Legasi Perdana Ronaldo di Juve: Gelar Coppa Italia ke-8

 Legasi Perdana Ronaldo di Juve: Gelar Coppa Italia ke-8

BINTANG Juventus dengan ongkos transfer terbesar dalam sejarah klub, Cristiano Ronaldo membutuhkan waktu enak bulan lebih untuk mengantar Serigala Ibukota itu meraih tropi perdananya pada tahun 2019 ini dengan memenangi Coppa Italia yang dihelat di Jeddah, Arab Saudi, Kamis dinihari waktu Indonesia.

Gol semata wayang Ronaldo melalui sundulan kepalanya pada menit ke 61 dengan memanfaatkan umpan lambung dari Pjanic, cukup bagi kapten Timnas Portugis itu menciptakan rekor barunya dengan mengantongi tiga piala super, setelah sebelumnya diraih di dua klub lamanya, Manchester United dan Real Madrid.

Megabintang lapangan hijau  Portugis memimpin Juventus yang dominan atas rival lama mereka, AC Milan di Piala Super Italia. Sundulan kepalanya jitu dan bola pun menggetarkan jala gawang Milan. Perhelatan tahunan piala Super Italia itu sendiri dalam banyang-bayang kontroversi  terkait dengan gelaran yang diadakan  di stadion King Abdullah Sports City di Jeddah.

 

 

Sebelum Ronaldo menceploskan si kulit bundar ke gawang Milan, pemain Juve lainnya, Douglas Costa dan Joao Cancelo, pada babak pertama nyaris membukukan gol.  Blaise Matuidi sebelumnya menceploskan bola ke gawang, namun pengadil pertandingan  melihat Matuidi dalam posisi  offside.  Ronaldo juga nyaris membukukan gol  di akhir babak pertama, ketika tendangan guntingnya melebar lebar.

Juve berada dalam bahaya  tekanan Milan, baik pada sebelum dan sesudah jeda, ketika pemain Milan Hakan Calhanogl dan Patrick Cutrone nyaris,  memaksa penyelamatan dari kiper Juve Wojciech Szczesny. Tembakan pemain depan Italia itu membentur mistar setelah menghindari sarung tangan Szczesny setelah restart.

Pekerjaan Milan untuk kembali dalam permainan cantik dan taktis mereka menjadi lebih sulit, ketika gelandang asal Pantai Gading Franck Kessie, dikeluarkan oleh wasit sepuluh menit setelah sundulan Ronaldo. Akhirnya, Rossoneri pun gagal  menemukan jalan kembali untuk bisa menekan Juve.

Seperti yang sering terjadi, pemain asli Madeira itu muncul ketika itu penting – Ronaldo sekarang mencetak 19 kali dalam 30 penampilan terakhir untuk klub dan negara dan kemenangan atas Milan di Arab Saudi berarti dia memenangkan piala super di empat liga berbeda – Portugal, Inggris, Spanyol, dan sekarang Italia.

Kemenangan dalam partai final di Jeddah itu,  membawa tim Turin ke rekor delapan gelar Supercoppa.

Pilihan Tempat Final Kontroversial
Keputusan untuk mengadakan pertandingan di negara Islam garis keras itu, telah  memicu kemarahan dari anggota sayap kanan pemerintah Italia.

Matteo Salvini, menteri dalam negeri Italia dan wakil perdana menteri, mengatakan keputusan untuk memainkan pertandingan Piala Super Italia antara Juventus dan AC Milan di Arab Saudi “menjijikkan”, karena pembatasan yang dilakukan pada penggemar wanita.

Salvini, pemimpin partai Liga sayap kanan Italia, juga mengecam keputusan Saudi bias gender dengan diperuntukkan bagi para pria.

Dalam video siaran langsung di Facebook, Salvini, seorang penggemar Milan, mengatakan: “Bahwa Piala Super Italia dimainkan di negara Islam di mana wanita tidak bisa datang ke stadion jika mereka tidak ditemani oleh pria adalah kesedihan, sampah, Saya tidak akan menonton pertandingan. ”

Seorang juru bicara Serie A mengatakan bagian stadion yang ditandai  untuk “lajang” disediakan untuk pria, sementara bagian yang dirancang untuk “keluarga” adalah campuran gender.

 

Fakta Coppa Italia

  • Juventus menang delapan kali Piala Super Italia, lebih dari tim lainnya.
  • Cristiano Ronaldo mencetak delapan gol dalam tujuh final terakhir yang dimainkan bersama klub.
  • Ini adalah Piala Super Italia dengan capaian gol lebih sedikit sejak 2007 (Inter-Roma 0-1).
  • Juventus telah mencetak gol di semua delapan pertemuan klub itu yang  terakhir saat mereka melawan Milan.
  • Milan gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir mereka melawan Juventus.
  • Juventus mencetak semua 27 pertandingan musim (50 gol).
  • Tembakkan pertama Juventus di cermin terjadi pada menit ke-58 permainan.
  • Wasit mengganjar kartu merah yang menjadikan Milan memngoleksi  lima kartu merah  pada musim ini, dan dua di antaranya saat mereka melawan Juventus.***
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *