• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Untung Ada Monolog Sengkuni

Untung Ada Monolog Sengkuni

January 13, 2019
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

October 20, 2026
Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

October 20, 2026
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

October 20, 2026
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Untung Ada Monolog Sengkuni

by admin
January 13, 2019
in Kolom
0
Untung Ada Monolog Sengkuni
547
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Joko Kamto memerankan Sengkuni, dalam pementasan “Sengkuni 2019”, 12 – 13 Januari 2018 di Taman Budaya Yogyakarta. (foto: yudiaryani)
Oleh Yudiaryani

 

Ini bukan kritik teater. Bukan pula resensi pementasan teater. Akan tetapi, sah-sah saja kalau kemudian dianggap sebagai kritik sekaligus resensi pementasan “Sengkuni 2019”, pada 12 Januari 2019, di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.

Sebagai catatan, tentu saja tulisan ini berakhir koma, karena yang saya saksikan adalah pementasan hari pertama. Sedangkan, malam ini (13/1/2019), pada pementasan hari kedua –dari dua malam pementasan—bisa jadi berbeda. Meski saya yakin, tidak akan substansial.

Syahdan, panggung dibagi dua dengan area permainan depan dan belakang, dibelah tirai pembatas di antara keduanya. Kepulan dry ice menyesaki panggung, yang lekas ditingkah puisi tentang sosok Sengkuni. Puisi sengkuni pun merambah setiap sisi dan relung politik yang pekat. Lalu, gelombang alun musik rancak berirama, berkelindan dengan tata cahaya warna-warni, laiknya sebuah perayaan, yang entah apa maknanya.

Setting pementasan malam itu juga menampilkan tumpukan kursi dan stand partitur berukuran jumbo. Tata panggung semi-seni-instalasi menyiratkan pesan tak langsung, bahwa lakon “Sengkuni 2019” menjanjikan kelebihan-kelebihan di anasir-anasir lain. Saya menebak, naskah yang ditulis Emha Ainun Nadjib tentulah sebuah naskah yang berbobot.

Penulis bersama Emha Ainun Nadjib, penulis naskah “Sengkuni 2019”. (foto: yudiaryani)

Menyimak naskah “Sengkuni 2019”, tampak jelas menggunakan teknik dramatika Alienasi Brecht dengan prinsip menghilangkan kedalaman psikologi tokoh. Bahkan penonton dilarang terseret terlalu dalam dengan permainan seni peran. Akibatnya struktur cerita tersaji menjadi penggalan-penggalan peristiwa. Efeknya, penonton menjadi lebih rileks.

“Sengkuni 2019” adalah naskah dengan alur melingkar, multi plot. Karenanya, banyak peristiwa dalam cerita yang berjalan tidak saling terhubung, dan bertemu di bagian akhir.

Pertunjukan Brecht di Indonesia menjadi suatu perkawinan antara konsep teater modern dan teater tradisi. Di Yogyakarta dikenal sebagai gaya Gandrik. Tahun 80-an gaya ini dikembangkan oleh Teater Jeprik, kemudian Teater Dinasti.

Pembagian panggung dengan dua area permainan tinggi rendah sebenarnya mampu menjadi area permainan dinamis. Garis horizontal dan garis diagonal dapat menghadirkan komposisi para aktor di area panggung bagian depan dan belakang. Namun sutradara Jujuk Prabowo tampaknya tidak menggunakannya sebagai penyampai pesan yang efektif.

Sebaliknya, adegan narator dan khatib banyak dimainkan di bagian depan secara horizontal terus-menerus. Demikian juga adegan keluarga Bagus yang selalu berada di bagian kiri panggung yang lagi-lagi, secara terus-menerus.

Komposisi di atas, akhirnya harus disadari sebagai sebuah keberanian menabrak prinsip estetika panggung. Adegan pembunuhan, misalnya, dianggap pas jika diletakkan di area panggung permainan bagian belakang. Sementara, adegan lucu atau kasih-sayang, diletakkan di area depan panggung.

Kiranya, adegan pembunuhan oleh Sengkuni terhadap keluarganya di adegan awal, akan lebih baik jika di lakukan di area belakang panggung permainan. Sementara, dengan sorotan lampu dari atas dan samping panggung, dengan posisi di level yang lebih tinggi, penonton akan merasakan nasib tragis Sengkuni yang dari lahir pun sudah membawa dosa asal.

Sutradara tidak mengolah dan memainkan level atas dan level bawah pangggung permainan secara optimal. Bahkan, level bawah depan penonton, kiranya bisa dijadikan arena permainan.

Beralih ke naskah, nyata bahwa “Sengkuini 2019” adalah naskah serius, tercermin dari dialog-dialog yang ada. Aroma politik begitu kental. Bukan panggung politik biasa, tetapi politik masa kini. Pilihan tokoh Sengkuni, seolah menyiratkan keinginan penulis mengangkat karakter Sengkuni yang sudah ada sejak zaman dulu, bahkan sejak manusia belum diciptakan.

Tampak, paradigma Sengkuni belum mampu ditafsir sutradara dengan tepat. Sutradara kemudian mengalihkan keseriusan naskah ini dengan mengambil format dan gaya Gandrik. Terasa pada kecenderungan melucu untuk dialog dan suasana yang sebenarnya tepat jika disampaikan dengan elegan dan cerdas. Sutradara Jujuk ingin meraih gelak tawa penonton.

Alhasil, terjadi jarak yang lebar antara kehendak penulis dan tafsir sutradara. Entah mengapa, penyutradaraan Jujuk terasa tidak optimal. Atau, jangan-jangan karena faktor kesibukan pemeran utama yang relatif jarang latihan. Atau kemungkinan lain, ada kekhawatiran warna penyutradaraan sama dengan Gandrik yang menjadi ciri khs penyutradaraannya.

Toh harus diakui, Jujuk Prabowo cukup handal memainkan pergantian adegan dengan tari yang dikemas apik. Di sini justru sutradara menunjukkan pemahamannya terhadap bentuk-bentuk tari tradisi. Brecht pun dengan efek alienasinya mengambil bentuk tradisi untuk menyempurnakan struktur dramatiknya.

Adegan yang mengganggu dan tampak kurang tergarap dengan baik adalah adegan anak-anak milenial. Kostum kurang terancang baik, akting  tidak jelas maksudnya. Akting genit, centil, cuwek campur aduk tanpa memberi porsi kepada setiap pemain untuk membangun perannya. Bukankah, sekalipun bermain grup, karakter harus tetap diwujudkan? Kalau saja bagian itu dimainkan seperti drama musical, oh… pastilah menarik dan menyegarkan, alih-alih menjadi tempelan.

Lalu, adegan sholat di atas panggung. Entah penonton lain, tapi saya merasa tidak nyaman. Terbayang, alangkah lebih baik jika digarap dengan gerak tari. Lebih mengena, dan lebih indah mestinya.

Makin dalam memasuki “Sengkuni 2019” makin terasa adanya pemaksaan “gaya Gandrik” untuk naskah seriusnya Cak Nun. Excuse paling sederhana adalah, “maklum, sutradara dan pemain-pemain utamanya adalah alumnus Dinasti dan Gandrik.” Hanya saja, tetap terasa aneh melihat padu-padan kata dan akting yang tidak pas. Kesan pun muncul, inilah permainan yang menggabungkan akting teatrikal dengan naskah realis.

(Maaf cak Nun, menurut saya naskah ini jauh lebih baik jika dijadikan naskah pidato politik berbasis seni pertunjukan….)

Monolog akhir adalah kunci dari substansi cerita Sengkuni. Seni peran Joko Kamto sebagai Sengkuni patut diacungi jempol. Monolog terakhir Sengkuni adalah yang terbaik dari semua adegàn malam itu.

Di sini, Sengkuni menggugat nasibnya yang jahanam sejak lahir. Dia menggugat Kresna yang dianggap sama buruk dengan dirinya. Namun Kresna mendapatkan hidup yang bermartabat. Mungkinkah ini semacam Bhagawad Gita Sengkuni?

***

Emha Ainun Nadjib dan para pemeran lakon “Sengkuni 2019”. (foto: yudiaryani)

Naskah pementasan “Sengkuni 2019” ditulis oleh Emha Ainun Nadjib, dan berperan sebagai sutradara adalah Jujuk Prabowo. Sementara itu, para pelakon utama yang memainkan tokoh-tokoh dalam naskah ini adalah nama-nama yang telah puluhan tahun berdedikasi seperti Joko Kamto, Novi Budianto, Eko Winardi, Margono W, Agus Istijanto, dan Kumbo Adiguno.

Adapun penggarapan musik dikreasi oleh Azied Dewa, SP Joko, Doni, dan Widi; tata lampu oleh Wardono; stage manager oleh MZ Fadil. Bertindak sebagai pimpinan produksi adalah Toto Rahardjo dan penyelenggara oleh Progress Management. *** 

Prof. Dr. Hj. Yudiaryani, MA, Guru Besar Teater ISI Yogyakarta

“Sengkuni 2019” oleh Teater Perdikan, Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, 12 – 13 Januari 2019. (foto: yudiaryani)
Sejumlah adegan dalam “Sengkuni 2019”. (foto: yudiaryani)
Tags: emha ainun nadjibjayakartanewssengkuniteater perdikanteater yogyakarta
Share219Tweet137
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version