• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Renungan Akhir Tahun 2025: Di Balik Luka, Kita Tetap Berdiri

Renungan Akhir Tahun 2025: Di Balik Luka, Kita Tetap Berdiri

admin by admin
December 31, 2025
in Kolom
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Heri Mulyono

Saat kalender menunjuk ke penghujung 2025, kita berdiri di persimpangan antara luka dan harapan. Tahun ini telah menguji kita dengan cara yang tak pernah terbayangkan. Bencana demi bencana datang silih berganti, meninggalkan jejak duka di berbagai pelosok negeri. Banjir bandang yang merenggut nyawa dan harta, gempa yang mengguncang tanah dan hati, tanah longsor yang mengubur impian, hingga kebakaran hutan yang melahap hijau bumi kita.

Ketika Alam Berbicara

Mungkin ini saatnya kita berhenti sejenak dan mendengarkan. Alam sedang berbicara dengan bahasa yang paling keras—bahasa kehilangan. Setiap bencana adalah pengingat bahwa kita bagian dari ekosistem yang rapuh, bukan penguasanya. Pembangunan yang rakus, penggundulan hutan yang tak terkendali, polusi yang mengabaikan masa depan—semua itu kini meminta pertanggungjawaban.

Namun di tengah kehancuran, kita menyaksikan keajaiban lain: kemanusiaan yang bangkit. Relawan yang berlarian ke lokasi bencana tanpa diminta, tetangga yang membagi makanan terakhir mereka, generasi muda yang rela berkorban untuk membantu yang lebih lemah. Inilah Indonesia yang sesungguhnya—negeri yang terluka namun tak pernah kehilangan jiwa gotong royongnya.

Merenungkan Tanggungjawab Bersama

Di penghujung tahun ini, pertanyaan terbesar bukan “Mengapa ini terjadi pada kita?” melainkan “Apa yang akan kita lakukan setelah ini?” Setiap korban yang berjatuhan adalah pengingat bahwa kita tidak bisa lagi menunda perubahan. Mitigasi bencana bukan lagi wacana, tapi kebutuhan mendesak. Kesadaran lingkungan bukan lagi pilihan, tapi kewajiban setiap warga.

Pemerintah perlu lebih tanggap, sistem peringatan dini harus diperkuat, tata ruang harus ditaati. Namun kita sebagai individu juga tak bisa lepas tangan. Kebiasaan kecil—membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, mengurangi penggunaan plastik—adalah bentuk perlawanan kita terhadap bencana yang lebih besar.

Harapan yang Tetap Menyala

Meski tahun 2025 meninggalkan bekas luka yang dalam, ia juga mengajarkan kita tentang ketahanan. Kita belajar bahwa kehilangan mengajarkan kita menghargai. Kesedihan mengajarkan kita berempati. Dan bencana mengajarkan kita untuk bersatu.

Saat kita melangkah ke 2026, mari kita bawa pelajaran ini. Mari kita bangun negeri yang tidak hanya pulih, tapi juga lebih bijak. Negeri yang memperlakukan alam dengan hormat, yang melindungi warganya dengan serius, yang menempatkan kehidupan di atas segalanya.

Doa untuk Negeri

Untuk mereka yang telah pergi akibat bencana, semoga damai di sisi-Nya. Untuk mereka yang kehilangan, semoga kekuatan selalu menyertai. Untuk mereka yang berjuang memulihkan, semoga tidak pernah lelah. Dan untuk kita semua, semoga 2026 membawa pemulihan, kebijaksanaan, dan komitmen untuk menjaga negeri tercinta ini dengan lebih baik.

Indonesia, engkau terluka tapi tidak terpuruk. Engkau jatuh tapi tidak hancur. Di balik setiap bencana, ada jutaan tangan yang siap mengangkatmu kembali. Itulah kekuatanmu yang sejati. (*)

—

Selamat tinggal 2025, terima kasih atas pelajarannya. Selamat datang 2026, semoga engkau membawa pemulihan dan harapan baru.

Previous Post

Ekonomi Indonesia 2026: Ujian Perdana “Purbaya Effect”

Next Post

Industri Sawit 2026 Diprediksi Dihadapkan Tantangan Struktural

admin

admin

Next Post
Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Melorot

Industri Sawit 2026 Diprediksi Dihadapkan Tantangan Struktural

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version