Tags : azwar an

Malam ini, Aktor Tua Unjuk Gigi

Pentas “Oedipus Rex” Teater Alam Jayakarta News – Malam ini, Sabtu (18/1/2020), Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta bakal diramaikan oleh pementasan “Oedipus Rex” oleh Teater Alam. Pementasan memperingati 48 tahun Teater Alam itu, sengaja mengangkat naskah Yunani klasik, karya Sophocles terjemahan WS Rendra. Karya drama tragedi terbaik yang dicipta tahun 400 Sebelum Masehi ini, bukan […]Read More

Azwar AN “Turun Gunung”

Jayakarta News – Kembalinya maestro teater Indonesia, Azwar AN menyutradarai Oedipus Rex, Sabtu, 11 Januari 2020 pukul 19.30 di Taman Budaya Yogyakarta, adalah satu catatan sejarah tersendiri. Yang pasti, ia melampaui pencapaian rekan sekaligus gurunya, Rendra. Setidaknya dari sisi kesempatan berkiprah di dunia teater. Rendra yang kelahiran Solo tahun 1935, wafat tahun 2009 dalam usia […]Read More

Oedipus Rex, Tandai Kebangkitan Teater Alam

Jayakarta News – Teater Alam Yogyakarta, tengah memasuki era kebangkitan. Di saat banyak teater seusia rontok dan tidak lagi berproduksi, Teater Alam seperti tak lekang dimakan usia. Kelompok teater yang didirikan Azwar AN, 4 Januari 1972 itu, pada Sabtu, 18 Januari 2020 sedia mementaskan “Oedipus Rex” (Sophocles), di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta. Menyimak perjalanan […]Read More

Dari Montserrat ke Oedipus, Singgah di Pusaran

Jayakarta News – Tak hanya menolak lupa, apalagi mati, Teater Alam bahkan menolak berhenti berkarya. Kelompok teater yang didirikan Azwar AN Januari 1972, tak pelak menjadi salah satu teater tertua di Yogya, yang masih aktif hingga hari ini. Sejak beberapa bulan terakhir, sanggar teater di Wirokerten, Kotagede, Yogyakarta, itu mulai ingar-bingar oleh suasana latihan. Benar, […]Read More

Sisyphus, Penentang Dewa yang Kreatif

Jika Bung Karno memainkan tonil di Ende (1934-1938) dan di Bengkulu (1938-1942), sungguh bukan sebuah sejarah teater kuno. Anda tahu? Sejarah teater sejatinya sudah terbentang 2,5 abad lamanya. Benar…. 2.500 tahun! Jejak itu mulai samar terlihat pada teater Yunani dan Romawi. Bahkan kita dapat melacak sumber sejarahnya di Mesir dan Babylonia, Syria dan Syprus, Thrakis […]Read More

Menanti Pidato Yudiaryani

Sebagian teman memanggilnya Yudi. Ayahnya memanggil Ninik. Nama lengkapnya Yudiaryani. Jika ditulis komplet menjadi Prof. Dr. Hj. Yudiaryani, MA. Mengisi ulang tahun ke-47 Teater Alam Yogyakarta (4 Januari 2019), Prof Yudi yang juga anggota Teater Alam, akan menyampaikan Pidato Kebudayaan berdurasi antara satu sampai satu-setengah jam. Judul yang tercantum di undangan, ”Melacak Jejak Sumber Kreativitas […]Read More

Teater Alam dalam Kemasan Trilogi Buku

Mencatatkan sejarah, tidak akan cukup hanya dalam satu kemasan buku. Terlebih, sejarah dari sebuah kelompok teater tertua di Yogyakarta dengan tokoh pendirinya Azwar AN. Karenanya, menyongsong ulang tahun ke-47, 4 Januari 2019, Teater Alam bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DI Yogyakarta akan membukukan Azwar AN dan Teater Alam dalam format trilogi buku (tiga buku dalam […]Read More

Azwar AN “Si Slentem”

SEBAGAI teatrawan, nama Azwar AN berada pada jajaran atas sekelas Rendra. Keduanya sama-sama mendirikan Bengkel Teater yang legendaris itu. Bahwa kemudian di tahun 1972 Azwar AN memutuskan hengkang dari Bengkel Teater, dan mendirikan Teater Alam, adalah sebuah hikayat yang panjang. Jauh sebelum mendirikan Bengkel Teater, Azwar pada usia 17 tahun sudah meneguhkan sikapnya sebagai orang […]Read More

Kangen Bentakan dan Lemparan Sandal

AZWAR AN adalah TEATER itu sendiri. Di Teater Alam, namanya melekat abadi. Sebab, setelah hengkang dari Bengkel Teater yang ia dirikan bersama Rendra, hampir seluruh hidup dan kehidupannya, ia curahkan untuk Teater Alam. Di usianya yang 81 tahun, Azwar ditemani tiga anaknya, Ronny, Nana, dan Renny hadir di Gedung Societet Yogyakarta, Minggu (24/6) menghadiri halal […]Read More

Pertemuan Bersejarah di Gedung Societet

BANYAK peristiwa akbar melahirkan orang besar. Demikian pula, banyak gedung bersejarah mencatat peristiwa bersejarah. Hari Minggu 24 Juni 2018, gedung Societet Yogyakarta mencatat sebuah peristiwa langka pada sebuah kelompok teater. Tak kurang dari 60 orang yang pernah nyantrik di Teater Alam, berkumpul setelah lebih dari 30 tahun tidak bersua. Angka 30 tahun barangkali terlalu dramatis. […]Read More