Connect with us

Entertainment

‘Lantai 4’, Gara-Gara Tetraphobia

Published

on

Yuki Kato (foto Dudut)

JAYAKARTA NEWS— Anda pernah bermalam di lantai 4 sebuah hotel atau kontrol kesehatan di lantai 4 sebuah Rumah Sakit? Bagaimana perasaannya, biasa-biasa saja atau mengalami gangguan?

Takut terhadap angka 4 atau Tetraphobia ini kerap diterapkan pihak hotel, apartemen, mal atau Rumah Sakit di negara-negara Asia yang dihuni ras Mongoloid (seperti China, Jepang, Korea, Vietnam dll).

Di negara-negara tersebut angka 4 ditiadakan dan dicoret. Alasannya, 4 dalam bahasa Mandarin berarti ‘si’ yang berarti kematian. Siapa yang berani mencantumkan angka 4 pada lantai, kamar dan mal, nasibnya akan sial dan mati.

Benarkah kepercayaan ini ?

“Kita angkat kembali mitos ini. Film ‘Lantai 4’ akan tayang di hari keramat 17 Agustus 2023,” ujar Line Producer Kreasi Jingga, Toto Soegriwo.

Kalau di Amrik dan Eropa meniadakan angka 13 (biasanya diganti 12 A) di kamar hotel, mal, Rumah Sakit dll, maka di Asia, angka 4 disetip, dihapus dan dihilangkan.

Toto Soegriwo memang pernah mengalami suasana yang mencekam dan horor ketika mendiami lantai 4 di sebuah apartemen. “Film ini enggak untuk menakuti penonton. Tapi mengingatkan agar kita waspada dan hati-hati di lantai 4,” imbuh Toto.

Alkisah, Jonathan dan Julia diterpa krisis ekonomi, usahanya selalu bangkrut. Jonathan itu keponakan Oma Lie, nenek Tionghoa yang berani menempati lantai 4 apartemen Flamboyan. Makanya Jonathan dan Julia kemudian pindah ke apartemen yang artistik ini bersama 2 anaknya: Laura dan Citra. Apalagi setelah rumahnya disita Bank.

Anehnya, lift apartemen yang naik selalu berhenti di lantai 4.

Kengerian dan ketegangan terus menghantui keluarga Jonathan dan Julia. Dan bagaimana nasib oma Lie dan siapakah Sutikem?

“Film Lantai 4 nyaris tiga tahun menggantung. Pas pandemi, semua bioskop tutup. Ketika dibuka kembali 50%, kita tahan dulu. Kala itu, banyak film dari label besar main sedangkan Lantai 4 masih antre menunggu jadwal tayang,” beber Wahyu Nugroho selaku sutradara.

“Kita ambil hikmahnya. Bersyukur kita dapat support dan turun tangannya pak Muhadjir Effendy (Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) sehingga Lantai 4 dapat tayang pas di hari keramat,” urai Wahyu Nugroho lagi yang menambahkan, Menko PMK Muhadjir Effendy juga hadir dan ikut nonton preview Lantai 4 di Epicentrum, Jakarta.

Lantai 4 dimeriahkan sederet bintang terkenal yaitu Yuki Kato, Tio Pakusadewo, Ruth Marini, Inggrid Wijanarko, Aqilla Nathaya, Nyimas Faza, Budi Bima, Yan Widjaya, Juli Wow Clarisa Violeta dan masih banyak lagi.

O ya, Lantai 4 juga didedikasikan untuk almarhum FX Purnomo dari Kreasi Jingga. “Ketika film masuk finishing, dia pergi meninggalkan kita. Dan almarhum enggak sempat nonton,” timpal Toto Soegriwo. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *