Menkominfo Soroti Tiga Aspek Penting Pengembangan Talenta Digital

 Menkominfo Soroti Tiga Aspek Penting Pengembangan Talenta Digital

Menkominfo saat Orasi Ilmiah pada acara Wisuda Sekolah Tinggi Multi Media Periode II Tahun Ajaran 2021/2022 secara virtual dari Jakarta Pusat, Rabu (13/07/2022). (Kominfo)

JAYAKARTA NEWS – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate menyoroti tiga aspek penting dalam pengembangan talenta digital nasional.  Menurut Menteri Johnny, ketiga poin itu dapat menjadi bekal bagi sivitas akademik Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta.

“Ada tiga poin utama yang menjadi bekal bagi para wisudawan-wisudawati serta segenap sivitas akademika Sekolah Tinggi Multi Media,” ujarnya saat memberikan Orasi Ilmiah dalam Sekolah Tinggi Multi Media Periode II Tahun Ajaran 2021/2022 secara virtual dari Jakarta Pusat, Rabu (13/07/2022).

Mengenai aspek pertama, Menkominfo menyebut arti penting dukungan stakeholders dalam merespons dinamika kebutuhan talenta digital global kontemporer.

“Masifnya adopsi teknologi digital di berbagai sektor kehidupan. Menurutnya, pada tahun 2025 diproyeksikan akan terdapat 85 juta pekerjaan lama yang hilang dan 97 juta pekerjaan baru yang muncul akibat pembagian kerja antara manusia, mesin, dan algoritma. Dengan perubahan konfigurasi pekerjaan tersebut, terdapat 10 skillsets teratas yang perlu dikuasai pada tahun 2025,” tuturnya.

Mengenai aspek kedua, Menkominfo menyoroti lompatan kebijakan dalam pengelolaan pendidikan di bidang digital.  Menurut Menteri Johnny, salah satu acuan yang dapat dipedomani STMM sebagai institusi pendidikan bidang digital adalah the Five Strategies of Digital Skills Country Action Plan (DSCAP) yang dirilis oleh World Bank Group.

Menkominfo juga menyoroti peran perempuan di bidang transformasi digital. Mengutip data dari UNESCO, Menkominfo menjelaskan hingga tahun 2020 perempuan hanya menduduki porsi 35 persen dari keseluruhan mahasiswa yang mempelajari Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

“Hanya 3 persen dari mahasiswa yang mengambil program studi Information and Communication Technology (ICT) adalah perempuan. Keterwakilan perempuan dalam pendidikan tinggi utamanya pada bidang STEM, menempatkan perempuan dalam posisi yang inferior dalam memperoleh kesempatan dan lapangan pekerjaan yang ditawarkan berkat adanya transformasi digital,” ungkapnya.

43% Sudah Bekerja

Ketua STMM, Noor Iza mengungkapkan wisuda kali ini diikuti 111 wisudawan-wisudawati  dari tiga jurusan yang terdiri dari 6 program studi. 

“Selama mengikuti studi di STMM, para wisudawan-wisudawati telah menempuh sebanyak 144 SKS dengan muatan 40 % teori dan 60 % praktek bagi program sarjana terapan. Dan untuk Sarjana, 60 persen teori dan 40% praktek,” jelas Noor Iza.

Menurut Ketua STMM, dari 111 Wisudawan wisudawati, sebanyak 48 atau 43% wisudawan-wisudawati telah terserap di dunia kerja baik perusahaan swasta maupun instansi pemerintah serta pada industri kreatif dengan berwirausaha.

“Ini yang patut kita banggakan karena sepertinya kita mengalami kenaikan yang sangat bagus.  Hal ini sangat membanggakan karena membuktikan bahwa mahasiswa kita sebelum menyelesaikan pendidikan, mereka berhasil menarik dunia industri, non industri dan instansi pemerintahan yang membutuhjan jasa, kemampuan, skill, dan keterampilan lulusan dari Sekolah Tinggi Multi Media juga ketika menjadi mahasiswa” ungkapnya.

Acara wisuda yang berlangsung secara hybrid dari Auditorium STMM Jogjakarta itu dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo, Hary Budiarto,  Utusan yang mewakili Gubernur DI Yogyakarta dari Dinas Komunikasi Provinsi DI Yogyakarta, Sayuri Egaravanda, Jajaran Dewan Penyantun dan Dewan Senat STMM, Para Dosen dan segenap civitas academica STMM.***/uli

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.