk membersihkan aura secara energetik dan membantu mereka dalam perjalanan penyembuhan mereka.

Telur sering dipilih sebagai media ini karena sifat fisiknya yang dianggap “hidup” atau mampu memelihara kehidupan di dalamnya.

Maka pantas jika telur diibaratkan merupakan simbol alam semesta, wadah potensi tak terbatas. Banyak tradisi kuno memandang telur sebagai benih penciptaan , dari mana semua keberadaan muncul.

Dalam simbolisme spiritual, telur membawa energi ganda: maskulin (benih penciptaan) dan feminin (rahim kehidupan). Bersama-sama, keduanya mewakili keseimbangan dan keutuhan. Persatuan kekuatan ini melahirkan realitas baru, awal yang baru, dan kebangkitan spiritual.

Cangkang atau kulit telur, meskipun rapuh, namun melindungi apa yang sakral di dalamnya. Secara spiritual, ini mencerminkan bagaimana jiwa dilindungi selama masa pertumbuhan. Dipelihara dalam cangkang energi semesta sampai siap untuk sebuah kelahiran dengan lebih kuat dan lebih berkembang.

Bullll…. bullllll…. klepussss…..

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement