Ronaldo Lampaui Rekor Platini

 Ronaldo Lampaui Rekor Platini

Selebrasi Cristiano Ronaldo usai mencetak gol keduanya untuk mengantar Portugal memenangi 3 gol tanpa balas saat menghadapi Hungaria di Piala Eropa. [FOTO TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE0


JAYAKARTA NEWS – Dua gol yang dicetak Cristiano Ronaldo di menit akhir untuk membantu juara bertahan Portugal, menandai awal yang mulus dalam kampanye mereka mempertahankan gelar juara Eropa.

Disaksikan 67.000 penonton yang memadati Puskas Arena di Budapes, Ronaldo dkk menenggelamkan Hungaria 3-0 dalam laga yang dihelat pada Selasa (15 Juni 2021). Gol Ronaldo tersebut mengantarnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di gelaran Piala Eropa.

Hungaria mendapat dari Portugal sejak awal pertandingan Grup F tersebut. Kapten Ronaldo memastikan kemenangan dengan mencetak gol dari titik penalti di menit ke-87 untuk mengungguli Michel Platini sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di final Piala Eropa dengan 10 gol, yang dengan cepat ia ubah menjadi 11 gol saat dia sukses menggiring bola ke gawang ketika pertandingan berjalan pada tambah waktu.

“Itu adalah pertandingan yang sangat sulit tetapi kami mendapat tiga gol. Sangat penting untuk menang dan memulai turnamen dengan percaya diri dan sekarang kami ingin terus menang,” kata Ronaldo.

Pelatih Portugal Fernando Santos menambahkan, “Jika kami mencetak gol lebih awal, itu akan lebih mudah bagi kami. Kami melewatkan beberapa peluang kemudian memiliki momen-momen yang mengkhawatirkan tetapi kami kembali tenang dan menyelesaikan pertandingan dengan baik.”

Portugal dan Hungaria bermain imbang 3-3 di salah satu pertandingan Piala Euro 2016. Dalam laga kali ini, sekalipun jumlah gol yang tercipta lebih sedikit, tetapi tidak kalah menariknya karena penduduk setempat yang ramai memenuhi stadion Puskas.

Aksi di lapangan mencerminkan semangat di tribun penonton saat Portugal bermain dengan intensitas nyata, memainkan permainan langsung dan memukul Hungaria dengan tiga pemain depan mereka dengan memanfaatkan umpan-umpan yang cepat dan panjang.

Diogo Jota pertama kali melihat gawang dengan jelas ketika dia melepaskan tembakan yang dapat ditepis oleh kiper Peter Gulacsi, menimbulkan “kemarahan” Ronaldo yang berada di tempat yang lebih baik untuk menembak.

Ronaldo tampak menyalahkan dirinya sendiri di penghujung babak pertama, ketika dia tidak seperti biasanya melewatkan target dari jarak dekat setelah umpan silang tajam yang disodorkan oleh dari punggawa Manchester United Bruno Fernandes.

Striker Adam Szalai menjadi ancaman utama, saat dia menyundul tendangan bebas ke pelukan penjaga gawang Rui Patricio sesaat sebelum turun minum, dan kemudian menguji kiper Portugal lagi di awal babak kedua.

Bek veteran Portugal Pepe nyaris mencetak gol pada awal babak kedua, tetapi digagalkan oleh Gulacsi yang selalu waspada, yang kemudian juga menggagalkan sepakan Fernandes.

Pemain pengganti Hungaria Szabolcs Schon membuat stadion bergemuruh pada menit ke-80 ketika tembakannya melewati Patricio, tetapi bendera hakim garis dengan cepat mengibarkan bendera offside untuk merusak selebrasi Hungaria.

Guerreiro lantas membuat tuan rumah lebih sedih ketika tembakannya yang meleset masuk ke sudut jauh gawang setelah memantul dari kaki bek Hungaria Willi Orban, yang beberapa saat kemudian melanggar Rafa Silva untuk mengantar Ronaldo mencetak gol dari titik putih.

Ronaldo kemudian bergabung dengan Silva untuk menari dengan tenang melewati Gulacsi dan menyelesaikan satu hari rekor, untuk menjadi satu-satunya pemain yang tampil di lima Kejuaraan Eropa dan bermain paling banyak di final.

Pertarungan Hungaria vs Portugal benar-benar menarik perhartian warga setempat, ditandai dengan berjibunnya penonton di stadion. Dalam kaitan pandemik Covid-19, Hungaria mencatat kematian per kapita terbanyak di dunia, menurut data Universitas Johns Hopkins. Tapi Perdana Menteri Viktor Orban yang gila sepak bola, berniat mengisi stadion baru yang mengkilap, yang dibuka pada 2019, saat ia berusaha meningkatkan popularitasnya di masa pemilihan tahun depan.

Orban, yang hadir dalam pertandingan itu, telah menyalurkan miliaran euro dana negara untuk meningkatkan infrastruktur sepak bola yang sudah tua. Langkah itu menimbulkan kritik luas karena memprioritaskan sepak bola daripada dana perawatan kesehatan, terutama ketika pandemi berkecamuk.(rtr/sm)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *