Sketsa Wajah Ismaya Hunafa

 Sketsa Wajah Ismaya Hunafa

MELUKIS sketsa wajah, adalah dunia yang sekarang ditekuni Ismaya Hunafa (21). Lelaki yang tinggal di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini, terbilang tekun dan ulet, serta teguh mencapai cita-citanya sebagai seniman lukis. “Meski dua kali gagal ujian masuk ISI Yogyakarta, tetapi saya tidak menyerah. Saya mencoba lagi di Institut Kesenian Jakarta, semoga berhasil,” ujar Mamay, sapaan akrabnya.

Kegemarannya melukis diakui sudah muncul sejak sekolah di SD Tlajung Udik, berlanjut di SMP Negeri 1 Citeureup, hingga terakhir di SMK PGRI 1 Cibinong. Dengan bimbingan senior yang kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), ia makin matang menggoreskan pensil di atas kertas. Guratan sketsa Mamay bahkan kemudian menjadi mata pencahariannya kini.

Melalui akun medsos seperti Facebook, Instagram, dan BBM ia mempromosikan hasil karyanya. Setiap minggu, tak kurang dari tiga orang memesan lukisan sketsa. Ia menjual sebingkai lukisan sketsa wajah Rp 200 ribu. Dari harga itu, ia beroleh keuntungan bersih separuhnya. Sebab, untuk modal, ia harus menyediakan sketch book lyra refil ukuran A-3 seharga Rp 45 ribu. Kemudian, pensil faber castle 2B-8B Rp 5 ribu, dan frame warna hitam ukuran A-3 seharga Rp 50 ribu.

Ia mengaku tidak semata berorientasi bisnis. Karena itu, sekalipun melukis adalah “jasa”, ia tidak mematok harga yang tinggi. Buat Mamay, ia akan merasa puas jika pemesan pun puas dengan guratan tangannya. “Sebab, apresiasi orang terhadap karya seni lukis sketsa itu tidak sama. Yang penting buat saya adalah serius, tekun, dan sabar. Semua ada waktunya,” ujar Mamay.

Ia mengakui, tidak mudah untuk menekuni dan menerjunkan diri secara total di dunia seni. Sebagian orang masih menganggap tidak memiliki prospek yang baik. “Beruntung orang tua saya mendukung, karena itu saya tidak ragu sedikit pun menekuni dunia ini. Saya pun berharap, kelak apa yang saya saya bisa, berguna bagi orang lain,” tambahnya.

Ia ingin apa yang ia kerjakan berkembang dan membuahkan hasil seperti yang ia inginkan. Sebagai seniman lukis, ia pun berangan-angan bisa mengadakan pameran, bahkan memiliki galeri sendiri. ***

Digiqole ad

Related post

1 Comment

  • Maju trus….jgn cpet puas,d dpan msih byk pluang tuk mnuju ksuksesan….!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *