Connect with us

Histori

200 Tahun Perang Diponegoro, Pameran NYALA Dibuka di Galeri Nasional Indonesia hingga 15 September

Published

on

Dari lukisan Raden Saleh hingga karya imersif modern, pameran NYALA di Galeri Nasional tawarkan pengalaman sejarah yang tak biasa.(Foto:Kabar BUMN)

JAYAKARTA NEWS – Galeri Nasional Indonesia menghadirkan pameran bertajuk “NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro”, sebuah ruang interaktif yang mengajak pengunjung menelusuri peristiwa besar di masa lalu.

Dengan menghadirkan karya seni klasik hingga kontemporer, pameran ini dikemas dengan sentuhan teknologi sehingga menciptakan pengalaman historis yang estetik sekaligus imersif.

Pameran NYALA ini berlangsung dari 22 Juli hingga 15 September 2025, dalam rangka menyambut 80 tahun Kemerdekaan RI serta memperingati dua abad pecahnya Perang Diponegoro (1825–1830).

Tema NYALA dipilih untuk menyalakan kembali ingatan akan keberanian, semangat juang, dan keteguhan hati sang pahlawan dalam melawan kolonialisme.

Lebih dari 33 karya dari 26 perupa tanah air dipamerkan, mulai dari lukisan, instalasi, patung, sketsa, hingga karya berbasis teknologi seperti augmented reality, video, dan seni imersif.

Tak hanya itu, sejumlah arsip bersejarah, naskah, koin, serta buku terkait Perang Diponegoro juga dipamerkan.

Salah satu karya paling ikonik adalah lukisan legendaris “Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh, yang menjadi koleksi istana kepresidenan.

Selain itu, karya dari seniman besar seperti Basoeki Abdullah, Ugo Untoro, Irene Agrivina, hingga Jompet Kuswidananto juga turut dipamerkan.

Kurator pameran menekankan bahwa tema NYALA bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali nilai perjuangan Diponegoro agar tetap relevan untuk generasi sekarang.

Perang Diponegoro dikenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Indonesia yang melibatkan ratusan ribu rakyat melawan kolonial Belanda selama lima tahun.

Dengan menghadirkan seni lintas generasi, pameran ini menjadi wujud komitmen untuk merawat memori kolektif bangsa serta menjadikannya sumber inspirasi dalam menjaga semangat kebangsaan.

Pameran berlangsung di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat dengan jadwal sebagai berikut:

  • Senin : 12.00 – 20.00 WIB
  • Selasa–Minggu : 10.00 – 20.00 WIB

Harga tiket masuk:

  • Anak-anak (3–12 tahun) : Rp25.000
  • Dewasa (13–60 tahun) : Rp50.000
  • Warga Negara Asing (WNA) : Rp100.000
  • Anak di bawah 3 tahun & lansia di atas 60 tahun : Gratis

Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro bukan sekadar suguhan karya seni, tetapi juga perjalanan mengenang sejarah perjuangan bangsa. Dengan kemasan modern, interaktif, dan penuh makna, pameran ini menjadi destinasi menarik bagi pecinta seni, sejarah, maupun wisata edukasi di Jakarta.***/mel

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement