“Unlocking Indonesia’s Treasure”

 “Unlocking Indonesia’s Treasure”

Keluarga Kusmajadi ada di antara dua gajah, lokasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur. (Foto: Ist)

Jayakarta News – Pernahkah Anda melihat mobilhome di jalan? Sebuah truk engkel, Colt Diesel FE 71, salah satu produk andalan Mitsubishi KTB Fuso yang telah dimodifikasi menjadi “rumah berjalan”. Nah, mobil inilah yang dikendarai Kusmajadi bersama istri dan dua anaknya keliling Indonesia.

Mobil dengan cat dominan putih, dan abu-abu di bagian bawah itu, memang didesain untuk touring. Makanya, selain ada tempat tidur, juga dilengkapi mesin cuci, televisi, kompor gas, dll.

Sebagai identitas, mobil ini pun dilengkapi semacam “call sign” yang bisa Anda jumpai di bagian luar. Sebuah gambar peta Indonesia lalu di bawah ada tulisan Unlocking Indonesia’s Treasure. Di sebelah kanan di bawah ventilasi, ada tulisan “Keluarga Kusmajadi”.

Perjalanan keliling Indonesia ini adalah yang kedua. Adapun yang pertama, pernah mereka lakukan pada tanggal 2 November 2018, dengan “call sign” Home Car Menjelajah Indonesia. Saat itu, saya menjumpainya di Medan, Sumatera Utara.

Keluarga Kusmajadi terdiri dari, Dodi Kusmajadi kepala keluarga, Melati Putri sang istri, dan dua anaknya Abdul Hakim Putra Kusmajadi dan Nara Sabiya Putri Kusmajadi. Bicara ihwal slogan Unlocking Indonesia’s Treasure, Kusmajadi menjelaskan karena itulah misi perjalanan kali ini.

Keluarga Kusmajadi dan salah seorang teman saat berfoto di mobilhome. (Foto: Ist)

Ada empat misi perjalanan keliling Indonesia kali ini. Pertama, ingin mempelajari kekayaan budaya, kesenian, sejarah dan (mencicipi) kuliner di seluruh Indonesia. Kedua belajar kearifan lokal di daerah-daerah yang kami kunjungi. Ketiga bertemu pahlawan-pahlawan lokal yang mampu memberdayakan masyarakat di wilayahnya dengan kemampuan serta potensi yang dimilikinya.

Seperti salah satu pahlawan lokal yang mereka temui adalah Tison Sihabuddin di Pulau Bungin, Sumbawa. Pemuda 30 tahun ini membangun Bank Ikan, Museum Nelayan, serta Restoran Terapung untuk Masyarakat Suku Bajau di Pulau Bungin. Kegiatan ini untuk menggerakkan ekonomi warga. Dan terakhir, keempat, menikmati keindahan alam Indonesia yang tidak ada duanya.

Kemudian Kusmajadi mengatakan lagi kepada Jayakarta News melalui WhatsApp kemarin (7/5/2020), “Kami telah menyelesaikan perjalanan darat (road trip) menggunakan kendaraan motorhome, beberapa provinsi yaitu Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi dan Kalimantan. Sementara Maluku dan Papua akan ditempuh dengan cara backpacker,” tulisnya.

Mereka sudah kembali dari perjalanan keliling Indonesia sejak 8 Maret 2020. “Dan alhamdulillah kami sudah di rumah sebelum ada pembatasan akibat Covid-19,” tambah Kusmajadi.

Dodi Kusmajadi bersama sang istri Melati Putri, saat berfoto di lokasi Air terjun Mata Jitu Pulau Moyo Sumbawa. (Foto: Ist)
Keluarga Kusmajadi saat di Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang. (Foto: Ist.)

Kenapa kita harus menjelajahi negeri sendiri?

Dengan berwisata di negeri kita sendiri maka kita ikut menggerakkan roda perekonomian penduduk di suatu daerah. Setidaknya dengan membeli kerajinan lokal, lalu membayar tiket masuk, makan di warung penduduk atau menginap di homestay milik penduduk.

Lalu menurut Kusmajadi yang sudah mengelilingi Indonesia itu, ada 9 alasan kenapa kita harus mengelilingi negeri sendiri, yaitu pertama pantai yang indah. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia Indonesia memiliki lebih dari 18.000 pulau dan memiliki pantai-pantai terbaik di dunia.

Kedua, alam bawah laut yang menakjubkan. Perairan Indonesia dalam World Reef Triangle yang menjadi rumah bagi 75% species terumbu karang di seluruh dunia. Ketiga, air terjun yang luar biasa.

Bukan hanya pantai dan alam bawah laut saja yang dimiliki Indonesia namun punya banyak air terjun yang menawan.

Keempat, danau-danau yang cantik.  Seperti di Danau Toba di Sumatera Utara adalah Danau Vulkanik yang termasuk salah satu terbesar di dunia.

Kelima, gunung berapi yang masih aktif. Sehingga terletak dalam gugusan ring of fire. Indonesia memiliki 150 gunung berapi yang aktif, dimana kita pengunjung bisa menikmati sunrise terbaik. Keenam, sungai-sungai yang seru untuk diarungi. Sungai di Indonesia bukan hanya sebagai sarana transportasi namun juga sebagai sumber kehidupan sosial dan menarik untuk dieksplorasi.

Ketujuh, fauna langka di dunia. Dapat melihat langsung komodo, orang utan dan burung cendrawasih adalah salah satu alasan orang dari seluruh dunia datang ke Indonesia. Kedelapan, sejarah dan budaya yang kaya akan cerita. Ada lebih dari 300 etnik di Indonesia dengan kekhasan dan keistimewaan masing-masing daerah.

Dan terakhir kesembilan, menikmati kehangatan orang-orang Indonesia. Orang-orang istimewa dengan caranya masing-masing memberi makna pada perjalanan.

Sebetulnya masih bisa ditambah. Sebab, masih ada banyak hal yang menarik tentang Indonesia. Keistimewaan Indonesia lainnya yang tidak cukup ditato di Carousel di atas adalah tentang buah dan tanaman Indonesia. Tanah kita tanah surga, rotan kayu dan batu jadi tanaman.

Setidaknya, kesembilan alasan tadi dapat meyakinkan publik bahwa Indonesia memiliki segalanya. Harapannya, kita semua bisa mengenal Tanah Air sendiri sebelum berpetualang ke negeri orang. (Monang Sitohang)

Keluarga Kusmajadi saat di Christo Rei Dili Timor Leste. (Foto: Ist)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *