Masa Depan Keuangan Facebook Masih Tergantung Iklan Online

 Masa Depan Keuangan Facebook Masih Tergantung Iklan Online

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan on screen jayakartanews.com sebagai pengguna FB

FECEBOOK Inc kini tampaknya makin menggantungkan masa depan bisnisnya kepada pasar iklan online, sekalipun pesaing terberatnya, Google, telah menemukan dasar-dasar untuk memperkuat keuangannya melalui pengembangan hardware dan software.

Dalam sebuah laporan yang dirilis belum lama ini, bahwa 98 persen dari pendapatan pada triwulan pertama Facebook berasal dari iklan. Tahun lalu komposisi pendapatan Facebook dari lini iklan online 97 persen, sedangkan pada 2012 baru mencapai 84 persen. Sementara itu untuk raihan pendapatan dari non iklan  anjlok menjadi 175 juta dolar AS pada triwulan pertama, sementara pada triwulan pertama tahun sebelumnya mencapai 181 juta dolar AS.

Facebook sudah diingkatkan mengenai bakal turunnya pendapatan non iklan dan ini hampir seluruhnya merupakan player video game pada komputer desktop yang terpangkas akibat migrasi game dari desktop ke smartphone.

Facebook sendiri tampaknya harus menggenjot sumber pendapatan di luar iklan online, agar tidak tergantung pada lini periklanan. Menurut Clement Thibault, seorang analis senior yang dikutip  Investing.com, situasi ketergantungan FB kepada iklan ini merupakan kondisi keprihatan semenjak lama, sehingga FB harus mencari sumber pendapatan lain selain bisnis iklan intinya.

Dia mengingatkan, bahwa beriklan di internet bagaimana pun masih merupakan bisnis baru. “Ini bukan seperti bisnis gaya lama, sehingga perlu segera bergeser,” katanya seperti dikutip Reuters.

Posisi saham Facebook pada Selasa pekan lalu mencatat tingkat tertinggi 153,60 dolar AS per saham, namun kemudian anjlok pada 150,85 dolar AS per saham.

Penggalangan pendapatan FB berbanding terbalik dengan Google, yang mana pemasukan dari non iklan, seperti ponsel pintar Pixel, berhasil meraih kenaikan 49,4 persen menjadi 3,1 miliar dolar AS pada triwulan pertama tahun ini. Sektor ini menyumbang 13 persen dari total pendapatan Google, dimana setahun lalu andilnya baru 10 persen dari total pendapatan.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *