Ratna Sarumpaet Digebuki, Fakta atau Drama Politik?

 Ratna Sarumpaet Digebuki, Fakta atau Drama Politik?

SEMENJAK kemarin, Selasa (2/10/2018) dunia maya dan perpolitikan di Indonesia digegerkan dengan postingan foto aktris teater Ratna Sarumapet yang mukanya tampak lembam seperti mengalami penganiayaan pemukulan.

Muncul dua versi  di media sosial –yang paling ramai di twitter– tentang apa yang terjadi pada dramawan yang belakangan aktif sebagai aktivis sosial melalui Ratna Sarumpaet Crisis Centre itu. Pertama, menyatakan Ratna digebuki atau dikeroyok. Yang kedua, muncul dugaan foto tersebut rekayasa. Misalnya, tahi lalat Ratna  sebelum dan sesudah kejadian, bergeser. Aneh bin ajaib, kata netizen.

Ada juga obrolan di warung kopi yang menduga-duga memang Ratna digebuki orang: bisa yang Pro A bisa juga yang Pro B, bisa juga pihak yang tidak mendukung A atau B, tetapi ingin membuat suasana keruh.  Target pihak ketiga itu, memperkeruh keadaan tanah air yang sedang ditimpa musibah mencana alam. Begitulah,   munculnya foto Ratna yang lembam,   kemudian memunculkan analis-analis warungan atau kaki-limaan. Begitulah dunia politik.

Bagaimana pastinya? Semestinya semua bisa terang benderang kalau Ratna melapor ke polisi, membawa hasil visum. Takut? Mengapa takut? Mintalah Prabowo mendampingi, biar polisi tidak macam-macam. Itu kalau pihak Ratna tidak percaya sama polisi. Masih kurang? Bawa komisioner Komnas HAM dan Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi! Beres kan??!

 

Kronologi

Untuk menguak teka-teki atau kebenaran adanya peristiwa penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet, dapat ditelusuri mulai dari  RS Bedah Bina Estetika, Jakarta.

 

Muncul dugaan, bahwa sebenarnya wajah  lebam ibunda artis Atiqah Hasiholan itu, merupakan efek pascaoperasi, bukan penganiayaan sebagaimana disebutkan bahwa  Ratna dianiaya di Bandara Husein Sastranegara. Ratna diduga menjalani operasi plastik di RS Bedah Bina Estetika, Jakarta.

Berikut ini kronologi dugaan operasi plastik yang dijalani Ratna Sarumpaet di RS Bedah Bina Estetika:

Jumat pukul 17.00 WIB, 21 September 2018, Ratna reguistrasi  di RS Khusus Bedah Bina Estetika, dimana dia  langsung masuk ke ruang perawatan. Ratna menjalani perawatan di rumah sakit tersebut diduga untuk  menjalani operasi plastik.

Senin sekitar pukul 21.00 WIB, 24 September 2018, Ratna Sarumpaet meninggalkan  rumah sakit dengan menumpang  taksi Blue Bird.

Selasa, 2 Oktober 2018, beredar  foto Ratna  dengan wajah lebam. Dia digambarkan  menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (21/9). Sejumlah politikus menguatkan informasi itu, sepertu  Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Hanum Rais, Fahira Idris dll.

 

Fakta sebenarnya bagaimana? Tidak diketahui persis. Ratna sendiri tidak melapor ke polisi. Oleh karena tak mau lapor inilah, politikus PDIP ada yang menuding bahawa  Ratna Sarumpaet hanyalah ingin menghadirkan atraksi playing victim. 

Polisi sendiri siap mengungkap kasus ini, Rabu tengah hari ini.  Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta yang ditanya apakah Ratna menjalani operasi plastik, dia menyebutkan bahwa pihaknya  akan membeberkan semua fakta yang diperoleh polisi pada konferensi pers pukul 13.00 WIB di  Mapolda Metro Jaya.***

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *