Konser Pertama dan Terakhir Fiersa Besari

 Konser Pertama dan Terakhir Fiersa Besari

Fiersa Besari– foto ipik tanoyo

JAYAKARTA NEWS— Fantastis. Walau hujan masih turun rintik di sejumlah kawasan di Ibukota, namun tak menyurutkan minat para remaja milenial untuk menonton konser ‘Menuju Istirahat’ dari Fiersa Besari, di Annex Room, Hotel Pullman, Jakarta, baru-baru ini.

Enam musisi pengiring unjuk diri lebih dulu di panggung. Kemudian terakhir yang ditunggu khalayak nongol yaitu Fiersa Basuri. Tanpa basa basi, langsung menggebrak. Dimeriahkan sorot lampu berwarna warni gemerlap, dua jam Fiersa   menyuguhkan 20 nomor lagunya yang umumnya puitis dan pendek-pendek. ‘Rumah’, ‘Sepasang Pendaki’, ‘Melangkah Tanpamu’, ‘Cerita Panjang Hidup yang Singkat’, ‘Temaram’, ‘Edelweis’ (duet dengan Fika), ‘April’ dan nomor lain disenandungkan dengan penuh energik dan manis.

Setiap lagu usai dibawakan, Fiersa menyelingi dengan sekelumit humor-humor segar misalnya ihwal proses terciptanya lagu tersebut. “Ini lagu yang jarang saya bawakan. Kalian suka enggak?,” teriak pria kelahiran Bandung ini. Hampir di semua lagunya, penonton ikut menyanyi bareng bersama Fiersa.

Ini adalah konser perdana bagi Fiersa Bestari yang melejit tatkala menyanyikan lagu tema bertajuk ‘Ibu Pertiwi’ bersama Iwan Fals dan Once di film ‘Bumi Manusia’ dan meroket lagi namanya saat dipercaya melantunkan lagu ‘Pelukku untuk Pelikmu’ di film ‘ Imperfect’. Kenapa judul dan tema konser ‘Menuju Istirahat’ ?

“Ini encore saya sebelum istirahat. Saya hanya istirahat di panggung, tapi enggak istirahat main musik di rekaman,” jawabnya.

Kan Anda sedang naik daun dan banyak job ?

“Saya jenuh. Saya ingin beternak tapi maaf, ini metafora. Jujur, saya ingin lebih mendekatkan diri ke alam. Saya ingin mendaki gunung dan menenangkan diri di ketinggian, ” urai Fiersa.

Anda seorang pendaki nih?

“Iya. Saya ingin mendaki 33 gunung di seluruh Indonesia. Seharusnya naik 34 gunung sesuai Propinsi di Indonesia.Tapi di Jakarta, adanya Gunung Sahari,” candanya diiringi tawa.

Penyanyi yang baru menikah ini menambahkan bahwa mendaki gunung adalah hobi utamanya. “Back to nature. Ini hobi awal saya. Dua tahun ini saya banyak job di musik, sehingga jadwal aktivitas saya fokus ke alam terganggu,” kilah pegiat media sosial dan penulis novel ini.

Apa fans Anda enggak menyayangkan keputusan Anda yang mau istirahat di musik ?

“Saya masih rekaman lagu kok. Dan vokal saya bisa didengarkan di situ. Senyampang saya masih muda. Kalau sudah tua, saya sulit mendaki gunung dan menerobos hutan. Bukankah dari alam saya banyak terinspirasi buat menulis lirik lagu,” jelas pendiri Komunitas Pecandu Buku ini.

Jelas sudah, konser perdana Fiersa adalah sekaligus merupakan konser terakhir dan konser pamit dirinya. Walau ada pendewasaan dalam proses musik dan lagunya, dan dengan tema yang lebih berani serta beragam, khalayak tak boleh menghalangi keputusan Fiersa. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *