Mimpi Vivo Jadi Viva di Pasar Indonesia

 Mimpi Vivo Jadi Viva di Pasar Indonesia

SEKALIPUN kehadirannya di pasar telepon seluler terhitung baru, namun smartphone produk Cina, Vivo berambisi untuk dapat menguasai pasar di Indonesia di level tiga besar. Pabrikan asal Cina ini juga tampak masif beriklan di televisi dan media luar ruang, sebagai langkah untuk merebut pangsa pasar telepon pintar di tanah air.

Sebuah laporan menyebutkan, baik di pasar global maupun di Indonesia, Vivo kini menduduki peringkat ke-5. Brand Director PT Vivo Mobile Indonesia, Peter Wang menargetkan akhir tahun ini produknya dapat merebut posisi ketiga dalam pasar telepon seluler. “Tapi kedepannya kami ingin menjadi nomor satu,” kata Wang.

Vivo berhasil memimpin pasar penjualan telepon seluler di Cina pada kwartal lalu, sedangkan di India menjadi yang kedua terbesar. Penjualan di pasar ASEAN terus membaik ditandai dengan penguasaan posisi ketiga di Malaysia dan Thailand. Pamain lama di jagat telepon seluler, Nokia dengan Nokia 3310, kabarnya berhasil menembus pasar Cina. Tapi, tampaknya pasar Cina akan tetap dipegang merek lokal, yang kini juga merajai pasar di banyak negara. Vivo sendiri semula adalah perusahaan kecil, namun kini menjadi salah satu pemain terbesar di China.

Strategi marketing, produk dengan kualitas bersaing, harga yang sangat kompetitif, tampaknya menjadi kunci kemenangan produk-produk smartphone keluaran Cina. Mereka juga memberikan layanan purna jualnya cukup bagus.
Vivo sendiri memfokuskan pada upaya membangun brand awareness di Indonesia untuk dapat merebut posisi ketiga penjualan telepon seluler tahun ini di Indonesia. Wang menyadari, salah satu tugas dalam pemasaran produknya di Indonesia adalah lebih membunyikan merk Vivo di tanah air. Konsumen di Indonesia belum terlalu familiar dengan brand Vivo, sehingga perusahaannya menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk membangun brand awareness.

Bandara-bandara di Indonesia akan menjadi sasaran untuk mengenalkan produknya,kata Wang. Selain itu, Vivo juga akan membuka layanan purna (service center) di semua kota besar di Indonesia.Tahun ini targetnya sudah pihaknya sudah punya 200 service center. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *