Marak, Jual Beli Data Masyarakat kepada Pihak Ketiga

 Marak, Jual Beli Data Masyarakat kepada Pihak Ketiga

Brigjen TNI Bondan Widiawan dalam acara Kemendagri Goes to Campus, “Nasional Is Me” dengan tema “Pengendalian Informasi dan Keamanan Siber” di Kampus Bina Nusantara, Tangerang, Banten, Senin, (24/02/2020)–foto puspen kemendagri

JAYAKARTA NEWS—  Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi masyarakat saat ini. Termasuk di Indonesia, mulai dari komunikasi hingga transaksi finansial, kita bergantung pada internet.

Tantangan baru pun muncul, yaitu bagaimana kita bisa menjaga kedaulatan Republik Indonesia pada dunia internet yang merupakan wilayah global.

Untuk menjawab tantangan tersebut, kita harus memiliki kewaspadaan terhadap aktivitas yang dilakukan menggunakan media internet.

Hal inilah yang ditekankan oleh Brigjen TNI Bondan Widiawan Skom, MSi, Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital BSSN sebagai Narasumber dalam Kemendagri Goes to Campus, “Nasional Is Me” dengan tema “Pengendalian Informasi dan Keamanan Siber” di Kampus Bina Nusantara, Tangerang, Banten, Senin, (24/02/2020). Demikian dikutip dari siaran pers puspen kemendagri.

Kemendagri Goes to Campus, “Nasional Is Me” dengan tema “Pengendalian Informasi dan Keamanan Siber” di Kampus Bina Nusantara, Tangerang, Banten, Senin, (24/02/2020)–foto puspen kemendagri

Brigjen Bondan mengatakan, di era saat ini privasi menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga, karena data diri kita dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan komersil atau lainnya.

“Sudah marak terjadi data masyarakat diperjualbelikan kepada pihak ketiga, baik data nasabah atau data pribadi, contohnya saja telemarketing yang dengan mudah menemukan nomor handphone kita. Itulah pentingnya menjaga privasi. Bahkan dengan data nomor handphone dan KTP saja itu cukup untuk membuat database masyarakat, secara teknis hal ini dikenal sebagai ‘profiling’,”ungkap Bondan.

Acara yang dipandu oleh Olga Lydia (public figure) dan Yohana Elizabeth (pemerhati pendidikan) ini, diikuti oleh sekitar 500 mahasiswa dari berbagai jurusan di Bina Nusantara. Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Politik & PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan komunitas Nasionalisme Radikal (Nakal) dan Yayasan Bentang Merah Putih dan berlangsung 23 kampus di seputar Jabodetabek.

Kemendagri Goes to Campus “Nasional Is Me” bertujuan untuk menambah wawasan kebangsaan dan memperkuat rasa cinta tanah air khususnya di kalangan generasi milenial. ***/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *