Wisata Kuliner Durian Warso Farm

Anda pecinta durian, sangat disarankan mengunjungi spot wisata kuliner durian yang satu ini: Warso Farm. Lokasinya berada di Jl. K.H. Halimi, Cipelang, Kec. Cijeruk, Bogor, Jawa Barat. Di sini, Anda bisa memetik sendiri buah durian langsung dari pohonnya dan menyantapnya langsung.

Nikmatnya Raja Buah Mang Uban

Penulis (Eko Guruh) di depan lapak durian Mang Uban, Jl Raya Serang, Tangerang. (foto: dok pri)

JAYAKARTA NEWS – Saya senantiasa menyempatkan diri ke lapak Mang Uban di Jl Raya Serang, Tangerang bila ada rezeki dan keluangan waktu. Lapak sederhana ini tak pernah sepi oleh penikmat durian. Selain murah juga dijamin puas, sebab yang dibayar adalah yang enak dan lezat. Yang tidak bagus tak akan ditarik bayaran dan diganti durian baru.

Maka bila lapak ini tak pernah sepi pembeli wajar. Setiap hari orang silih berganti mampir untuk sekadar mencicipi nikmatnya raja buah ini. Banyak dari mereka makan di tempat dibanding membawanya pulang. Alasannya sepele; Aroma buah berduri ini tidak mudah hilang jika di bawa dalam mobil, sehingga makan-langsung-pergi, menjadi pilihan.

Durian diam-diam mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, dalam 100 gram buah ini ada sekitar 27 gram karbohidrat, empat gram serat, 1,5 gram protein, 5 gram lemak, vitamin A sebanyak 44 IU, vitamin C sekitar 20 mg, magnesium 30 mg, fosfor 39 mg, dan mineral lainnya. Kandungan inilah yang dipercaya dapat memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Eko Guru, istri dan anak menikmati buah durian Mang Uban. (foto: dok pri)

Ny Eko Guruh, menikmati durian legit Mang Uban. (foto: dok pri)

Pasti anda juga penasaran apa saja manfaat durian berdasarkan kandungan di dalamnya. Agar lebih paham simak penjelasannya berikut.

Seperti disebutkan di atas, buah durian mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan sendiri dikenal sebagai zat yang dapat melindungi tubuh Anda dari bahaya radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya, seperti kanker dan penyakit jantung. Radikal bebas ini merupakan molekul yang muncul di dalam tubuh sebagai reaksi sisa metabolisme. Radikal bebas akan meningkat jika Anda merokok, atau terpapar radiasi.

Manfaat durian lainnya datang dari serat yang terkandung di dalamnya. Serat dalam makanan yang terdiri dari buah, sayur, dan biji-bijian utuh terbukti menurunkan kadar kolesterol, bagus untuk peredaran darah, serta baik untuk kesehatan jantung.

Durian juga mengandung kalium yang dipercaya dapat memberikan beragam kebaikan untuk tubuh. Setidaknya terkandung 436 mg kalium di dalam  satu buah Kalium sendiri dapat membantu tubuh dalam menjaga kesehatan otot, tulang, saraf dan pembuluh darah, serta menurunkan tekanan darah tinggi.

Bagi orang yang tidak memiliki masalah dengan gula darah, manfaat durian juga bisa didapat dari kandungan karbohidrat di dalamnya yang cukup tinggi. Dalam satu buah durian, terdapat sekitar 150 kalori. Jumlah ini cukup untuk menjadi sumber makanan penambah energi yang mengenyangkan.

Selain beberapa jenis manfaat durian di atas, durian juga secara tradisional dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual, meredakan demam, bagus untuk penyakit kuning, tekanan darah tinggi, malaria, dan mengobati luka. Sayangnya penelitian klinis untuk memastikan manfaat durian tersebut masih sangat minim dan belum dapat dipastikan.

Cukup terkejut dengan manfaat durian dan kandungan gizi di dalamnya? Tunggu dulu, jangan terburu-buru melahap buah lezat ini. Meski aroma dan cita rasanya sangat menggoda, jika Anda mengonsumsinya berlebihan, buah ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut. Misalnya saja perut terasa kembung, muntah, dan bahkan diare.

Bagi Anda penderita diabetes, sebaiknya urungkan niat Anda untuk mengonsumsi buah ini.

Durian memiliki kadar gula yang tinggi dan jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis, berpotensi mengganggu kestabilan kadar gula darah. Selain penderita diabetes, ibu menyusui dan ibu hamil juga disarankan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi buah ini.

Perhatikan juga saat mengonsumsi buah durian, disarankan tidak mengonsumsi alkohol bersamaan dengan buah ini. Durian mengandung zat yang dapat menghambat kinerja enzim di saluran cerna dalam mencerna alkohol. Jika dikonsumsi bersamaan, berpotensi menimbulkan mual, muntah, dan jantung berdebar.

Bagi para penikmatnya, manfaat durian di atas akan menambah rasa cinta mereka untuk menikmati Si Raja Buah ini. Tapi, bagi yang sedang menjalani pola makan khusus untuk menurunkan berat badan, sebaiknya membatasi konsumsi buah ini karena kandungan kalorinya yang tinggi. Demikian juga halnya dengan orang-orang yang memiliki kondisi medis tertentu. (EGU)

Tanks dr. Kevin Adrian

Makan Durian Zaman Now: Buru Langsung ke Kebunnya

“Saung Kadu” Kampung Salam, Pandeglang. Di sinilah pemburu buah durian melampiaskan dahaga makan buah berduri yang legit itu. Foto: Andang S

BELI durian di kedai pinggir jalan? Beli durian di pasar buah? Beli durian di supermarket? Ketahuilah, itu semua zaman old. Yang kekinian adalah, makan durian langsung di kebunnya. Jaminannya bukan semata pada harga yang lebih murah, lebih dari segalanya adalah jaminan kelezatan rasa.

Jika di sekitar Anda belum ada model beli dan makan durian langsung ke kebun? Segeralan hunting ke berbagai pelosok desa penghasil durian. Datangi saja, temui pemilik pohon, dan belilah di tempat. Kiranya, tidak akan ada orang menolak uang, bukan?

Seperti halnya di Pandeglang. Di salah satu kabupaten Provinsi Banten, ada satu lokasi yang mulai viral sebagai tempat berburunya para penggemar buah dengan bau menyengat itu. Penelusuran Jayakartanews sampailah ke Kampung Salam, di Kecamatan Keduhejo, Kabupaten Pandeglang, tepatnya di kaki bukit Gunung Karang.

Kurang lebih satu jam, waktu yang kami butuhkan untuk menuju Kampung Salam, dari pusat kota Pandeglang. Dan benar, setiba di sana, terdapat beberapa kedai warga yang mereka sebut sebagai “saung kadu”. Di saung-saung itulah, warga menjual durian dan aneka hasil pekarangan rumahnya yang lain, seperti pisang, petai, dan lain-lain.

Tersebutlah penggila durian bernama Iim, warga asal Majasari, Pandeglang. “Saya memang suka durian. Ketika musim durian tiba, saya selalu ke Kampung Salam, tidak pernah beli durian di kedai pinggir jalan, apalagi ke supermarket dan pasar buah. Di sini, buah durian yang dijual warga, semua matang, siap santap, bahkan hampir semuanya merupakan durian jatuhan,” papar Iim panjang lebar.

Warga menjual durian, pisang, pete, di “saung kadu”. Foto: Andang S

Penikmat durian lain bernama Nengnong, mengaku baru pertama kali datang ke Saung Kadu, Kampung Salam. Sebelumnya, jika ingin makan durian, ia membeli di warung pinggir jalan. “Banyak kecewanya. Katakan dari empat sampai lima buah durian yang dicobakan rasanya, paling hanya satu yang lumayan. Selebihnya, umumnya tawar, keras, atau bahkan hampir busuk,” ujarnya.

Di Kampung Salam, harga durian jatuhan terbilang murah. Sebuah durian ukuran kecil, dibanderol seharga Rp 20 ribu. Ukurang sedang, dihargai Rp 40 ribu, dan durian ukuran besar ditawarkan seharga Rp 50 ribu. “Kalau datang rombongan seperti ini, pesan banyak, harga bisa lebih murah lagi,” kata Nengnong.

Ini beda betul dengan harga jual durian pinggir jalan yang rata-rata ditawarkan seharga Rp 40 ribu untuk yang kecil, dan Rp 120 ribu untuk ukuran besar. Kisaran harga itulah yang dimainkan pedagang pinggir jalan, dengan cita-rata yang tidak dijamin. ***