Makan Durian Zaman Now: Buru Langsung ke Kebunnya

 Makan Durian Zaman Now: Buru Langsung ke Kebunnya
“Saung Kadu” Kampung Salam, Pandeglang. Di sinilah pemburu buah durian melampiaskan dahaga makan buah berduri yang legit itu. Foto: Andang S

BELI durian di kedai pinggir jalan? Beli durian di pasar buah? Beli durian di supermarket? Ketahuilah, itu semua zaman old. Yang kekinian adalah, makan durian langsung di kebunnya. Jaminannya bukan semata pada harga yang lebih murah, lebih dari segalanya adalah jaminan kelezatan rasa.

Jika di sekitar Anda belum ada model beli dan makan durian langsung ke kebun? Segeralan hunting ke berbagai pelosok desa penghasil durian. Datangi saja, temui pemilik pohon, dan belilah di tempat. Kiranya, tidak akan ada orang menolak uang, bukan?

Seperti halnya di Pandeglang. Di salah satu kabupaten Provinsi Banten, ada satu lokasi yang mulai viral sebagai tempat berburunya para penggemar buah dengan bau menyengat itu. Penelusuran Jayakartanews sampailah ke Kampung Salam, di Kecamatan Keduhejo, Kabupaten Pandeglang, tepatnya di kaki bukit Gunung Karang.

Kurang lebih satu jam, waktu yang kami butuhkan untuk menuju Kampung Salam, dari pusat kota Pandeglang. Dan benar, setiba di sana, terdapat beberapa kedai warga yang mereka sebut sebagai “saung kadu”. Di saung-saung itulah, warga menjual durian dan aneka hasil pekarangan rumahnya yang lain, seperti pisang, petai, dan lain-lain.

Tersebutlah penggila durian bernama Iim, warga asal Majasari, Pandeglang. “Saya memang suka durian. Ketika musim durian tiba, saya selalu ke Kampung Salam, tidak pernah beli durian di kedai pinggir jalan, apalagi ke supermarket dan pasar buah. Di sini, buah durian yang dijual warga, semua matang, siap santap, bahkan hampir semuanya merupakan durian jatuhan,” papar Iim panjang lebar.

Warga menjual durian, pisang, pete, di “saung kadu”. Foto: Andang S

Penikmat durian lain bernama Nengnong, mengaku baru pertama kali datang ke Saung Kadu, Kampung Salam. Sebelumnya, jika ingin makan durian, ia membeli di warung pinggir jalan. “Banyak kecewanya. Katakan dari empat sampai lima buah durian yang dicobakan rasanya, paling hanya satu yang lumayan. Selebihnya, umumnya tawar, keras, atau bahkan hampir busuk,” ujarnya.

Di Kampung Salam, harga durian jatuhan terbilang murah. Sebuah durian ukuran kecil, dibanderol seharga Rp 20 ribu. Ukurang sedang, dihargai Rp 40 ribu, dan durian ukuran besar ditawarkan seharga Rp 50 ribu. “Kalau datang rombongan seperti ini, pesan banyak, harga bisa lebih murah lagi,” kata Nengnong.

Ini beda betul dengan harga jual durian pinggir jalan yang rata-rata ditawarkan seharga Rp 40 ribu untuk yang kecil, dan Rp 120 ribu untuk ukuran besar. Kisaran harga itulah yang dimainkan pedagang pinggir jalan, dengan cita-rata yang tidak dijamin. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *