Tags : teater alam yogyakarta

Video

Azwar AN Terima Anugerah Kebudayaan Kemendikbud

Azwar AN, tokoh sekaligus legenda hidup teater Indonesia yang tinggal di Yogyakarta, tahun ini menerima Anugerah Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Anugerah itu pantas disandang oleh pendiri Bengkel Teater bersama Rendra, serta pendiri Teater Alam. Hampir 2/3 hidupnya didedikasikan untuk teater.Read More

Video

Azwar AN Terima Anugerah Kebudayaan Nasional 2020

Seniman teater Indonesia yang bermukim di Yogyakarta, Azwar AN, hari ini (7/12/2020) menerima Anugerah Kebudayaan Nasional 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Selain Azwar AN, dua penerima anugerah yang sama tahun ini dari Yogyakarta adalah “Yu Beruk” Yustiningsih dan Pemerintah Daerah Kota Yogyakarta. Anugerah diberikan oleh Direktur Sejarah Kemendikbud, Triana Wulandari, mewakili Menteri Pendidikan […]Read More

Feature Kolom

“Oedipus Rex Paket Hemat”

Catatan Gde Mahesa Sabtu, 18 Januari 2020 di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta Teater Alam mementaskan drama klasik “Oedipus Rex” karya Sophocles yang diterjemahkan WS Rendra. Sebagai dedengkot Teater Alam, Azwar AN yang kini berusia 82 tahun menyutradarai langsung lakon itu, dibantu asisten sutradara Meritz Hindra (70 th) sekaligus memerankan Teiresias. Teater Alam, termasuk kelompok […]Read More

Feature

Dari Montserrat ke Oedipus, Singgah di Pusaran

Jayakarta News – Tak hanya menolak lupa, apalagi mati, Teater Alam bahkan menolak berhenti berkarya. Kelompok teater yang didirikan Azwar AN Januari 1972, tak pelak menjadi salah satu teater tertua di Yogya, yang masih aktif hingga hari ini. Sejak beberapa bulan terakhir, sanggar teater di Wirokerten, Kotagede, Yogyakarta, itu mulai ingar-bingar oleh suasana latihan. Benar, […]Read More

Feature

Tumpeng “The Point of No Return”

Jayakarta News – Sebuah nasi tumpeng tersedia di depan stage Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Minggu (21/7/2019) malam. Malam itu adalah malam gladi bersih pementasan teater musikal “Pusaran” (A Streetcar Named Desire karya Tenneessee Williams, 1947). Sehari sebelumnya, mereka telah menuntaskan agenda gladi kotor. Pentas “Pusaran” yang berlangsung nanti malam (22/7/2019) dan Selasa besok […]Read More

Feature

Pria Berkacamata di “Pusaran” Wanita

Jayakarta News – Kata pusaran dalam judul di atas, perlu diberi tanda kutip, karena memang ganda-makna. Makna utama adalah “Pusaran” sebagai lakon teater musikal yang bakal dimainkan Teater Alam dan ISI Yogyakarta, di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, Senin – Selasa, tanggal 22 – 23 Juli 2019. Makna lain, benar-benar pusaran dalam arti vortex, whirpool […]Read More

Feature

“Konflik” Pemain Teater Alam dan ISI Yogyakarta

Jayakarta News – A Streetcar Name Desire yang diterjemahkan oleh Toto Sudarto Bachtiar menjadi “Pusaran” ternyata menjadi “pusaran” yang harus dituntaskan para pemain dan para awak di belakang layar. Sutradara perempuan Prof Dr Yudiaryani MA tidak begitu saja membiarkan “konflik” yang terjadi tanpa penyelesaian. Sementara Dr Memet Chairul Slamet sebagai penata musik tidak banyak bicara. […]Read More

Feature

Retro Etnik Bikin “Pusaran” Menarik

Jayakarta News – Pentas drama “Pusaran” oleh ISI Yogyakarta dan Teater Alam Yogyakarta, akan menjadi gelar karya pertama musisi “Memet” Chairul Slamet, setelah bergelar doktor. Benar, pasca meraih gelar doktor dalam ujian terbuka di Concert Hall Pascasarjana ISI Yogyakarta, Jl. Suryodiningratan, Yogyakarta tanggal 23 Mei 2019, inilah kali pertama ia menyajikan komposisi musiknya. Berperan sebagai […]Read More

Feature

ISI Yogya dan Teater Alam Bakal Cetak Sejarah

Pentaskan “Pusaran”, 22 – 23 Juli 2019 di TBY Yogyakarta Jayakarta News – Sejak tiga bulan lalu, aktor-aktris Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta dan Teater Alam Yogyakarta tekun berlatih. Mereka tengah mempersiapkan sebuah pementasan teater modern yang bakal tertoreh dalam sejarah teater modern di Indonesia. Sutradara Prof. Dr. Yudiaryani, MA bakal mementaskan teater musikal […]Read More

Feature Profil

Azwar AN “Si Slentem”

SEBAGAI teatrawan, nama Azwar AN berada pada jajaran atas sekelas Rendra. Keduanya sama-sama mendirikan Bengkel Teater yang legendaris itu. Bahwa kemudian di tahun 1972 Azwar AN memutuskan hengkang dari Bengkel Teater, dan mendirikan Teater Alam, adalah sebuah hikayat yang panjang. Jauh sebelum mendirikan Bengkel Teater, Azwar pada usia 17 tahun sudah meneguhkan sikapnya sebagai orang […]Read More