International Mask Festival 2022, Digelar Luring, Simak Jadwalnya

JAYAKARTA NEWS – International Mask Festival (IMF) merupakan event seni pertunjukkan bertaraf internasional yang menampilkan penari topeng dari Indonesia dan mancanegara. Event ini dihelat mulai dari tahun 2014 serta menjadi salah satu event tahunan Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah. Dalam dua edisi penyelenggaraan menggunakan format virtual event akibat dari dampak pandemi COVID-19. IMF 2022 akan digelar secara luring pada tahun ini untuk mengobati kerinduan masyarakat menyaksikan langsung kegiatan kesenian.

Melalui tema “Marvelous Mask”, IMF 2022 hadir dengan menggaet seniman dari dalam maupun luar negeri untuk menampilkan karya seninya secara luring pada 17-18 Juni 2022 pukul 19.00-23.00 WIB. Pagelaran ini juga akan ditayangkan live melalui platform Youtube International Mask Festival, SIPA Festival dan Pariwisata Solo. Delegasi Indonesia meliputi 7 Provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Maluku, Kalimantan Selatan dan Bali. Adapun 3 delegasi luar negeri meliputi Thailand, Singapura dan Ecuador yg akan tampil secara langsung.

Selain menghadirkan pertunjukkan topeng, akan ada banyak varian kegiatan yang menjadi pelengkap IMF 2022. Mulai dari pameran koleksi topeng, konferensi nasional IMO dan workshop pembuatan topeng dimana masyarakat bisa belajar membuat topeng dari proses pemahatan hingga pewarnaan.

Antusias penari topeng untuk ikut berpartisipasi dalam IMF 2022 sangat besar. Maka dari itu, penyelenggara mengadakan open call dengan menerima video  terkait dengan topeng. Terdapat 45 video yg melalui tahapan kurasi, dimana akan ditayangkan pada konten video performance pukul 12.00 – 18.00 WIB pada hari kedua.

IMF 2022 juga menjadi sarana untuk pemulihan ekonomi, salah satunya dengan membantu kebangkitan UMKM pengrajin topeng. Penyelenggara menggaet dua pengrajin topeng dari Sukoharjo dan Ponorogo dengan membantu proses pemasaran melalui event IMF ini. Bagi para pecinta maupun kolektor topeng yang tertarik bisa mengunjungi instagram @internationalmaskfest terkait proses pembelian topeng. (pr)

Tokoh Topeng Indonesia Raih Penghargaan IMF dan IMO

JAYAKARTA NEWS – International Mask Festival (IMF) 2021 diselenggarakan Jumat dan Sabtu, 11 dan 12 Juni 2021 secara hybrid. Pada hari pertama, terdapat peluncuran Indonesia Mask Organization (IMO) sebagai wadah pecinta topeng Indonesia. Pada hari kedua, IMF dan IMO memberikan penghargaan, tribute, kepada dua tokoh topeng Indonesia, yaitu Bambang Besur, Surakarta dan Ayu Bulan, Bali.

Menurut Chief Executive IMF 2021, Mimi Zulaikha, S.S., “IMF 2021 bukan hanya sebagai peluncuran IMO, tetapi juga memberikan tribute kepada tokoh topeng Indonesia. Melalui IMF, kami mengharapkan terwujudnya relasi dan diplomasi budaya antar bangsa, negara, daerah, dan masyarakat melalui seni pertunjukan topeng dunia.”

Kiri: Rambat Yulianingsih (Solo), Irah irah sekar puri. Kanan: Wayang Tripurwo Budoyo (Jombang), Tari Topeng Jatiduwur. (foto: IMF 2021)

IMF pada hari kedua menampilkan 16 video delegasi Indonesia dan enam video delegasi mancanegara. Delegasi Indonesia yang tampil live, yaitu seorang Maestro topeng Indonesia pada hari ini yaitu Wangi Indria asal Indramayu ini juga berkesempatan menampilkan tarian Topeng Panji gaya Indramayu.

Para penonton daring maupun luring pun berkesempatan berinteraksi langsung dengan penyelenggara melalui live chat di kanal YouTube SIPA Festival. Selain itu, IMF turut memajukan dan mempromosikan UMKM pengrajin topeng Indonesia dan mancanegara, yaitu dari Jepang dan Perancis melalui penjualan barang seni yang bisa diakses melalui marketplace tokopedia dan shopee bernama @indofeststore.

Loka Art (Gunung Kidul), Bobung. (foto: IMF 2021)

Pengumuman pemenang kompetisi TikTok dengan Juara 1 mendapat Rp. 1000.000; Juara 2 Rp. 750.000; dan Juara 3 Rp 500.000 ada di penghujung acara. Selain itu, pengumuman pemenang quiz juga disebutkan di akhir acara.

IMF 2021 sukses diselenggarakan atas dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah; Pemerintah Kota Surakarta; Stakeholders; dan media partners. IMF telah ditonton oleh 400 penonton yang hadir di nDalem Purwohamijayan dan ribuan viewers melalui kanal YouTube SIPA Festival.

Darmawan Dadijono (Yogya), Journey From Within. (foto: IMF 2021)

 Delegasi Dalam Negeri
•            Darmawan Dadijono (Sewon, Bantul, DIY)
•            Loka Art Studio (Gunung kidul)
•            Selendang Merah (Jakarta)
•            SakSak Dance (NTB)
•            Fajar Satriadi (Karang Anyar, Jawa tengah)
•            Rumah Lengger (Banyumas)
•            Sanggar Jati Duwur (Jombang)
•            Rambat Yulianingsih (Solo)
•            Nuryanto, S. Kar., M. Sn (Solo)

Delegasi Luar Negeri
•            Filipina (LSU Teatro Guindegan & Tambulig Performing Arts)
•            Perancis (Olivia Machon & Rafael Bianciotto)
•            Vietnam (Xuan Pha traditional Art Group)
•            Malaysia (Anak Seni Asia (ASA) & Faculty of Film, Theatre and Animation Universiti Teknologi MARA (FiTA, UiTM)
•            Republic of Korea (Ulsan Metropolitan Dance Company & Songpa Sandae Noli Mask Dance Drama). (*/rr)

Arum Damarintyas dari Kemenparekraf memberikan sertifikat kepada para penampil di ajang IMF 2021. (foto: IMF 2021)

IMO, yang Baru di International Mask Festival 2021

JAYAKARTA NEWS – Ada yang baru pada International Mask Festival (IMF) tahun 2021, yaitu peluncuran Indonesia Mask Organization (IMO). IMO merupakan salah satu keunggulan IMF 2021. IMO diluncurkan secara perdana bertepatan dengan pembukaaan IMF 2021, yaitu pada Jumat 11 Juni 2021 di nDalem Purwohawijayan. IMO merupakan wadah silahturahmi baik bagi seniman, kolektor topeng, pengrajin topeng, komunitas, sekaligus bagi individu pecinta topeng di Indonesia.

Founder IMO, R. Ay. Irawati Kusumorasri mengatakan, “Saya berharap dengan hadirnya IMO di Indonesia, dapat menjadi salah satu sarana pelestarian topeng sebagai salah satu kebudayaan di Indonesia. Terima kasih atas antusias pecinta topeng Indonesia yang telah mendaftar menjadi bagian IMO. Pendaftaran IMO masih terbuka lebar melalui http://bit.ly/daftar-IMO.”

SakSak Dance Production (NTB), Tari Cupak Gurantang. (foto: IMF)

Salah satu tujuan diluncurkannya IMO yaitu membuat kegiatan yang disepakati bersama dengan anggota IMO. Hingga saat ini sudah tercatat 51 pendaftar IMO, baik individu maupun kelompok. Beberapa diantaranya mengikuti Zoom Virtual Meeting yang disiarkan pada pagelaran IMF 2021.

Nuryanto (Solo), Topeng Panji Kembar. (foto: IMF)

Program IMO mendatang yaitu menyelenggarakan pertemuan rutin yang akan dilaksanakan selama 4 bulan sekali, dengan pertemuan pertama akan dilaksanakan secara hybrid pada bulan Oktober 2021. Namun tidak menutup kemungkinan adanya perubahan rentang waktu pertemuan rutin berdasarkan kesepakatan bersama.

IMF 2021 bertema “PANJI: Road to Jalan Rempah” diselenggarakan secara hybrid yaitu daring dan luring. IMF merupakan pagelaran seni pertunjukan untuk menggali kekayaan kesenian topeng di Indonesia sejak tahun 2014. IMF 2021 ditayangkan secara live streaming pada kanal You Tube SIPA Festival pada Jumat dan Sabtu 11 dan 12 Juni 2021 sejak pukul 14.00 WIB.

Miroto Dance (Yogyakarta), Penumbra. (foto; IMF)

IMF menampilkan 45 video pertunjukkan delegasi Indonesia dan manca negara dan 13 penampilan langsung delegasi Indonesia. Tari pembuka IMF 2021 oleh Semarak Candra Kirana. Penampilan live lainnya di nDalem Purwohawijayan yaitu Fajar Dance Group, Solo; Rumah Lengger, Banyumas; Nuryanto, S. Kar., M.Sn, Solo; SakSak Dance, NTB dan Selendang Merah, Jayakarta. Guest star hari pertama yaitu Dr. Martinus Miroto, M.F.A, Yogyakarta yang menampilkan tari berjudul “Penumbra.”

Pada hari pertama, terdapat 28 penampil berasal dari Indonesia dan mancanegara yang turut memeriahkan acara IMF 2021. Para pendukung dan stakeholders IMF turut memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya IMF secara hybrid, antara lain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf); Pemerintah Kota Surakarta; Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah; delegasi mancanegara dari Perancis dan Malaysia; dan masih banyak lagi lainnya. (*/rr)

Foto bersama. (foto: IMF)

Lelang Topeng Tiga Negara

Jayakarta News – Ajang IMF (International Mask Festival) 2020 makin meriah dengan digelarnya ajang lelang topeng dari penopeng (pembuat topeng) tiga negara: Indonesia, Jepang, dan Perancis. Lelang topeng akan dilangsungkan selama dua hari, 19 dan 20 Juni 2020, mulai pukul 17.00 – 21.00 WIB.

Peminat lelang, atau yang sekadar ingin memantau proses jalannya lelang lelang topeng tiga negara, bisa stay tune di YouTube channel SIPA FESTIVAL. Tiga penopeng yang karyanya dilelang adalah Narimo (Indonesia), Hideta Kitazawa (Jepang), dan Alaric Chagnard (Perancis).

Topeng klana, gunungsari, sekartaji, bancak dan doyok. (ist)
Narimo

Harga pembukaan bervariasi. Enam topeng karya maestro topeng panji dari Solo, Narimo, dibuka mulai dengan harga Rp 350.000 untuk topeng Doyok dan topeng Bancak. Topeng sekartaji dilelang mulai dengan harga Rp 400.000. Topeng gunungsari dilelang mulai dengan harga pembuka Rp 450.000. Serta dua topeng klana masing-masing dibuka mulai dari harga Rp 500.000 dan Rp 750.000.

Narimo dikenal sebagai penopeng panji yang kesohor. Panji adalah cerita asli Indonesia. Pematung kelahiran tahun 1965 ini, hidup dan besar dalam keluarga seniman perupa wayang kulit purwa. Ia memiliki bakal alami menatah wayang. Narimo mengembangkan bakatnya membuat topeng sejak menduplikasi Topeng Panji, koleksi Pusat Kesenian Jawa Tengah tahun 1980-an.

Narimo sempat mendampingi Presiden Joko Widodo yang tahun 2007 lalu menjabat sebagai Walikota Solo di World Mask Festival, Andong, Korea Selatan. Karya Narimo makin dikenal dan diminati bukan hanya para penari topeng dan seniman topeng, tetapi kolektor topeng pun menggemari karyanya.

Oto Kyogen, Okina Noh, dan Koomote Noh. (ist)
Hideta Kitazawa

Sedangkan penopeng Jepang, Hideta Kitazawa melelang tiga karyanya. Topeng Oto Kyogen dillenag dengan harga bukaan 2.000 dolar AS. Berapa pun harga “deal” sudah termasuk tas topeng yang terbuat dari Kimono sutra dan kota topeng yang terbuat dari kayu. Topeng kedua adalah Okina Noh yang dibuka mulai dari harga 3.000 dolar AS. Adapun topeng ketiga yang dilelang adalah Koomote Noh yang dimulai dari harga 3.500 dolar AS.

Penopeng Jepang Hideta Kitazawa ini dikenal sebagai penopeng yang mampu menghidupkan beragam emosi potongan kayu. Ia dikenal sebagai penopeng yang memiliki lisensi. Ia juga merupakan generasi kedua seniman pengukir kayu yang lahir di Tokyo tahun 1968. Noh sebagai akar karya cipta topengnya, adalah teater Jepang klasik yang berusia lebih dari 600 tahun.

Kitazawa lulusan Kajian Hutan, Jurusan Pertanian dan Teknologi, Universitas Tokyo tahun 1991. Dia telah membuat topeng Noh klasik dan kontemporer selama hampir 30 tahun. Kitazawa menerima banyak penghargaan, diantaranya ‘Outstanding Young Artisan Award’ for Tokyo tahun 1997 dan The Yokohama Noh Theater Director’s Prize tahun 2003.

Ubu, The Wild Man, dan The Witch, Baba Yaga. (ist)
Alaric Chagnard

Sementara itu, penopenng Perancis Alaric Chagnard juga melelang tiga karya topeng andalannya. Yang pertama adan kedua dalah topeng The Witch, Baba Yaga dan topeng The Wild Men. Keduanya dibuka mulai harga 850 dolar AS. Sedangkan, topeng ketiga adalah Ubu yang dibanderol pertama seharga 950 dolar AS.

Alaric Chagnard, adalah penopeng yang dalam proses berkarya telah melakukan banyak penelitian perbedaan wajah objek sejak tahun 1999. Alaric mulai mempelajari seni membuat topeng sejak dia bertemu dengan Etienne Champion, pembuat topeng kayu dari Perancis di tahun 2007.

Alaric yang lahir tahun 1973 di Avignon telah menyelenggarakan beragam workshop pembuatan topeng untuk teater, sekolah seni drama,maupun institusi berbeda. Karyanya telah digunakan lebih dari 15 perusahaan teater untuk drama klasik dan modern.

Alaric adalah anggota dewan komisaris Asosiasi Pembuat Topeng yang didirikan tahun 2007. Alaric berpartisipasi pada beragam konferensi dan workshop untuk meningkatkan pengetahuan topeng, termasuk International Mask Arts and Culture Organization – UNESCO.

Berminat? Catat tanggalnya, tanggal 19 dan 20 Juni 2020, mulai pukul 17.00 sampai pukul 21.00 WIB. (rr)

Gelar Topeng Daring

International Mask Festival 2020

Jayakarta News – Tidak mudah ketika panitia International Mask Festival (IMF) memutuskan “tidak menyerah” terhadap wabah. Betapa pun, event IMF adalah event tahunan berskala internasional, yang sudah dikenal luas sebagai ajang pertunjukan seni topeng dan pameran kerajinan topeng.

Tak mau menyerah dengan keadaan (adanya pandemi Covid-19), SIPA Community yang menaungi IMF memutuskan tetap menyelenggarakan event tahunan itu secara daring (virtual) dari kota Solo, Jawa Tengah. Demikian press release yang diterima Jayakarta News dari panitia IMF, hari ini (16/6/2020).

Adalah Dra. Irawati Kusumorasri yang di tahun 2014 mencetuskan IIMF (Indonesia International Mask Festival). Namun beberapa tahun belakangan, IIMF berganti nama menjadi IMF seperti yang dikenal masyarakat Solo hingga saat ini.

Dalam enam tahun perjalanannya, IMF telah menjadi ajang tahunan yang terbilang sukses. Alhasil, ketika virus corona muncul akhir 2019, lalu mewabah hingga hari ini, mau-tidak-mau, panitia harus memanfaatkan teknologi informasi sebagai ajang menggelar event.

Perubahan dan penyesuaian masif yang mengiringi peralihan ini, menjadi tantangan tersendiri baik bagi penyelenggara maupun bagi seniman yang terlibat. Meski demikian, komitmen untuk terus mampu menyajikan acara seni yang berkualitas selalu menjadi semangat utama dari penyelenggaran virtual event ini.

Melalui tema “Face Mask of Global Society”, IMF 2020 hadir dengan menggaet seniman dalam dan luar negeri untuk menampilkan karya seninya secara daring pada 19-20 Juni 2020 pukul 17.00-21.00 WIB melalui platform Youtube SIPA Festival.

Dipilihnya tema tersebut merujuk pada topeng sebagai salah satu penyalur nilai-nilai penting dalam kehidupan manusia, khususnya di Indonesia. Topeng adalah artefak seni yang sudah dikenal manusia sejak zaman prasejarah. Dengan usianya yang menembus batas, seni topeng telah mampu ditempatkan menjadi sebuah karya agung dan sakral.

Berbekal peran masker sebagai pelindung diri bagi masyarakat, IMF membawa topeng bersama fungsi dan bentuknya untuk menunjukkan era baru dari dunia. Pada tahun ketujuh, penyelenggaraan IMF secara virtual akan mengenalkan topeng secara lebih mendalam kepada masyarakat dunia digital.

Acara tersebut hadir sebagai wujud penggambaran perkembangan topeng klasik ke kontemporer melalui sebuah media baru. Melalui impian untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap seni topeng, kehadiran IMF diharapkan mampu memberikan edukasi tentang apresiasi seni bagi masyarakat, sekaligus sebagai sarana penjagaan nilai dari kehidupan seni yang merupakan bagian dari kehidupan budaya yang menjadi karakter bangsa.

Selama dua hari, IMF menghadirkan pertunjukan topeng dari berbagai daerah. Para seniman dan seniwati dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia seperti Solo, Semarang, Pati, Malang, Cirebon, Banyumas, Ponorogo, Yogyakarta, Pamekasan, Sukabumi, Bali, Kalimantan Tengah, dan NTB akan berpartisipasi dalam IMF tahun ini.

Selain itu, delegasi luar negeri datang dari Malaysia, Zambia, Bhutan, Perancis, Korea, Belgia, Ecuador, dan Jepang. Pada acara ini, akan ditayangkan pula video dokumenter pembuat topeng dari masyarakat lintas budaya. (*/rr)