Pejuang Silaturahmi “Jayakarta News”

 Pejuang Silaturahmi “Jayakarta News”
H. Ridwan Maga menyampaikan laporan panitia. (foto: herdy)

Jayakarta News – Demi memenuhi kesepakatan pada acara “Jayakarta News Goes to Jogja”, awal tahun lalu, maka digelarlah acara silaturahmi di Bandung, 13 – 14 Juli 2019. Tak kurang dari 18 peserta berangkat ke Bandung dengan penuh perjuangan.

“Teman-teman… Anda semua adalah pejuang silaturahmi,” ujar Roso Daras, Ketua Perkumpulan Jayakarta 98 sekaligus Komisaris Utama PT Citra Jayakarta Nawa Astha, penerbit media online “Jayakarta News”, mengawali Rapat Kerja tadi malam.

Menyitir motivator Aqua Dwipayana saat berbagi spirit silaturahmi di Yogyakarta, Roso kembali mengingatkan ihwal hakikat silaturahmi. “Percayalah, silaturahmi adalah sesuatu yang patut diperjuangkan,” ujarnya seraya menambahkan manfaat silaturahmi dari sisi sosial maupun religi.

Roso merasa perlu membesarkan hati para peserta silaturahmi Jayakarta News di Bandung kali ini, setelah sebelumnya, panitia melaporkan betapa berat pekerjaan persiapan hingga pelaksanaan. Diawali dengan minimnya respons anggota perkumpulan, termasuk minim pula animo peserta, dibanding event-event sebelumnya yang rata-rata dihadiri 30 orang, bahkan pernah mencapai 70 orang.

Dari kiri: Roso Daras (Ketua Perkumpulan Jayakarta 98), Dani Yuliantara (Kepala Biro Jayakarta News Jawa Barat), Ratu Elty (Sekretaris Panitia). (foto-foto: Herdy)

Minimnya peserta, dengan sendirinya minim pula dana patungan yang berhasil dihimpun. Hingga akhirnya, seorang anggota berbaik hati mengikhlaskan sebagian rezekinya demi terselenggaranya acara ini. Toh, panitia masih harus memangkas anggaran ini dan itu. Termasuk, meniadakan budget untuk transportasi kereta api ataupun menyewa bus. Jadilah, panitia meminta kesediaan sejumlah anggota yang memiliki kendaraan roda empat untuk berkenan “mengangkut” rombongan.

Perjuangan panitia tidak berhenti sampai di situ. Perjalanan ke Bandung saat weekend adalah bentuk perjuangan yang lain lagi. Tak pelak, dua dari tiga kendaraan yang memilih rute Jakarta – Jonggol – Cikalong – Padalarang – Bandung, terjebak kemacetan. Jarak Jakarta – Bandung yang 151 km itu pun ditempuh dalam waktu yang tidak lazim, yakni 8 jam! Berangkat pukul 08.00, tiba pukul 16.00 WIB. Sementara, satu kendaraan yang menerobos kemacetan Tol Cikampek, membukukan waktu 4 jam saja.

Toh… tidak tampak satu pun raut wajah masam saat semua tiba di Villa Flo Jo, Cipaku Indah II, Bandung. Semua begitu berbahagia bisa berkumpul bersilaturahmi. Semua perjuangan dan pengorbanan, ditelan sebagai kegetiran yang nikmat-nikmat saja.

Usai sholat maghrib, semua peserta antusias mengikuti Rapat Kerja. Rapat yang dipungkasi diskusi interaktif itu berlangsung sangat produktif dan menghasilkan sejumlah keputusan berupa pematangan dan pemantapan program yang sudah disusun di Yogyakarta, serta penetapan sejumlah program ke depan.

Usai rapat, atas donasi anggota pula, peserta menikmati santap malam sambil berdendang ria diiringi organ tunggal. Penyewaan organ tunggal tanpa penyanyi (maksudnya biar irit), justru membuat peserta antusias memegang mic dan menarik urat leher. Tak peduli suara fals, meski banyak juga yang ternyata bersuara merdu. Sedangkan yang belum kuat nyali tarik suara, setidaknya ikut berjoget. Sementara, yang enggan melantai, setidaknya bertepuk-tepuk tangan.

Indahnya silaturahmi. (melva)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *