IMO, yang Baru di International Mask Festival 2021

 IMO, yang Baru di International Mask Festival 2021

Selendang Merah (Jakarta), Tari Goget, Tari Enjot-enjotan, Tari Topeng si Ronggeng Ngedok. (foto: IMF)

JAYAKARTA NEWS – Ada yang baru pada International Mask Festival (IMF) tahun 2021, yaitu peluncuran Indonesia Mask Organization (IMO). IMO merupakan salah satu keunggulan IMF 2021. IMO diluncurkan secara perdana bertepatan dengan pembukaaan IMF 2021, yaitu pada Jumat 11 Juni 2021 di nDalem Purwohawijayan. IMO merupakan wadah silahturahmi baik bagi seniman, kolektor topeng, pengrajin topeng, komunitas, sekaligus bagi individu pecinta topeng di Indonesia.

Founder IMO, R. Ay. Irawati Kusumorasri mengatakan, “Saya berharap dengan hadirnya IMO di Indonesia, dapat menjadi salah satu sarana pelestarian topeng sebagai salah satu kebudayaan di Indonesia. Terima kasih atas antusias pecinta topeng Indonesia yang telah mendaftar menjadi bagian IMO. Pendaftaran IMO masih terbuka lebar melalui http://bit.ly/daftar-IMO.”

SakSak Dance Production (NTB), Tari Cupak Gurantang. (foto: IMF)

Salah satu tujuan diluncurkannya IMO yaitu membuat kegiatan yang disepakati bersama dengan anggota IMO. Hingga saat ini sudah tercatat 51 pendaftar IMO, baik individu maupun kelompok. Beberapa diantaranya mengikuti Zoom Virtual Meeting yang disiarkan pada pagelaran IMF 2021.

Nuryanto (Solo), Topeng Panji Kembar. (foto: IMF)

Program IMO mendatang yaitu menyelenggarakan pertemuan rutin yang akan dilaksanakan selama 4 bulan sekali, dengan pertemuan pertama akan dilaksanakan secara hybrid pada bulan Oktober 2021. Namun tidak menutup kemungkinan adanya perubahan rentang waktu pertemuan rutin berdasarkan kesepakatan bersama.

IMF 2021 bertema “PANJI: Road to Jalan Rempah” diselenggarakan secara hybrid yaitu daring dan luring. IMF merupakan pagelaran seni pertunjukan untuk menggali kekayaan kesenian topeng di Indonesia sejak tahun 2014. IMF 2021 ditayangkan secara live streaming pada kanal You Tube SIPA Festival pada Jumat dan Sabtu 11 dan 12 Juni 2021 sejak pukul 14.00 WIB.

Miroto Dance (Yogyakarta), Penumbra. (foto; IMF)

IMF menampilkan 45 video pertunjukkan delegasi Indonesia dan manca negara dan 13 penampilan langsung delegasi Indonesia. Tari pembuka IMF 2021 oleh Semarak Candra Kirana. Penampilan live lainnya di nDalem Purwohawijayan yaitu Fajar Dance Group, Solo; Rumah Lengger, Banyumas; Nuryanto, S. Kar., M.Sn, Solo; SakSak Dance, NTB dan Selendang Merah, Jayakarta. Guest star hari pertama yaitu Dr. Martinus Miroto, M.F.A, Yogyakarta yang menampilkan tari berjudul “Penumbra.”

Pada hari pertama, terdapat 28 penampil berasal dari Indonesia dan mancanegara yang turut memeriahkan acara IMF 2021. Para pendukung dan stakeholders IMF turut memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya IMF secara hybrid, antara lain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf); Pemerintah Kota Surakarta; Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah; delegasi mancanegara dari Perancis dan Malaysia; dan masih banyak lagi lainnya. (*/rr)

Foto bersama. (foto: IMF)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *