• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Wawancara Jayakartanews dengan Roso Daras (3-Selesai)

Wawancara Jayakartanews dengan Roso Daras (3-Selesai)

December 12, 2017
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

October 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 20, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Profil

Wawancara Jayakartanews dengan Roso Daras (3-Selesai)

by admin
December 12, 2017
in Profil
0
Wawancara Jayakartanews dengan Roso Daras (3-Selesai)
510
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Roso Daras dalam berbicara pada acara “Tribute to Sukarno”, di Bandung. Foto: ist

Tanggung Jawab Saya kepada Bung Karno dan Tuhan

KEBERANIAN seorang Roso Daras menafsir ajaran Sukarno, konon sempat membuat sejumlah seniornya mewanti-wanti agar tidak gegabah. Sebab, tafsir yang salah, bisa membuat pemahaman yang juga keliru. Wawancara lebih jauh, saya coba perdalam tentang masalah itu.

Mengapa Anda berani menafsir ajaran Sukarno?

Tunggu dulu… ini bukan soal berani atau takut. Ini soal seseorang yang memiliki kegelisahan pemikiran. Saya sangat percaya, memahami Sukarno tidak cukup membaca bukunya Cindy Adams. Mendalami Sukarno, tidak cukup dengan membaca buku Lambert Giebels.

Bahkan, buku-buku yang begitu banyak tentang Sukarno, mulai dari tulisan Benhard Dahm, Willem Oltmans, Antony Dake, sampai tulisan-tulisan Bung Peter A Rohi, Peter Kasendha, Aswi Warman Adam, Bagin, H.A. Notosoetardjo, dan masih banyak penulis Bung Karno lain, tidak akan pernah cukup menggambarkan sosok Sukarno seutuhnya.

Bung Karno itu ibarat ensiklopedi, yang dari huruf A sampai Z akan memunculkan profil, pemikiran, dan sejarah panjang tentang dirinya. Jika ditulis, tidak akan cukup, seribu, dua ribu, bahkan sejuta halaman buku. Tidak heran jika kemudian, hampir semua buku tentang Bung Karno, tidak ada satu pun yang bisa menampilkan potret Sukarno secara utuh, baik Sukarno sebagai manusia, maupun Sukarno sebagai pemikir, ideolog, dan negarawan.

Itukah yang menjadi modal keberanian menafsir ajaran Sukarno?

Roso Daras, menafsir kitab-kitab Bung Karno. Foto: Ist

Sekali lagi, bukan soal keberanian. Saya tambahkan begini,  setiap kitab tentang Sukarno, bisa ditafsir. Terlebih jika itu bersumber langsung dari tulisan atau buah pemikiran Sukarno. Mengapa? Karena Bung Karno sudah tidak ada, dan tidak ada lagi yang mampu menerjemahkan pemikiran Bung Karno dalam konteks kekinian.

Konteks kekinian harus saya pertegas, mengingat lebih tiga dasawarsa ajaran Sukarno dihilangkan, maka begitu sekarang bebas mengakses ajaran Sukarno, maka generasi muda sangat mungkin menjadi gagap. Bukan saja pada soal ejaan bahasa, pilihan diksi, tetapi juga dalam konteks zaman.

Bung Karno dalam tulisan-tulisannya banyak sekali merujuk tokoh-tokoh dan pemikir-pemikir dunia. Jadi, belajar tentang ajaran Sukarno, artinya harus mencoba memahami pula semua sumber rujukan yang digunakan Sukarno.

Kalau soal keberanian menafsir, saya lebih suka berdalih sebagai “hak”. Hak bagi siapa pun untuk menafsir kitab Bung Karno. Pertama, kitab DBR atau kitab Bung Karno lainnya, jelas bukan kitab suci semacam Alquran. Sedangkan Alquran saja ditafsir, mengapa ajaran Sukarno tidak boleh ditafsir?

Mengapa Anda ingin membuat tafsir DBR? Ingin menjernihkan bangunan sejarah?

Idealnya gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Dalam Islam dikatakan, sebaik-baik amal ya amal jariah, di antaranya adalah ilmu yang bermanfaat. Kalau bicara ideal, saya ingin menciptakan warisan,  yakni buku tafsir tentang  ajaran Sukarno. Harapan saya tafsir itu bisa menjadi panduan/ penuntun jalan.

Saya tidak mengklaim bahwa tafsir saya paling benar. Saya pernah ditanya teman-teman yang juga menulis buku tentang Sukarno, apa hak kamu menafsir ajaran Sukarno

Saya  jawab, kebutuhan tafsir tentang ajaran Sukarno penting karena orang sekarang tidak mengerti ketika membaca DBR, sehingga ruang kebutuhan menjadi besar, dan saya mencoba mengisi kebutuhan itu. Artinya, hak menafsir tidak hanya pada saya. Bahkan saya berharap, penulis-penulis buku Sukarno kemudian juga berlomba-lomba menafsir ajaran Bung Karno. Makin banyak tafsir makin bagus. Percayalah.

Layak jika orang mempertanyakan  tekad Anda membuat tafsir DBR,  karena DBR karya besar Bung Karno.

Jangankan DBR, Quran saja banyak tafsir. Kalau saya berani buat tafsir seharusnya para akademisi, sejarawan, dan kaum intelektual lain pemerhati ajaran Bung Karno, lebih berani lagi. Setiap tafsir akan dibaca atau tidak, itu hak masyarakat. Setiap tafsir saya tentang Sukarno, setidaknya itu merupakan tekad kontribusi saya agar ajaran Sukarno dipahami oleh anak bangsanya.

Dalam buku biografi yang ditulis Cindy Adams, tampak tersurat Sukarno  penganut teosofi, dan dalam dunia pemikiran dikatakan bahwa Sukarno bercakap-cakap dengan Perdana Menteri Gladstone dari  Inggris, Mazzini dari Italia, Rousseau dan Jean Jaures dari Prancis. Apa pendapat Anda tentang dimensi tersebut?

Percakapan dengan para tokoh dunia tersebut tentu melalui karyanya. Namun mungkin saja kedua dimensi itu (kebatinan) juga dilakukannya. Sejak kecil, sejak usia 15 tahun di HBS Surabaya, Sukarno sudah membaca kisah-kisah orang besar dunia. Ia juga belajar dan mengambil banyak dari keteladanan para tokoh dunia itu. Ketika ia membaca karya-karya orang besar itulah, secara tidak langsung ia sedang berdialog dengan tokoh penulis buku itu. Sukarno adalah pembaca aktif. Dalam membaca, akan terekam pandangan dan pemikiran tokoh, pada saat bersamaan, dari dalam otak dan hati Sukarno juga muncul pertanyaan-pertanyaan, bahkan mungkin gugatan-gugatan. Menurut saya, itu yang dimaksud dengan konteks pertanyaan Anda.

Melihat perjalanan hidup dan juga beberapa pendapat atau ramalannya, ada pula yang mengatakan Sukarno itu wali.

Saya tidak berpendapat dia wali atau sunan. Tapi saya katakan, Sukarno orang besar. Ciri-ciri orang besar adalah ajarannya everlasting, abadi. Orang yang menjulukinya wali tentunya memiliki catatan panjang tentang ilmu yang diturunkan dan diamalkan oleh penerusnya. Kalau orang bilang dia wali, mungkin karena dia punya level dan kualifikasi seperti wali, di mana ajarannya diamalkan sampai sekarang. Bahkan karya besarnya bernama “persatuan Indonesia” masih utuh hingga hari ini.

Tentang julukan wali mungkin karena beberapa ramalan Sukarno akhirnya terbukti. Sukarno dengan alasan-alasan ilmiahnya pernah mengatakan Indonesia akan merdeka setelah perang Asia Timur Raya, dan itu jadi kenyataan.

Apa mau dikata, Sukarno sendiri tidak terlalu mengggubris orang menilainya apa. Termasuk ketika Cindy Adams menanyakan hal itu. Sukarno bahkan menjawab, ia akan tahu perang Asia Timur Raya itu karena dia penyuka sejarah. Orang yang suka sejarah, tidak akan berdiri dalam vakum. Dari belajar sejarah itu pula, Sukarno tahu, bahwa klimaks politik dunia ketika itu akan berujung pada perang besar.

Di kesempatan lain, Bung Karno bahkan meramal tentang kebesaran Cina. Ini ada kisah ketika Jenderal Ahmad Yani mengingatkan Bung Karno agar tidak terlalu dekat dengan Cina. Alasannya, karena Cina itu komunis. Secara berseloroh Bung Karno mengatakan, “Jenderal bodoh kamu,” tangkis Sukarno. “Lihat nanti. Cina akan menjadi negara kapitalis terbesar di dunia.”. Dan hari ini kita sudah melihat ramalan Sukarno itu terjadi.

Buku biografi Sukarno terkait dengan perjuangan kemerdekaan yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dan banyak dikagumi, namun mengapa di era keterbukaan ini  tidak dieksplor.

Ini perlu kesadaran dan sebuah gerakan. Jadi harus ada yang menggerakkan. Penggerak paling efektif adalah kebijakan pemerintah. Selama pemerintah tidak menggerakkan, ya tidak akan terjadi gerakan untuk uri-uri ajaran Sukarno. Gerakan itu sifatnya masif, dan kesadaran sifatnya individual. Kalau saya sekarang menguri-uri ajaran Sukarno supaya kita kembali menghidupkan ajaran Sukarno.

Kekuatan apa yang mendorong sehingga Anda bisa intens dan penuh semangat?

Dua judul buku tentang Bung Karno, karya Roso Daras. Foto: Ist

Agak susah mengatakannya, biar orang lain yang menilai. Saya kan pelaku. Saya tidak mengerti, cuma bagi saya menulis buku Sukarno itu nikmat. Saking nikmatnya saya bisa lupa waktu. Itu kan di luar nalar. Saya pernah menulis di blog sangat rutin dan bisa mengalir deras, itu kadang sulit dinalar. Tidak pernah ada hambatan dalam mengalirkan kata-kata. Hal ini beda sekali ketika saya menulis buku pesanan tentang pariwisata, profil daerah, atau biografi yang kadang harus berpikir lama.

Namun sebagian buku Anda tentang Sukarno berupa tafsir kan?

Buku-buku Sukarno saya banyak sekali yang sifatnya tafsir, tidak ada di buku mana pun. Saya cuma merangkai kejadian. Saya mencoba menangkap situasi kejadian saat Sukarno menulis/menyampaikan maksud ketika itu dengan menjembatani pada suasana yang ditangkap pembaca saat ini.

Kalau saya tidak berani menafsir dengan cara mendeskripsikan kejadian waktu itu dengan apa yang ada di benak saya, saya kira tidak akan sampai. Kering. Bagamana saya menggambarkan suasana batin Sukarno ketika di pembuangan (di Ende, Flores) kalau saya tidak punya referensi bahwa Sukarno pernah mengatakan, Kekuatan saya adalah massa. Mudah untuk membunuh saya, jauhkan saya dari massa maka saya akan mati. Sukarno sering kali duduk termenung berjam-jam sambil memandangi laut dalam kesepian yang memagut. Saya kira tidak salah kalau saya deskripsikan semacam itu.

Saya pernah menulis pula tentang pertemanan Sukarno dan sopir taksi. Suatu hari Sukarno turun di stasiun Gambir dari Bandung, tidak ada uang, yang dia cari pasti Arif, sopir langganan yang bisa ngutang. Setelah sekian lama berlalu,  Sukarno datang ke rumah Arif. Betapa kagetnya Arif karena yang mengetuk pintu rumahnya adalah Sukarno yang sudah menjadi presiden. Pertama yang disampaikan Sukarno menanyakan keadaan Arif, lalu membayar utang-utangnya  selanjutnya mengangkat Arif sebagai sopir pribadinya.

Semua itu saya deskripsikan dengan gambaran yang bersuasana, bagaimana Sukarno mengetuk pintu, dan bagaimana pula reaksi Arif yang kemudian menjadi sopir pribadinya. Kalau saya tidak berani menafsir dan menginterpretasikan, ya kering. Soal pertanggungjawaban, ini pertanggungjawaban saya pada Sukarno dan kepada Tuhan. Tapi di balik itu semua saya ingin menunjukkan,  ini lho… ada orang yang hatinya begitu mulia, orang besar tidak pernah melupakan jasa orang kecil. ***

Tags: anthony dakecindy adamslambert giebelspeter a rohipeter kasendharoso darastotal bung karno
Share204Tweet128
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version