Sarasehan Hoaks dan Radikalisme

 Sarasehan Hoaks dan Radikalisme
Sarasehan hoaks dan radikalisme. Dari kiri, Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo, Martin Hutabarat, SH, dan moderator Sumarno. Foto: Rina Ginting

KELUARGA besar jayakartanews, menggelar sarasehan mengenai topik yang sangat aktual. Dengan dukungan MPR RI dan Kementerian Kominfo, sarasehan mengangkat tema “Pancasila Mempersatukan Kita, Hoaks dan Radikalisme Musuh Kita Bersama”. Dua narasumber hadir dan memberi wawasan dalam seminar yang diselenggarakan di Villa Kp. Caringin, Bogor, 11 – 12 November 2017. Mereka adalah Martin Hutabarat, SH, politisi Gerindra, Anggota Komisi I DPR RI, dan Prof (Ris) Hermawan “Kikiek” Sulistyo, Ph.D, peneliti LIPI yang juga pengamat politik.

Dalam kesempatan itu, Martin mengemukakan, betapa hoaks dan radikalisme sangat berbahaya. Bahkan, saking berbahayanya, bisa memecah belah persatuan bangsa. “Saya sudah keliling ke banyak negara, termasuk ke negara-negara kecil pecahaan Yugoslavia dan Uni Soviet. Betapa dua negara yang dulu begitu besar dan disegani dunia, bisa terpecah belah. Beruntung Indonesia, yang juga sempat diramal bakal pecah, hingga hari ini masih utuh,” ujar Martin.

Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara, sempat beberapa kali diancam dan terancam oleh potensi disintegrasi,yang umumnya menggunakan senjata SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan). Dan sejauh ini, kita masih cukup konsisten memelihara keragaman yang memang merupakan sebuah keniscayaan bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan aneka keragaman budaya, agama, bahasa, dan adat-istiadatnya.

Sumarno, moderator sarasehan menegaskan, bahwa pesan moral yang bisa dipetik dari paparan Martin Hutabarat adalah, pentingnya menjaga kerukunan, serta pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap upaya pemecah-belahan bangsa. “Seorang mantan menteri, sarjan ITB saja bisa termakan hoaks, apalagi rakyat biasa. Karena itu, kita harus bijak dan cerdas menyikapi apa pun informasi yang kita dapat,” ujarnya. ***

Peserta sarasehan “Pancasila Mempersatukan Kita Hoaks dan Radikalisme Musuh Kita Bersama”, di Vila Kp. Caringin, Bogor. Foto: Banjar S
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *