Wapres dan Sentilan Kabar Hoax Ahok-Djarot

 Wapres dan Sentilan Kabar Hoax  Ahok-Djarot

BUKAN SEKALI DUA Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi korban berita hoax (bohong). Dimulai menjelang masa pilihan raya (Pilpres) pada 2014 lalu, tatkala itu pasangan calon presiden dan wapres Joko Widodo – Jusuf Kalla, acap diterpa dengan kabar hoax.

Kali INI  Kalla akhirnya angkat bicara mengenai kabar hoax. Ini soal banjir karangan bunga yang ada di halaman kantor Gubernur DKI Jakarta, sebagai apresiasi warga Jakarta dan masyarakat Indonesia atas kinerja Ahok-Djarot. Hingga Jumat (28/4/2017), masih banyak warga dari berbagai kalangan dan wilayah berdatangan ke kawasan Balaikota Jakarta. Selain ada yang mengirimkan karangan bunga, ada juga yang ingin berselfie dengan Ahok.

Wapres mengaku, dirinya sangat jarang menyimak berita hoax, termasuk yang menyerang dirinya. Tapi, tadi pagi Pak Kalla diperlihatkan hoax yang seolah-olah dirinya mengkritik soal masifnya kiriman karangan bunga ke Balaikota.

“Tadi pagi saya diperlihatkan oleh Sofjan dan Uceng, yang menyatakan bahwa saya mengatakan daripada kirim (karangan) bunga lebih baik kasih ke anak yatim. Apa gunanya bunga-bunga sepanjang jalan itu khan. Kapan saya ngomong itu?” kata Kalla di Istana Wapres.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada peluncuran Jawah  (Jaringan Wartawan Anti Hoax) , sebuah aplikasi  untuk IOS dan Android bagi para wartawan yang ingin berperan aktif dalam menolak beredarnya  berita hoax. Aplikasi yang merupakan kreasi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu dapat diunduh di GooglePlay.

“Saya tidak pernah merasa ngomong begitu,” lanjut Wapres. Benar, sebelumnya memang telah beredar  gambar (meme) Kalla. Dalam teks meme tersebut, Kalla digambarkan  tidak setuju dengan aksi pengiriman  aneka karangan bunga ke Balai Kota Jakarta untuk Ahok-Djarot tersebut.

“Baru tadi pagi terkejut membaca itu, seakan-akan saya memberikan komentar. Padahal, saya tidak pernah mengomentari mengenai bunga-bunga terkecuali bunga bank, saya selalu minta untuk turun,” kata mantan Ketua Umum DPP Golkar itu.

Dalam pandangan Kalla, pemesanan karangan bunga yang dikirimkan ke Ahok-Djarot justru memberikan  keuntungan yang memadai bagi para pemilik toko dan pengrajin bunga. “Setidaknya, banyak pengrajin bunga yang dapat kerjaan baik, itulah suatu contoh. Belum lagi  yang lain,” kata Kalla.

Gambar di media sosial yang menyudutkan dirinya tersebut, merupakan salah  satu contoh   berita bohong alias hoax yang menimpa dia. Kalla mengungkapkan, sebetulnya dirinya sangat jarang menengok medsos untuk mengecek apakah ada yang menyebarkan berita hoax tentang dirinya atau pemerintah. Malah, yang sering  mengecek berita hoax justru Presidenj Jokowi. Jadi, kata Wapres, kalau nyoba-nyoba menyebarkan hoax ke presiden, pasti kepala negara mengetahuinya.***

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *