Jair Bolsonaro (Pengagum Trump) Jadi Presiden Brasil

 Jair Bolsonaro (Pengagum Trump) Jadi Presiden Brasil

Jair Bolsonaro memenangi pemilihan umum, Minggu 28 Oktober 2018, dan akan menjadi presiden Brasil sayap kanan. Pengagum Presiden AS Donald Trump ini menjanjikan pembersihan politik, mengefisienkan pemerintahan dengan memperkecilnya.

Mantan Kapten Angkatan Darat, yang dekat dengan kalangan militer, melancarkan kampanye keras dengan terang-terangan menyatakan akan menyingkirkan para pesaing politiknya, berkomentar merendahkan perempuan, kaum homo, dan kelompok minoritas. Namun setelah memenangkan 56% suara, dia menyatakan akan menghormati prinsip-prinsip demokrasi. Sementara kandidat presiden dari Partai Pekerja memperoleh 44,8% suara, menurut komisi pemilihan umum.

Bolsonaro, yang sangat mengagumi Trump, juga menyatakan akan ‘melangsingkan’ pemerintahan dan mengatur perekonomian agar lebih maju, memberantas korupsi, memberantas kejahatan terorganisir, dan mengubah prioritas hubungan luar negeri setelah selama satu setengah dekade Brasil ada ditangan kelompok kiri.

“Kita tidak bisa terus berkubang dalam sosialisme, komunisme, populisme, dan ekstrim kiri. Kita akan mengubah tujuan Brasil,” tukas Bolsonaro dalam pidato kemenangannya.

Dia juga mengatakan akan mengubah fokus hubungan luar negeri dengan mengutamakan hubungan dengan negara-negara industri maju, yang bisa memberi Brasil teknologi untuk memberi nilai tambah bagi ekonominya.

Kemenangan kandidat presiden dari Partai Sosial Liberal (PSL) ini disambut dengan kembang api, konvoi kendaraan di jalan-jalan Sao Paulo dan juga di kawasan Barra de Tijuca — kampung halaman Bolsonaro. “Brasil sedang berpesta. Orang-orang baik Brasil sedang merayakannya,” kata Carmen Flores, tokoh dari Partai PSL.

Naiknya Bolsanaro, yang tadinya diperkirakan akan kalah, memperlihatkan kesamaan dengan tren global populisme dikaitkan juga dengan turunnya ekonomi negara dan meluasnya korupsi. Dia menggunakan retorika dengan tema nasionalisme, anti-homo, bahkan menyinggung rasis, yang mirip dengan gaya kampanye Trump. Disisi lain, kedekatannya dengan kelompok-kelompok Kristen Evangelis dan platform keras terhadap para penjahat mirip dengan gaya populis Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

 

Sumber informasi: buzzfeednews.com dan reuters.com

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *