Coppa Italia: Lazio Paksa Inter Gigit Jari di Kandang

 

 

 

 

 

KEMENANGAN Lazio atas Inter Milan dalam laga perempat final yang digelar di Sadion San Siro Kota Milan, mengantar tim berjuluk Biancoceleste itu menjadi klub terakhir yang mengantongi tiket semifinal Coppa Italia.

Lazio memaksa tuan rumah, Inter Milan gigit jari setelah menang melalui  babak adu penalti dengan skor 4-3, pada pertandingan yang digelar pada hari Jumat (1/2/2019) dinihari WIB.

Inter Milan gagal menyusul langkah tim sekotanya, AC Milan yang telah lebih dahulu meraih tiket ke semifinal.  Dalam pertandingan yang disiarkan TVRI dinihari tadi, kedua tim gagal mempersembahkan gol hingga  peluit panjang waktu waktu  normal dilengkingkan pengadil pertandingan. Akhirnya,  pertandingan pun harus dilanjutkan dengan ke babak perpanjangan waktu.

Sekalipun tampil di depan publiknya,  Inter tampak  kesulitan untuk mengembangkan permainan, dan terus menerus mendapat tekanan dari Lazio. Sejumlah ancaman melalui serangan yang  dimotori Sergej Milinkovic-Savic, membuat Inter kedodoran  di paruh pertama.

Sebuah peluang yang sangat baik pada  menit ke-20, gagal dimanfaatkan oleh Joaquin Correa.  Tujuh menit kemudian, Luis Alberto juga gagal mengkonversi peluang yang didapatkannya menjadi gol.  Sekalioun bertubi-tubi melakukan serangan,  Biancocelesti gagal mengkonversi peluang yang didapatkan mereka menjadi gol pada babak pertama.

Selepas dari kamar ganti, kedua tim mulai menunjukkan permainan yang agresif. Dengan tampilan seperti itu, pengadil pertandingan tampak sekali harus bekerja ekstra keras guna tetap  menjaga permainan berlangsung tertib.  Lima kartu kuning harus dikeluarkan  wasit Rosario Abisso  untuk kedua tim di paruh kedua. Dan, sampai peluit panjang berbunyi, baik Inter maupun Lazio,  gagal mencetak gol di paruh kedua, sehingga pertarungan di lapangan hijau itu harus dilanjutkan ke babak perpanjangan.

Pada babak perpanjangan waktu,  gol pertama  tercipta pada  menit 108 dari Ciro Immobile yang cerdas  berhasil memanfaatkan umpan manis  Felipe Caicedo. Lazio 1, Inter 0.

Inter menaruh harapan ketika Mauro Icardi berhasil menuntaskan tendangan pinaltinya  untuk menjadi gol penyama. Hingga babak babak perpanjangan waktu berakhir kedudukan tetap 1-1.

Dan begitulah, pertandingan Inter Milan vs Lazio itu pun harus ditutaskan dengan tos-tosan,  adu penalti. Pada kesempatan pertama, Inter memilih Marcelo Brozovic, sedankan  Lazio menyodorkan  Immobile sebagai algojo. Keduanya sukses menceploskan si kulit bundar untuk membuat skor adu pinalti 1-1.

Para pendukung kedua klub sama-sama deg-degan ketika di kesempatan tendangan kedua masing-masing tim,  algojo  dari Inter (Lautaro Martinez) dan Lazio (Riza Durmisi), gagal menceploskan bola ke gawang lawan.

Lazio memastikan meraih tiket semifinal setelah Lucas Leiva yang menjadi eksekutor terakhir sukses. Di siis lain, Radja Nainggolan gagal memasukan bola.

Legasi Perdana Ronaldo di Juve: Gelar Coppa Italia ke-8

BINTANG Juventus dengan ongkos transfer terbesar dalam sejarah klub, Cristiano Ronaldo membutuhkan waktu enak bulan lebih untuk mengantar Serigala Ibukota itu meraih tropi perdananya pada tahun 2019 ini dengan memenangi Coppa Italia yang dihelat di Jeddah, Arab Saudi, Kamis dinihari waktu Indonesia.

Gol semata wayang Ronaldo melalui sundulan kepalanya pada menit ke 61 dengan memanfaatkan umpan lambung dari Pjanic, cukup bagi kapten Timnas Portugis itu menciptakan rekor barunya dengan mengantongi tiga piala super, setelah sebelumnya diraih di dua klub lamanya, Manchester United dan Real Madrid.

Megabintang lapangan hijau  Portugis memimpin Juventus yang dominan atas rival lama mereka, AC Milan di Piala Super Italia. Sundulan kepalanya jitu dan bola pun menggetarkan jala gawang Milan. Perhelatan tahunan piala Super Italia itu sendiri dalam banyang-bayang kontroversi  terkait dengan gelaran yang diadakan  di stadion King Abdullah Sports City di Jeddah.

 

 

Sebelum Ronaldo menceploskan si kulit bundar ke gawang Milan, pemain Juve lainnya, Douglas Costa dan Joao Cancelo, pada babak pertama nyaris membukukan gol.  Blaise Matuidi sebelumnya menceploskan bola ke gawang, namun pengadil pertandingan  melihat Matuidi dalam posisi  offside.  Ronaldo juga nyaris membukukan gol  di akhir babak pertama, ketika tendangan guntingnya melebar lebar.

Juve berada dalam bahaya  tekanan Milan, baik pada sebelum dan sesudah jeda, ketika pemain Milan Hakan Calhanogl dan Patrick Cutrone nyaris,  memaksa penyelamatan dari kiper Juve Wojciech Szczesny. Tembakan pemain depan Italia itu membentur mistar setelah menghindari sarung tangan Szczesny setelah restart.

Pekerjaan Milan untuk kembali dalam permainan cantik dan taktis mereka menjadi lebih sulit, ketika gelandang asal Pantai Gading Franck Kessie, dikeluarkan oleh wasit sepuluh menit setelah sundulan Ronaldo. Akhirnya, Rossoneri pun gagal  menemukan jalan kembali untuk bisa menekan Juve.

Seperti yang sering terjadi, pemain asli Madeira itu muncul ketika itu penting – Ronaldo sekarang mencetak 19 kali dalam 30 penampilan terakhir untuk klub dan negara dan kemenangan atas Milan di Arab Saudi berarti dia memenangkan piala super di empat liga berbeda – Portugal, Inggris, Spanyol, dan sekarang Italia.

Kemenangan dalam partai final di Jeddah itu,  membawa tim Turin ke rekor delapan gelar Supercoppa.

Pilihan Tempat Final Kontroversial
Keputusan untuk mengadakan pertandingan di negara Islam garis keras itu, telah  memicu kemarahan dari anggota sayap kanan pemerintah Italia.

Matteo Salvini, menteri dalam negeri Italia dan wakil perdana menteri, mengatakan keputusan untuk memainkan pertandingan Piala Super Italia antara Juventus dan AC Milan di Arab Saudi “menjijikkan”, karena pembatasan yang dilakukan pada penggemar wanita.

Salvini, pemimpin partai Liga sayap kanan Italia, juga mengecam keputusan Saudi bias gender dengan diperuntukkan bagi para pria.

Dalam video siaran langsung di Facebook, Salvini, seorang penggemar Milan, mengatakan: “Bahwa Piala Super Italia dimainkan di negara Islam di mana wanita tidak bisa datang ke stadion jika mereka tidak ditemani oleh pria adalah kesedihan, sampah, Saya tidak akan menonton pertandingan. ”

Seorang juru bicara Serie A mengatakan bagian stadion yang ditandai  untuk “lajang” disediakan untuk pria, sementara bagian yang dirancang untuk “keluarga” adalah campuran gender.

 

Fakta Coppa Italia

  • Juventus menang delapan kali Piala Super Italia, lebih dari tim lainnya.
  • Cristiano Ronaldo mencetak delapan gol dalam tujuh final terakhir yang dimainkan bersama klub.
  • Ini adalah Piala Super Italia dengan capaian gol lebih sedikit sejak 2007 (Inter-Roma 0-1).
  • Juventus telah mencetak gol di semua delapan pertemuan klub itu yang  terakhir saat mereka melawan Milan.
  • Milan gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir mereka melawan Juventus.
  • Juventus mencetak semua 27 pertandingan musim (50 gol).
  • Tembakkan pertama Juventus di cermin terjadi pada menit ke-58 permainan.
  • Wasit mengganjar kartu merah yang menjadikan Milan memngoleksi  lima kartu merah  pada musim ini, dan dua di antaranya saat mereka melawan Juventus.***