‘Kukira Kau Rumah’ – Angkat Isu Kesehatan Mental

 ‘Kukira Kau Rumah’ – Angkat Isu Kesehatan Mental

JAYAKARTA NEWS – Bipolar disorder adalah gangguan mental yang berhubungan dengan perubahan suasana hati mulai dari posisi terendah  depresif sampai tertekan ke tahap tertinggi.

Penyebabnya tidak diketahui pasti, kombinasi lingkungan dan struktur serta senyawa kimia pada otak yang berubah dan kemungkinan berperan atas terjadinya gangguan. Orang yang terkena bipolar harus dalam perawatan intensif karena gangguan ini tak dapat disembuhkan, bahkan sampai bertahun-tahun dan seumur hidup.

Hal terebut dialami Niskala (Prilly Latuconsina) yang terkisahkan di film drama psikologis berjudul ‘Kukira Kau Rumah’ (KKR), debut perdana sutradara Umay Shahab yang masih berusia 20 tahun. Sejatinya, film yang berkisah ihwal kesehatan mental anak muda di zaman now ini memposisikan kehidupan Kala yang penuh warna dan ceria.

Juga dikelilingi dua teman akrabnya di kampus : Dinda (Shenina Cinnamon) dan Octavianus (Raim Laode). Kala hidup sendirian di rumah, sementara ibunya sibuk bekerja. Makanya dua teman Kala sejak kecil ini selalu disorot sang ibu agar menjaga ketat Kala.

Namun, seorang teman yang lain bernama Pram (Jourdy  Pranata) mendadak sontak hadir dalam kehidupan Kala dan dianggap sang ibu mengganggu kuliah Kala. Pacaran adalah tabu dalam pandangan sang ibu, yang penting  Kala harus belajar.

Padahal, Pram seorang siswa yang berperangai baik dan pandai. Sejak ayahnya wafat, Pram menjadi kesepian. Guna mengobati rasa sepi, Pram membuat lagu dan main musik. Pram lihai menghibur tetamu di kafe dengan petikan gitar dan dentingan piano yang dikuasainya dengan baik.

Love at the first sight, Pram punya komitmen menjaga Kala. Bahkan, Pram acap mengajak Kala ke kafe dan nyanyi bareng berdua. Lama kelamaan, kehidupan Kala mulai riang dan diwarnai keceriaan dan tawa. Seolah-olah dunia ini hanya milik mereka berdua : Pram dan Kala.

Kegembiraan ini mendadak pupus terkoyak oleh misinformasi dan kawalan ketat serta ikut campurnya sang ibu dalam kehidupan Kala. Apakah Pram dapat mengatasi kendala ini dan bagaimana sebenarnya gangguan bipolar Kala yang masih menyayangi sang ibu?

Ending yang tak terduga akan membuat kejutan tersendiri di hati penonton. Di hadapan sang ibu, Kala berteriak dan menangis sejadi-jadinya. Sebuah seni peran pas divisualkan oleh Prilly Latuconsina dengan nilai tambah yang cemerlang, padahal Prilly juga merangkap sebagai produser pemula di film ini. Sekian saja kisah dua sejoli zaman nuklir ini. Kalau kebablasan bercerita lagi, nanti spoiler. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.