Histori
Sejarah Nama Kawasan Penting di Jakarta, Ada yang Warisan dari Zaman Hindia Belanda
JAYAKARTA NEWS – Di usianya yang ke-499, sangat banyak perubahan yang dialami DKI Jakarta, termasuk terkait penamaan kawasan.
Beberapa kawasan penting di Jakarta sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda.
Dulunya merupakan kawasan pemukiman kecil, seiring waktu tempat tersebut menjadi besar dan penting.
Berikut kisah menarik dibalik penamaannya, dikutip dari Ragam BUMN, Sabtu (20/6/2026).
Menteng
Kawasan Menteng di Jakarta Pusat ini sudah menjadi pemukiman elit sejak zaman Hindia Belanda.
Lokasinya yang di tengah kota membuat Menteng lokasi pilihan penguasa Belanda dan orang Eropa.
Sebelum daerah perumahan, dulunya Menteng kawasan hutan. Tahun 1810 menjadi tempat tinggal.
Daerah ini semakin ramai di 1912 karena menjadi lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda.
Karena dulunya hutan, di sekeliling daerah tersebut penuh pohon buah menteng.
Buah ini tampilannya mirip dengan duku namun rasanya manis asam.
Dari sinilah lahirnya nama Menteng yang terus bertahan sampai sekarang.
Matraman
Di sebelah timur Jakarta ada satu kawasan yang sejak dulu selalu padat dan ramai, yaitu Matraman.
Nama Matraman berhubungan erat dengan kerajaan Mataram.
Pada abad 16, Sultan Agung, dari Mataram menyerang Batavia lewat darat.
Untuk memperkuat pasukannya, Sultan Agung membawa banyak prajurit dari Jawa ke Batavia.
Mereka membangun base camp di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Matraman.
Tahun 1677, terjadi perjanjian antara VOC dan Mataram.
Daerah tersebut diberikan pada orang-orang Jawa dari Mataram sebagai tempat tinggal.
Disebut Matraman karena merujuk daerah tempat tinggal orang-orang dari Mataram.

Gedung Societeit de Harmonie didirikan pada tahun 1810 atas prakarsa Gubernur Jenderal Reinier de Klerk. (Woodbury & Page, Photographers Java via Kompasiana.com)
Harmoni
Daerah Jakarta Barat sudah berkembang pesat sejak zaman Hindia Belanda.
Salah satu kawasan pentingnya, Harmoni yang terbentang dari jalan Hayam Wuruk sampai jalan Gajah Mada.
Pada zaman Belanda dikenal dengan nama Molenvliet.
Nama Harmoni baru digunakan tahun 1950-an, setelah nasionalisasi nama-nama jalan.
Nama Harmoni diambil dari nama gedung penting di kawasan itu, yaitu Societeit de Harmonie.
Gedung yang dibuka tahun 1815 ini merupakan tempat pesta para kaum sosialita Hindia Belanda di Batavia.
Sayangnya sudah tidak ada sisa gedung Societeit de Harmonie.
Tahun 1985 Pemprov DKI membongkar gedung tersebut dan mengubahnya menjadi kawasan bisnis Duta Merlin.
Kemayoran
Sebelum menjadi kota metropolitan, Jakarta dikelilingi pematang sawah dan lahan kosong.
Pada masa kekuasaan Daendles (1808-1811), banyak lahan tersebut dijual pada orang-orang kaya.
Kebanyakan pembelinya para mayor yang berasal golongan Tiongkok, Arab, Belanda, dan orang Eropa.
Salah satu pembelinya, Mayor Isaac De L’ostal De Saint Martin, yang menempati daerah Kemayoran.
Penduduk pribumi di sana menyebut lahan milik Mayor Isaac sebagai tanahnya mayor.
Dari sinilah kemudian berubah menjadi Kemayoran.
Penggunaan nama Kemayoran secara resmi muncul pada peta Batavia tahun 1840.***/mel
